Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 97


__ADS_3

Cerita 97


Dari awal Anjas ingin segera menikahi Danis, dan rencananya minggu depan keluarga Anjas akan datang melamar Danis. Meskipun terkesan dadakan tapi kedua keluarga mengiyakan maksut Anjas, juga memang waktu luang Anjas yang gak bisa di prediksi.


Sepulang kerja, seperti biasa Anjas jemput Danis di kantor, mereka janjian sama Raya dan Nino mau nongkrong, sekalian ngomongin acara lamaran. dan disinilah mereka di cafe ruang baca.


"kalian tuh gak sopan, main lamar-lamar aja, gak ada sungkannya sama kita" cerocos Raya.


"Ngapain juga nunggu kalian yang gak ada kejelasan, perlu ditanyain lagi tuh keseriusannya Nino ke kamu" bela Danis, Nino yang emang lagi minum jadi tersedak.


"kenapa malah ngarah kesitu sih!" gerutu Nino, Raya udah natap pake mata elang mode on ke Nino


"kamu tuh yank, kayak Anjas dong gercep. masak aku di anggurin sih" protes Raya.


"Nah lo, di embat orang duluan baru tau rasa" Anjas kompor.


"jangan sampek, doa lo, dasar tuh mulut comberan!" kata Nino sambil mukul lengan Anjas.


"dzolim lu Nyet!" kata Anjas sambil megang lengannya yang dipukul Nino "lupa lo, doa orang terdzolimi tuh mujarab, gue aminin ajalah yang tadi"


"dasar somplak. elu yang dzolimin gue Nyet!" Nino mukul Anjas lagi.


"terusin aja yank, mulut lemesnya Anjas tuh sekalian di lakban!" dukung Raya. Danis cuma geleng-geleng.


"kalian tuh kalau lagi bareng gini pernah gak sih normalan dikit" protes Danis


"kita normal yank" rengek Anjas yang daritadi dipukuli Nino.


"normal apaan, keliatan romantis gitu!" ejek Danis, saat ini emang Nino masih berniat mukul Anjas, tapi pukulannya ditahan sama tangan Anjas sekarang jadi keliatan mereka lagi saling pegangan tangan.


"ampun dah!" kata Nino dan Anjas barengan, sontak tangan mereka saling lepas.


"kalian kayak pasangan alay yang lagi marahan, hahaha" kata Raya, ngeliat Anjas dan Nino saling singkur dengan bibir manyun.


"ck....berisik!" kata Anjas. begitu seterusnya obrolan gak jelas mereka.


"Nis, persiapannya udah semua?" tanya Raya disela obrolan.


"udah 80% sih, tinggal nunggu hari H doang"


"kurang 4hari kamu uda jadi tunangannya si somplak. gak dipikir ulang aja Nis?" goda Nino.


"Danis mah udah mentok pokoknya sama aku, ya gak yank?" tanya Anjas sambil menaik turunkan alisnya.


"udah terlanjur, kepaksa juga aslinya"


"kog gitu yank..." rengek Anjas dibuat manja.


"dih najis Njas" kata Nino yang geli ngeliat sikap Anjas.


"biarin, kayak situ enggak aja" omel Anjas "kamu ngeliatin apa sih yank?"


"owh... enggak, itu cowok yang duduk di meja pojok. kayak kenal" kata Danis sambil nyuri-nyuri pandang.


"gak usah ganjen!" kata Anjas sambil nutup mata Danis.

__ADS_1


"dih, kamu mah"


"Itu bukannya kak Bima?" kata Raya antusias "itu lo Nis, temennya Arka yang dulu nembak kamu"


Anjas melotot, Danis senyum-senyum " owh iya inget, makin cakep aja. nyesel dulu gak aku trima, hahaha"


"dulu kan kamu udah bucin sama Arka, jadi buta sama yang lain"


"iya sih"


Danis gak sadar kalau Anjas daritadi udah ngeliat dia, cemburu.


Ngeliat itu setan usil yang ada di kepala Raya muncul.


"Kak Bima!" sapa Raya saat ngeliat Bima mau pergi, cowok itu celingukan dan senyum saat ngeliat Danis dan Raya. dia mendekat.


"Danis, Raya..." sapa cowok itu.


"iya kak, apa kabar?" tanya Raya,


"baik. kalian gimana?"


"baik" jawab Raya antusias, Danis cuma senyum.


"kamu gimana Nis kabarnya?" tanya cowok itu lembut.


"baik kok kak"


"lama ya gak ketemu, makin cantik kamu Nis!" kata Bima sambil senyum. Danis salting.


"kenapa Njas? keselek kodok?" goda Raya, Anjas natap Raya tajam. yang ditatap masa bodo.


"aku duluan ya, moga nanti bisa ketemu lagi, duluan Ra, bye Nis" kata Bima sambil ngacak rambut Danis pelan.


"ngapain sih tuh cowok, pengen di gebukin kayaknya!" sungut Anjas.


"apa sih yank, cuma gitu doang"


"gitu doang, keliatan banget kalau dia genit sama kamu"


"heleh orang dia juga uda pergi, santai kali"


"kamu tuh ya, di depan aku aja masih gitu sama cowok lain"


"kamu marah-marah mulu, lagi PMS ya?"


"gak lucu Dan!" bentak Anjas. Danis manyun di bentak sama Anjas di depan umum.


"kamu apaan sih bentak-bentak kayak gitu, kamu tuh yang gak lucu. orang cuma nyapa doang!"


"gak usah nyentuh rambut kamu juga kali, lagian kamu juga diem aja, nolak kek apa" Anjas emosi.


"udah-udah, kalian nih mau tunangan masih tengkar aja" lerai Nino, Raya si biang kerok malah ketawa.


Mereka berdua sama-sama diam, tapi jelas banget aura emosi masih dominan. Bima memang dulu pernah nembak Danis, tapi di tolak. Setelah itu mereka malah jadi kayak sahabat, tambah deket. Saat Danis terpuruk karena Arka yang ninggalin dia, Bima yang selalu ngehibur.

__ADS_1


Raya dan Nino nyoba nyairin suasana, mereka tetep ngajak becanda, tapi Danis dan Anjas cuek.


Saat lagi asyik ngobrol, ada cewek yang baru masuk cafe, dia nyamperin meja Danis.


"Beb..." sapa cewek itu, dan langsung narik Anjas buat cipika cipiki "kangen tau"


Keempat orang itu kaget, terlebih Danis yang ngeliat pemandangan horor ini. dia sampai kedip-kedip gak percaya.


"kamu kog lama sih gak nemuin aku beb, gak kangen?" rengek dia manja sambil meluk lengan Anjas "aku kangen kamu banget tauk!"


"munafik!" gumam Danis sambil berdiri dan langsung ninggalin cafe.


"Sayank... yank..." panggil Anjas, "lepasin" kata Anjas nglepas tangan cewek itu kasar. dia berlari nyusul Danis.


"yank, dengerin penjelasan aku dulu dong, jangan main lari kayak gini"


"penjelasan apa?" tantang Danis saat mereka udah di luar cafe.


"dia tuh cuma temen yank"


"temen tapi muesra?" tanya Danis lagi "kayaknya emang pertunangan kita harus di batalin"


"yank, kamu jangan kekanakan gini dong, cuma masalah sepele sampek gini sih" kata Anjas


"kekanakan?"


"iya, kamu seenaknya aja main batalin"


"kamu tuh egois Njas! kamu gak tau gimana aku ngebangun kepercayaan aku buat kamu, tapi kamu malah bilang aku kekanak-kanakan?"


"kamu jangan main salahin aku gini dong Dan, aku juga gak tau kalau dia mau datang"


"owh jadi kalau kamu tau dia mau datang kamu bisa siap-siap gitu, biar semuanya rapi!"


"maksutnya gak gitu"


"kamu sama aja kayak Arka!"


"Danis!" bentak Anjas, dia gak suka disamain sama cowok gak bermoral itu.


"apa?" bentak Danis balik dengan mata berkaca-kaca, dua kali dia dibentak Anjas hari ini, dan dia ngerasa sakit.


"jangan bilang ini cuma alasan kamu buat batalin tunangan kita! kamu masih ngarep sama Arka itu kan?" tanya Anjas emosi.


"terserah kamu!" kata Danis sinis


"anterin aku balik No, Ray" kata Danis lagi.


"enggak Dan, kamu pulang sama aku!"


"gak mau!" bentak Danis lagi "kamu lanjutin aja urusan kamu!"


"No, anterin dia balik. jangan sampek dia kabur nemuin Arka!" kata Anjas dengan natap Danis tajam. Danis balik natap Anjas.


Danis syok sama perkataan Anjas yang terakhir, bisa-bisanya Anjas masih mikir Danis mau kabur nemuin Arka. Setelah apa yang dia lakuin. Nino dan Raya gak ikutan ngomong, mereka bingung harus ngebela yang mana. sama-sama egois.

__ADS_1


***


__ADS_2