Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Extra Part


__ADS_3

Roda pesawat pribadi milik Benjamin telah mendarat di San Fransisco. Jared dan Ben segera ke rumah sakit tempat Jack di rawat. Pikiran mereka sudah tak karuan mendengar kabar buruk itu.


Mereka telah dijemput oleh Sebastian dan Hugo. Dua orang kepercayaan Ben yang memang bertugas membantu Jack mengatasi masalah selama di San Fransisco.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Ben, saat ini mereka sudah berada dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


"Ada yang mengincar nona Louisa. Tuan muda Jack mencoba untuk melindunginya."


"Aku sudah bilang padanya untuk langsung menghabisi musuhnya. Dia suka sekali bermain-main. Jika sudah seperti ini bagaimana?" ujar Ben kesal sekaligus khawatir pada putra keduanya itu.


Sebastian dan Hugo tak lagi menjawab. Karena yang sebenarnya terjadi, sabetan pedang yang mengenai tuan mudanya itu, seperti hanya luka gores saja. Jack sengaja mendramatisir keadaannya untuk mengikat gadis yang saat ini mati-matian dia lindungi keberadaannya.


Setibanya di rumah sakit, Ben dan Jared langsung masuk ke dalam ruangan Jack. Seorang gadis berdiri mematung menatap kedatangan dua orang pria tersebut. Jack yang baru saja memejamkan matanya, seketika langsung terjaga dan menatap ayah dan juga kembarannya.


"Oh God. Kenapa kalian kemari?" tanya Jack tak percaya.


"Seorang gadis mengatakan padaku sambil menangis. Jika kau baru saja terkena sabetan pedang. Jadi menurutmu apa daddy harus diam saja, saat mendengar ada orang yang melukai putraku?"


Jack langsung menoleh pada Louisa. "Kau menghubungi daddyku?"


"Ma_maaf Jack. Saat kau masuk ke ruang penanganan, ayahmu menghubungimu. Jadi aku mengangkatnya dan mengatakan padanya mengenai semua yang terjadi."

__ADS_1


Gadis bernama Louisa itu menunduk tak berani menatap ketiga pria di ruangan itu. Aura ayah dan juga saudara kembar Jack begitu menakutkan bagi Louisa.


Jack menghela napas panjang. Dia melihat Louisa ketakutan. Gesturnya terlihat sangat jelas.


"Ini bukan salahmu, tidak perlu meminta maaf. Sekarang pergilah ke restoran seberang dan minta Hugo untuk mengawalmu. Kau belum makan malam, aku juga lapar."


"Ba_baik." Louisa segera keluar dari kamar Jack. Berada diantara ketiga pria itu membuat Louisa kesulitan bernapas. Apalagi ayah dan juga saudara Jack terus menatapnya dengan tajam.


Setelah Louisa pergi, Jack menegakkan duduknya. Ben berdecak kesal. Tahu begitu dia tidak akan jauh-jauh datang kesana. Jared menatap adik kembarnya dengan tajam.


"Kau hanya akal-akalan terluka agar bisa mengikat gadis itu, kan?" tanya Jared langsung to the poin. Mendengar jawaban kakaknya, Jack tertawa terbahak-bahak.


"Kau benar-benar menyebalkan, Jack. Kau tahu betapa paniknya daddy mendengar kau terluka. Kami harus berbohong pada mommy juga," ujar Jared kesal.


"Tapi aku sungguh sedang terluka, loh." jack masih memasang wajah menyebalkan di depan kakak dan ayahnya. Ben duduk di dekat ranjang Jack dan menatap putranya dengan serius.


"Apa lukanya dalam?" tanya Ben pada Jack.


"Ini bukan apa-apa, Dad."


"Siapa gadis yang kau tolong itu? Apa kau jatuh cinta padanya?" tanya Ben.

__ADS_1


"Namanya Louisa. Dia adalah korban perdagangan manusia. Dia dijual oleh ayah tirinya dan dijadikan alat penebus hutang, lalu dia juga dijadikan kurir narkoba oleh Zeus. Soal cinta aku tidak tahu. Aku hanya merasa dia begitu lemah dan butuh perlindungan.


"Kau berurusan dengan bandar narkoba gila itu?" tanya Jared tak percaya. Siapa yang tak mengenal Zeus. Dia bandar besar yang selalu lolos dari jerat hukum meski terbukti bersalah.


"Tak hanya dia, tapi putranya juga."


"Jika begitu, apa perlu daddy yang turun tangan?" Ben menatap Jack serius.


"Tidak usah, aku bisa menghadapi mereka, Dad. Aku akan mencari sekutu untuk menyingkirkan mereka."


"Daddy tetap akan menepatkan orang-orang daddy. Sementara ini daddy akan tinggal di sini. Kau juga perlu rumah agar tidak perlu berpindah-pindah tempat seperti ini. Lagi pula memalukan sekali anak seorang Benjamin Alexander menumpang di rumah orang."


"Oh God, daddy percayakan saja semuanya padaku. Sebaiknya daddy pulang. Aku tidak mau yang lain tiba-tiba menyusul kemari dan menggangguku. Louisa masih takut berinteraksi dengan banyak orang.


"Ku rasa dia memang sudah jatuh cinta pada gadis itu, Dad."


"Apa perlu daddy siapkan pernikahan seperti kakakmu, Jack?"


"Aku akan pikirkan nanti."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2