
Jared baru kembali ke kamarnya setelah memastikan Diana benar-benar tertidur. Dia tidak benar-benar pergi kamar Diana, Jared sengaja menunggu didepan kamar gadis itu. Dia merasa iba karena Diana tampaknya begitu tertekan dan ketakutan.
Jared mengambil laptopnya dan mendatangi sang ayah untuk menanyakan mengenai Alexson Torres. Dia ingin tahu seperti apa musuh yang akan dia hadapi nanti.
Jared merasa yakin jika kasus kematian keluarga Diana ada sangkut pautnya dengan Alexson Torres. Jared segera mengetuk pintu kamar orangtuanya.
"Dad, apa kau sudah tidur?"
Tak lama pintu kamar Ben dan Giani terbuka. Ben menatap putranya dengan tatapan penasaran. Giani juga berdiri di belakang suaminya.
"Ada apa mencari daddy?" tanya Giani. Giani khawatir terjadi sesuatu pada Diana.
"Aku hanya ingin bicara dengan daddy, Mom. Apa aku mengganggu kalian?"
"Tidak, mommy kira terjadi sesuatu dengan Diana."
"Kenapa mommy berpikir seperti itu?" tanya Jared.
"Entahlah, mommy merasa dia sedikit lain. Mommy khawatir jika dia sakit."
"No, Mom. Dia baik-baik saja. Aku memang ingin membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan Diana, tapi ini mengenai pembunuh keluarganya."
Ben mengernyitkan alisnya, "Kau tahu sesuatu, Jared."
__ADS_1
"Ya, ini hanya dugaan sementara saja, Dad. Aku kira kasus kematian keluarga Diana ada sangkut pautnya dengan Alexson Torres."
"Masuklah Jared, jangan sampai Diana mendengar pembicaraan kalian."
"Aku dan Jared akan bicara di ruang kerjaku saja, Honey."
"Dan kau akan membuatku penasaran?" tanya Giani kesal.
"Oh my God, nanti aku pasti menceritakan semuanya padamu, honey."
"Kalian benar-benar menyebalkan." Giani berbalik masuk ke dalam kamar sedangkan Ben berjalan keluar dan menutup pintu kamarnya.
"Sejauh mana kau sudah menyelidiki kasus ini?"
"Baiklah, kita akan analisis nanti. Sudah lama daddy tidak menemukan sesuatu yang menantang," ujar Ben bersemangat. Meski usia Ben tidak lagi muda, tapi dia selalu bersemangat jika membicarakan hal-hal yang berbau misteri.
Mereka berdua masuk ke ruang kerja Ben. Jared langsung membuka laptopnya dan menunjukkan pada Ben hasil dari penyelidikan awalnya.
"Ini, berita yang aku dapat. Alexson tiba-tiba muncul menggantikan Alfredo. Direksi di perusahaan itu bahkan tidak bisa menolak kedatangan Alexson karena mereka mempercayai berita jika Diana lah pembunuhnya."
"Itu artinya kita tidak bisa melibatkan Diana sama sekali. Daddy pikir jika sampai Diana muncul sekarang untuk memancing si Alexson ini, maka polisi akan ikut campur dan menangkap Diana, karena menurut dugaan mereka, Diana adalah pembunuhnya."
"Berarti aku harus bertindak sendiri?"
__ADS_1
"Ya tentu saja, kau bisa menyuruh adikmu pulang. Kalian bisa bekerja sama bukan?"
"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya sendiri."
"Kau perlu bantuan daddy?"
"No, Dad. Aku hanya ingin daddy memperketat penjagaan di mansion. Aku akan pergi ke Brisbane untuk beberapa hari. Aku mau daddy jaga calon istriku. Jangan sampai dia tahu jika aku ke sana. Dia terlalu khawatir jika sampai aku terlibat masalahnya."
"Daddy akan perketat penjagaan. Kau tenang saja."
"Tapi kenapa kau mencurigai Alexson?"
Ben penasaran dengan kecurigaan Jared. Kenapa langsung mengarah pada Alexson. Karena bisa saja ada musuh Alfredo yang dendam pada Alfredo lalu menghabisi keluarganya.
"Menurut cerita Diana, ibu Alexson ditinggalkan oleh Alfredo karena dia ketahuan sudah hamil duluan. Setelah Alexson lahir, Alfredo menceraikan ibu Alexson. Mungkin karena merasa ibunya ditinggalkan ayahnya Alexson menyimpan dendam pada keluarga Diana."
Ben manggut-manggut. Dia puas dengan analisa putranya.
"Baiklah, kau boleh ke sana, tapi kau harus didampingi oleh Rocky."
"Thanks dad."
...****************...
__ADS_1