
cerita 4
Setelah ngabisin makanan masing-masing, Danis dan Raya langsung keluar dari Mall. Raya pun mengantar Danis ke cafe tempat Danis dan Arka janjian.
"kamu beneran gak ikut ketemu Arka Ray?" tanya Danis sambil benerin rambutnya. "Nggak penasaran sama mukanya si mas Arka tuh?"
"Penasaran sih, tapi males ah, gak terlalu kenal juga aku. nanti kalo dia naksir sama aku gimana? bisa-bisa di ajak selingkuh nanti aku" jawab Raya sambil ketawa.
Setelah cipika cipiki dan nurunin Danis, Raya langsung tancap gaske arah rumahnya.
***
Danis melihat ke sekeliling cafe, tepat di meja pojok terlihat seorang cowok memakai kemeja putih yang duduk sendirian sambil memainkan hapenya. Perlahan Danis mendekati cowok itu.
"udah lama?" tanya Danis sambil duduk di kursi tepat di depan Arka.
Cowok itu mendongak ke sumber suara, senyumnya mengembang melihat Danis. "barusan". jawabnya.
"pesan apa? uda makan?" tanyanya lagi. cowok itu adalah Arka.
__ADS_1
"Uda makan tadi. q pesen capuccino float aja deh" jawab Danis sambil ngerapiin rambutnya. Arka berdiri dan berjalan menuju meja kasir untuk pesan sekaligus bayar.
Saat Arka berjalan kembali ke meja, Danis terus memperhatikan Arka, dalam hati dia memuji Arka. 'tambah ganteng aja Arka' wajahnya yang tampan gag pernah luntur.'
setelah puas merhatiin wajahnya, mata Danis mulai melirik badannya. Badannya makin oke, kalau kemejanya di buka Danis yakin pasti yang muncul roti sobek. Danis menelan ludah.
"haisssh.. mikir apa sih aku. efek kelamaan jomblo kayaknya" Batin Danis.
"pusing?" tanya Arka yang lagi ngeliat Danis memukul pelan kepalanya. Yang ditanya hanya menggeleng kuat.
"kamu sehat kan?gak ada angin ****** beliung tiba-tiba ngajak ketemu, dadakan pula. kamu gak kencan?" tanya Danis basa basi
"aku gak ganggu waktu kamu kan?"tanya Arka
" jomblo mah bebas" jawab Danis sambil mainin sedotan di minumannya
Arka manggut-manggut denger jawaban Danis dan dia pun mulai meminum pesanannya. Arka selalu mengintai gerakan Danis, meskipun dia tetep pasang wajah datar, tapi ada sedikit rasa kagum dihatinya.
"Danis apa kabar?" tanya Arka lembut. mata mereka kini saling bertemu.
__ADS_1
"Alhamdulilah masih sehat walafiat. juga tambah cantik, tambah imut, tambah gendut. tapi masih tetep jomblo" jawab Danis santai.
Arka senyum, kini Danis makin sadar kenapa hampir semua temennya dulu pada menggila kalo liat Arka senyum. Senyumnya tuh emang manis banget, apalagi cowok cuek plus dingin kayak Arka gini senyumnya musiman, dan untuk kesekian kalinya Danis nelan ludah.
"serius jomblo?" selidik Arka sambil menatap Danis tajam.
Danis yang ditatap kayak gitu mendadak merinding, " ciyus dah" jawab Danis sambil menunduk.
Setelah itu obrolan mereka jadi ngelantur kemana-mana. mulai nostalgila jaman sekolah, cerita waktu kuliah, juga sedikit curcol tentang Danis yang masih jomblo. walaupun yang lebih banyak mendominasi ngomong Danis, tapi Arka sudah lumayan luntur sikap dinginnya.
Obrolan mereka terhenti ketika Danis ditelpon Mamanya disuruh cepet pulang, wajar sih karena sekarang udah jam 11 malem. dan Arka pun akhirnya mengantar Danis sampai rumah dengan damai.
***
**oke gengs sampek sini dulu malem minggunya Danis sama Arka. Kira-kira gimana ya cerita mereka selanjutnya?????
gengs... jangan lupa koment dan like ya, biar tambah semangat nulisnya. plus jngan lupa di jadiin novel favorit juga yes... makaseeeh**..
__ADS_1