Genius Twins Boy

Genius Twins Boy
Bab 70. Pembalasan Ben


__ADS_3

Hari ini saatnya Ben melakukan pembalasan pada mereka yang telah berbuat kesalahan pada keluarganya.


Kali ini pria itu tidak mengajak kedua putranya karena Ben akan memberikan musuhnya siksaan yang tak pernah mereka pikirkan sebelumnya.


Ben baru saja sampai di tempat dia menyekap Shena, Aluna dan Dawson juga anak buahnya. Mungkin saat ini mereka sedang saling bertukar cerita atau mungkin malah sedang bernostalgia. Karena percaya atau tidak Shena pernah menjalin hubungan dengan Rodrigues Walters, ayah Dawson.


Ben masuk ke ruangan itu dengan wajah datar dan dingin. Saat pintu terbuka, aroma anyir darah tercium sangat pekat. Jika saja orang yang tak terbiasa pasti akan muntah begitu pintu terbuka.


"Hai, apa kalian merindukanku?" tanya Ben, dia menyeringai menyeramkan sembari duduk di sebuah kursi yang disediakan oleh anak buah.


"B_ben lepaskan ibu." Shena langsung memohon begitu Ben duduk.


"Melepaskanmu? Jangan bermimpi. Kau sudah membunuh kedua orang tuaku dan kau meminta aku untuk melepasmu? Lelucon macam apa itu?"


"A_aku minta maaf, Ben."


"Maaf saja tidak akan cukup," kata Ben datar.


Aluna hanya diam, dia hanya bisa pasrah menerima takdir ini. Di lahirkan oleh seorang ibu yang tidak berguna.

__ADS_1


Dawson hanya diam dengan lemah. Sekujur tubuhnya terasa remuk setelah apa yang dilaluinya kemarin.


"Baiklah, karena aku baik hati. Aku akan melepaakan kalian."


"A_apa kau bersungguh-sungguh, Ben?" tanya Shena. Raut wajahnya langsung berubah senang saat mendengar ucapan Ben


"Tentu saja, tapi di penangkaran buaya milikku."


"A_apa? Jangan bercanda, Ben."


"Aku tidak pernah bercanda. Aku serius."


Shena menelan salivanya, dia tak mengira Ben akan tega memasukkan ke penangkaran buaya.


Ben mengambil salah satu alat penyiksaan milik kedua putranya kemarin. Dia menyeretnya hingga membuat suara yang cukup mengerikan di telinga.


Ben mengangkat rantai yang berisi paku-paku dan mulai memcambukkannya di tubuh Shena. Wanita paruh baya itu menjerit dengan keras. Dia tak mengira Ben akan sekejam ini.


"Ini untuk ibuku."

__ADS_1


Lalu Ben kembali mengangkat cambuknya dan melecut tubuh Shena yang berdarah.


"Ini untuk ayahku."


"Cu_kup Ben, bunuh saja aku."


"Aku pasti akan membunuh kalian semua yang sudah merusak keluargaku," sahut Ben.


Dia mengambil cambuk yang kemarin di pakai si kembar untuk menyiksa Dawson. Dia tak menyangka kedua putranya memiliki alat sebagus ini.


Ben tak pernah merasa begitu bersemangat, seperti hari ini. Hari ini dia akan puas-puas melampiaskan semuanya.


Ben menyalakan ujung cambuk yang berbentuk bulat itu. Dia menekan ujungnya hingga apinya membesar. Dia menyeringai dan kembali mendekati Dawson dan yang lainnya.


Ben berkali-kali menggerakkan cambuknya. Dia mencambuk Dawson dan ibu palsunya. Kedua orang ini memiliki otak yang jahat. Jadi Ben benar-benar akan membuat mereka berdua menyesali apa yang telah mereka lakukan.


"Tolong bunuh aku sekarang, Ben. Maafkan aku," Shena benar-benar putus asa. Dia merasa tubuhnya sangat sakit. Kepala dan tubuhnya berdarah-darah. Dia merasa hukuman yang Ben berikan padanya tak setimpal.


"Aku memang akan membunuhmu, tapi nanti. Setelah aku puas menyiksamu. Baru setelah itu akan membunuhmu," ujar Ben tanpa perasaan. Dia menyeringai melihat wajah Shena yang putus asa.

__ADS_1


Ben sangat senang dan menikmati ketakutan yang dirasakan oleh wanita tak berperasaan itu. Sedangkan Dawson benar-benar pasrah. Dia hanya ingin Ben segera mengakhiri semuanya.


...****************...


__ADS_2