Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 17


__ADS_3

Cerita 17


Danis duduk sendirian dimeja yang menghadap jendela, sambil menunggu pesanannya Danis membuka hape, ada beberapa chat dari sahabatnya yang intinya sama, bahas gandengannya Danis, si Arka. membaca chat temen-temennya Danis tersenyum sendiri. dia melihat Arka berjalan menghampirinya sambil membawa jasnya yang tadi dia lepas dan ditinggal di mobil. lengan kemejanya dia tarik ke atas sampai siku.


Arka memakaikan jasnya di tubuh Danis," cewek cantik gag boleh pake baju tanpa lengan gini sambil Senyum sendiri. nanti digigit vampir lo" bisik Arka.


Danis tersenyum dan berkata "Makasih jelek" Arka pun duduk di kursi samping Danis.


tak berapa lama pesanan mereka datang, Danis bener-bener pesen ice cream jumbo, dia pengen ngusir pikiran jeleknya. Malam ini dia ingin menikmati kebersamaannya dengan Arka, seperti malam sebelumnya.


"Biasanya tuh cewek gak mau makan ice cream malam-malam, apalagi porsi jumbo gitu" sindir Arka, dia hanya pesan ice cream porsi kecil, karena dia hanya pengen nemenin Danis.


"Aku kan cewek jadi-jadian" jawab Danis sambil terus memakan ice creamnya.


Arka terus memerhatikan Danis yang lagi asyik makan ice cream. Danis yang tau diliatin jadi salting "Apaan sih Arka..."


Arka senyum, "Aku suka semua tingkah kamu"


"Gak usah gombal, basi tau" Kata Danis sambil mukul lengan Arka.


"KDRT nih"


"Biarin"


"Malam ini mau nginep di tempatku lagi?" tanya Arka


"Enggak deh, aku pulang aja. rada gimana gitu akunya. hehehe..."


"Kenapa?"


"Sini aku bisikin" panggil Danis, Arka mendekatkan telinganya "Aku Baru tau kalau kamu ternyata mesum juga"


Danis ketawa, sedangkan Arka garuk-garuk kepala, salting. "Arka gak bole nakal-nakal ya" kata Danis sambil mengusap rambut Arka lembut.


Kini giliran Arka yang bisikin Danis


"Habisnya Danis nafsuin banget, jadinya pengen nerkam terus"


Danis yang malu denger omongan Arka cuma bisa beristigfar sambil mengelus dada. Arka ketawa sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka hanya diam dengan tangan saling berpegangan , hanya terdengar suara lagu yang memang sengaja di putar agar suasana jadi romantis.


"Nis... aku bole minta tolong gak sama kamu?" tanya Arka pelan.


"Kalau gak ngrepotin aku mau" kata Danis sambil melet, dan melanjutkan makannya.


Arka tersenyum pahit "Aku minta tolong kamu buat ngajarin aku sholat sama ngaji" kata Arka pelan. kemaren gak sengaja Arka ngeliat Danis sholat di kamarnya. dia ngerasa ketampar.


Danis masih menyembunyikan rasa kagetnya mendengar ucapan Arka. 'bukannya dari dulu Arka muslim, kenapa harus minta ajari Danis buat sholat.' batin Danis.


dia inget betul waktu SMA Arka anggota BDI (Badan Dakwah Islam) dan dia sering ngeliat Arka sholat. masak itu cuma pencitraan seperti yang sekarang lagi viral.


Danis buru-buru membuang semua pikirannya.


"iya"jawab Danis


" Makasih ya" kata Arka sambil mengusap rambut Danis


Beberapa menit setelah pesanan mereka habis, keduanya meninggalkan cafe. dan langsung naik ke mobil. karena mulai gerimis.


"Langsung pulang ya" kata Arka saat mobilnya mulai jalan


diperjalanan mereka jarang ngobrol, karena Danis lebih asyik nyanyi ngikutin lagu di radio mobil. Arka yang denger Danis nyanyi ketawa renyah. meskipun suaranya kadang fals, Arka tetep cinta.


"Aku langsung balik kerumah ya" kata Arka saat udah masuk kompleks perumahan Danis.


" kamu mau mampir ke orang tua kamu?"


"enggak deh, langsung balik aja"


"kenapa? deket ini"


"Nggak papa" jawab Arka " Aku gak mampir dulu ya sayang. kamu pake jasnya, agak gerimis masihan."


"iya. kamu ati-ati ya, nanti kalau udah sampek chat aku" kata Danis.


"Iya. gak cium dulu nih?" tanya Arka menggoda


"Enggak, ciumnya dalam pikiran aja" kata Danis sambil ketawa.

__ADS_1


"Udah ya,dadah Arka " kata Danis ketika mereka sampai di depan rumahnya.


Danis berlari sambil berkerudung jasnya Arka.tingkah Danis selalu membuat Arka tersenyum. dia baru menjalankan mobil ketika Danis sudah masuk ke dalam rumah.


***


Keesokan harinya, karena masih hari minggu Danis dimintai tolong mamanya buat belanja di minimarket depan perumahan. kali ini dia sendirian, tidak ditemani Dimas, adiknya.


Ketika selesai belanja, Danis melihat diluar hujan cukup deras. dia bawa motor, tapi gak yakin ada jas hujan apa gak. akhirnya dia memilih berteduh sambil duduk di depan minimarket. dia baru sadar kalau dia tidak bawa hape. hujan gini Danis jadi kangen sama Arka. (apa hubunganya coba?hmm..)


"Danis" sapa seseorang dibelakang. Danis menoleh, dia kaget karena yang menyapa ibunya Arka.


"Tante" jawab Danis sambil nyium tangan ibunya Arka." Duduk tan"


"Makasih" jawab ibunya Arka. "lama ya gak ketemu.Kamu sekarang kerja dimana?"


"Saya di perusahaan advertising tan" jawab Danis


"Arka sekarang udah jadi dosen lo.tambah ganteng dia." kata ibunya Arka membanggakan "Tapi ya gitu, dia tinggal di tempat sepupunya, saking sibuknya dia gak pernah pulang kerumah"


"Owh... pantesan gak pernah liat Arka di deket sini" jawab Danis basa basi. 'Sesibuk itu kah Arka sampai jarang bertemu orang tuanya. padahal jarak rumah orang tuanya juga tidak terlalu jauh' batin Danis.


"Namanya anak cowok, gak bisa kalau disuruh dirumah nemenin orang tuanya. Doni kakaknya Arka di Surabaya sama istrinya. palingan nanti Arka juga milih tinggal di Semarang." Jawab ibunya Arka sambil matanya menerawang jauh.


Deg...'perasaan apa ini?' batin Danis. dia seperti menelan pil pahit.


Ibunya Arka menghela nafas panjang "kok ibu jadi curhat gini" kata ibunya Arka sambil senyum. " ibu kamu sehat?"


"Alhamdulilah sehat tante" selanjutnya obrolan berlanjut tanpa membahas Arka.


"Memangnya Arka sudah mau nikah tante?" tanya Danis penasaran.


"kayaknya sih iya Nis, soalnya pihak pacarnya Arka ndesek terus. Arka sendiri juga gak bisa dibilangin. kalau om sama tante sih sebenernya pengen Arka ngelanjutin karirnya dulu" kata ibunya Arka sambil ketawa. Danis berasa kesetrum, dia hanya diam.


"Danis sendiri kapan nikahnya?"


"eh... belum ada calon tante, hehehe" kata Danis sambil senyum.


Obrolan mereka berhenti ketika hujan reda. Danis akhirnya mengantar ibunya Arka pulang. Selama perjalanan banyak pertanyaan yang memenuhi kepala Danis. dan dia ngerasa belum bisa nemuin jawaban buat semua pertanyaan itu.

__ADS_1


***


__ADS_2