Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 22


__ADS_3

Cerita 22


Sore ini Arka bilang mau jemput Danis dirumahnya, melihat chat Arka kalau dia mau ngajak kencan moodbooster Danis langsung bekerja cukup cepat. Sabtu siang yang biasanya Danis masih malas-malasan di kamar, kini dia sudah selesai mengerjakan tugas rumahnya. tinggal nanti mandi lagi sebelum Arka dateng. Sekarang dia lagi sibuk milih baju. Tapi Danis memutar bola matanya pelan, dia meraih ponsel dan menghubungi seseorang


"Halo Sayank..." sapa Arka di telphon


"Arka, nanti kita mau kemana sih?" tanya Danis penasaran


"Rahasia. yang pasti kamu bakal suka"


"idih nih anak, masalahnya kan aku harus nyesuain baju nih, malas aja kalau saltum alias salah kostum"


Arka tertawa " pake baju yang nyaman pokoknya."


"Hmmmm... tetep rahasia nih?" niat awal dia nelphon sebenernya emang dia penasaran mau di ajak kemana " hmmm.. oke, pake celana sama kaos cukup"


"no problemo. suka-suka kamu lah. pake apapun aku suka. apalagi kalau gak pake apa-apa tambah suka akunya" Arka cengengesan.


"Arkaaaa..." Danis geram " Emang kamu mau aku jalan sama kamu sambil telanjang?"


"Eh... jangan ding, kan nanti banyak orang, kalau cuma berdua di kamar gak apa-apa deh, aku ikhlas"


"Bodo amat" kata Danis sambil menutup telphon. karena jengkel akhirnya Danis mengambil celana jeans panjang,tanktop putih dan cardigan item.


***


Arka jemput Danis sekalian minta izin sama kedua orang tua Danis buat ngajak jalan. Papa dan Mama Danis yang memang kenal sama Arka langsung mengiyakan, tanpa memberi syarat tertentu karena mereka percaya dengan Arka.


"Sayank... kita makan dulu aja ya" ajak Arka


"Arkana... masih jam berapa ini sekarang?" kata Danis sambil ngeliat jam, masih jam 4 sore. "kamu nih seneng banget kalo aku gendut"


"kan lucu, tembem-tembem gemesin," kata Arka sambil nyubit pipi Danis, dan ketawa, Danis cemberut. "Gak gitu, takutnya nanti kalo udah di dalem kita gak bisa keluar."


"Maksutnya?" Danis garuk-garuk kepala.


"nih, coba kamu buka tas aku deh" kata Arka sambil terus nyetir.

__ADS_1


Danis membuka tas kecil Arka, dia menemukan dua kertas kecil namun agak panjang, Danis mengambilnya.


"tiket." mata Danis membelalak.


"Sheila on 7 ???"


Arka senyum ngeliat tingkah orang yang paling dicintainya.


"Serius Ka?" Danis masih tak percaya.


"Iya sayank... malam ini kita kencan nonton sheila on 7 live" kata Arka sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Arka sengaja memberikan kejutan ke Danis, dia tau kalau kekasihnya sangat menyukai band ini. dan sekarang dia ingin sedikit memberikan tontonan yang daridulu sangat Danis inginkan.


"Seneng?" tanya Arka


"Banget... Makasih Arka. mumumu"


"Apaan tuh?" tanya Arka bingung.


"Anggap aja aku lagi nyium kamu" kata Danis dengan terus membaca ulang tiket yang ada ditangannya.


"Ogah" kata Danis sambil melet.


Arka dan Danis mampir buat makan di resto yang tidak jauh dari tempat konser. keduanya terus ngobrol dan bercanda. saat ini Danis bener-bener ngerasa dunia cuma milik berdua, yang lain pada ngekos.


Saat Danis pergi ke toilet, Arka melihat hapenya yang daritadi getar. dia melihat nama 'Mamaku' . lebih dari 10 panggilan tak terjawab. dan banyak chat. Arka sengaja tidak membuka dan dibiarkan begitu saja. Saat melihat Danis mendekat Arka memasukkan kembali hanphone ke saku.


"Langsung sekarang?" tanya Arka sambil melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 18.30... SO7 memang tampil terakhir, dan itu pasti malem. tapi mereka pengen dapet tempat yang strategis biar enak nontonnya, dia pengen bener-bener bikin Danis seneng.


"yuk capcus" kata Danis semangat.


Sampai di lokasi rupanya sudah banyak yang datang, acara baru di mulai dan band-band indi sudah mulai tampil. setelah antri cukup lama Danis dan Arka bisa masuk ke aula yang cukup besar. Arka sengaja memakai topi, jaga-jaga kalau ada mahasiswanya yang nonton juga, biar gag dikenalin. mereka berdua bergandengan tangan sambil terus mencari tempat yang pas.



Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, terutama yang cewek.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya orang disebelahnya yang penasaran melihat cowok didepannya tiba-tiba berhenti.


"Gak, cuma kayak liat temen aku" kata cowok itu yang kemudian lanjut jalan.


Danis dan Arka bener-bener menikmati kencan mereka dengan duduk manis di tribun penonton. Arka selalu menjaga Danis dengan tangan melingkar di pinggangnya serta tangan satunya yang terus menggenggam erat jemari Danis., dia tersenyum melihat Danis yang daritadi terus nyanyi mengikuti lagu yang dibawakan band pembuka. sesekali Arka mencium rambut Danis. dia tidak peduli dengan orang-orang disekitar mereka, toh suasana gelap. dan dia juga yakin yang lain juga bangak yang ngelakuin itu, bahkan mungkin ada yang lebih parah.


Setengah jam lagi band utama naik panggung, penonton mulai gak sabar dan meneriakan nama band itu berulang ulang. Danis berbisik di telinga Arka.


"Arka, daritadi hape kamu geter, angkat gih sapa tau penting."


Arka menggeleng "Biarin,"


"Angkat aja Ka, aku gak papa." Akhirnya Arka menuruti perintah Danis.


Dahi Arka berkerut karena yang nelphon sekarang Ibunya. 'tumben' bantin Arka. dia nunjukin nama sang penelpon ke Danis, dia mengangguk. suasana sangat berisik, Arka tidak terlalu mendengar suara ibunya, tapi satu hal yang dia tangkep saat melihat chat ibunya. Arka kaget.


Arka menoleh ke arah Danis yang masih terus bernyanyi kecil sambil menggoyangkan badannya. 'apa yang harus aku lakukan' batin Arka.


Tanpa pikir panjang, Arka menarik tangan Danis dan mengajaknya keluar. Danis yang tidak mengerti hanya bisa pasrah, karena tarikan Arka begitu kuat.


Danis melepaskan tangan Arka ketika mereka sudah di luar Aula. "Kita mau kemana Arka? bentar lagi Sheila naik lo"


Arka menghembuskan nafas berat dan menarik rambutnya kebelakangdengan keras dan menp Danis merasakan sesuatu yang buruk. Arka memegang kedua pundak Danis, dan melihat matanya.


"Sayank... a-aku minta maaf" kata Arka pelan, dia menelan ludah. Danis menatap tajam.


"Me-Mega ada dirumah ibu. dan aku harus kesana sekarang" Arka tegang, wajahnya terasa panas.


"Terus?" Danis tegas sambil melihat Arka dengan pandangan horor. Dia seperti terkena petir di malam yang penuh bintang. dia tahu, sangat tahu maksut Arka tapi dia ingin mendengar sesuatu dari Arka.


"Orang rumah bingung, karena Mega datang bersama Mamanya sambil nangis. Aku bener-bener harus kesana sayank"


"Terus?" ulang Danis dengan nada yang lebih rendah, matanya sama sekali tidak berkedip dan memangsa Arka tanpa ampun.


"Aku antar kamu pulang du..."


Plaaakkk

__ADS_1


Sebelum Arka melanjutkan kata-katanya tangan Danis sudah lebih dulu mendarat di pipi Arka. dengan cepat Danis pergi dari hadapan Arka.


***


__ADS_2