
Cerita 27
Beberapa hari ini Danis seperti menghindar dari Arka, tiap kali Arka ngajak ketemu, dia selalu alasan sibuk. bahkan waktu Arka ngambil mobil dikantor, dia minta tolong mbak Sisil buat nemuin.
Malam ini, Danis lembur dan pulang sendiri. biasanya kalo lembur dia pulang nebeng mbak Sisil, tadi sebenernya ditawari barengan, tapi Danis nolak, secara mbak Sisil dijemput suaminya. bisa mati kutu nanti Danis.
Saat keluar kantor dia ngeliat mobil Arka udah nunggu. Danis nepok jidatnya.p
"Duh... tuh cowok, dibilangin pulang jam 10, jam segini uda siaga aja." Danis ngeliat jam tangannya, mash jam 20.30.
tiba-tiba ada yang nepuk pundak Danis 'Duh... mamp*s, ketahuan deh' batin Danis. dia menoleh sambil pasang wajah sok imut biar gak kena marah Arka.
"Kamu???" tambah kagetlah Danis ketika tau siapa cowok yang nepuk pundaknya.
"Hay" sapa cowok itu.
Danis mengelus dada sambil bilang " Alhamdulilah" pelan.
"Seneng ya ketemu aku?"
Raut wajah Danis langsung berubah jutek.
"Dih... males" Danis berjalan kearah yang berlawanan dari tempat Arka.
"Hmmm... gini nih cewek, kalo lagi nangis aja ngrengek minta ikut. sekarang pura-pura lupa. bilang makasih aja enggak" kata cowok itu yang ternyata Anjas.
Mendadak Danis berenti, dia menghela nafas panjang. dan berbalik " Makasih ya" katanya sambil senyum maksa. dan jalan lagi.
"Ckckck..." kata Anjas sambil menatap Danis yang berjalan cepat. diapun lanjut jalan ke arah yang berlawanan sama Danis.
setelah beberapa langkah, Hape Danis bunyi.
Arka calling...
tanpa pikir panjang, Danis langsung lari nyamperin Anjas.
"Mo-motor kamu mana?" tanya Danis sambil narik tangan Anjas.
"Tuh" jawab Arka sambil nunjuk motornya yang parkir di bahu jalan, tak jauh dari mereka berdiri.
"Jalan yuk" desak Danis sambil terua megangi tangan Anjas. Anjas kaget.
"Maksutnya?"
__ADS_1
"Udah, nanti aku bayar deh"
"tuh disana banyak tukang ojek" kata Anjas sambil lanjut jalan.
"Please... aku butuh cepet"
"Bodo amat" kata Anjas sok cuek.
"kamu tega banget sih?" kata Danis sambil brenti di depan Anjas.
"Oke, tapi ada syaratnya"
"Ckckck... terserah deh, apapun syaratnya. ayo buruan" kata Danis sambil dorong badan Anjas dan dia sembunyi di belakangnya.
"Segitu sukanya sama aku, sampek nempel-nempel gini" kata Anjas ketika tau ada bagian tubuh Danis yang nyentuh punggung Anjas.
Sontak Danis mukul Anjas keras.
"Ataaw..." teriak Anjas. "Dasar bar-bar"
"kamu sih" Danis memakai helm dan langsung duduk di boncengan Anjas. untung hari ini dia pakai celana.
***
"kamu gak bilang kan. yaudah aku anter pulang ke rumah kamu" kata Anjas sambil terus melajukan motornya.
"kamu sotoy banget sih, rumah aku juga gak di daerah sini kali" kata Danis sambil mukul lengan Anjas.
"Kamu sengaja ya, mau nyulik aku??" kini Danis sudah mencubit lengan Anjas.
"Apaan sih nih cewek, dulu itu kan kamu minta anter ke daerah sini" jawab Arka yang berhentiin motornya.
Danis baru inget, dulu dia minta anter ke rumah mbak Sisil.
"Tuh kan mikir. orang daritadi kamu juga gak bilang mau dianter kemana"
"Kamunya gak tanya" Danis pura-pura marah, padahal dia malu.
"aku ketok juga nih" Anjas mulai geram. sambil tangannya pura-pura ngetok kepala Danis.
"Apa?"
"Terus kemana nih? jangan bilang kamu sengaja ya, biar bisa terus aku boncengin gini" Anjas mulai bergaya sok cool lagi.
__ADS_1
"dih... halu..."
"aku mah ikhlas kog"
"Akunya gak ikhlas" kata Danis sambil mukul Anjas lagi, kini agak pelan. "Yauda gih jalan"
"Ya kemana dulu Nona Danis" kata Arka sambil menekan tiap kalimat.
"ke jalan Dewandaru" kata Danis singkat.
"Oke. pegangan" perintah Anjas.
"Udah" kata Danis sambil manyun
"jangan bahu, geli tau"
" terus pegangan apa?"
"Sini" kata Anjas sambil menaruh tangan Danis di pinggangnya. reflek Danis langsung nyubit.
"Aissshh... nih anak bar-bar beneran deh. aku tuh peduli, takut kamu jatuh"
"Yauda sih jalan aja, daritadi juga gak pegangan" jawab Danis sambil ngelepas tangannya.
"Yakin?" kata Anjas sambil tiba-tiba menjalankan motornya dengan kencang.
"Anjas gilaaaaa" teriak Danis sambil otomatis meluk Anjas, sang pengemudi pun ketawa ngakak. "pelan gak" seakan gak denger perintah Danis, Anjas makin melajukan motornya kencang.
Setelah beberapa menit Anjas mengerem motornya dadakan, Danis yang dibonceng menubruk badan Anjas keras.
"Apaan sih nih anak" kata Danis sambil noleh kanan kiri.
"Ngapain brenti sih? rumahku kan masih jauh"
" makan, laper" jawab Anjas sambil ngelepas helmnya.
"Aku makan dirumah aja" protes Danis
"Ya terserah, orang aku yang mau makan. ato aku makan dirumah kamu aja sekalian ya? lumayan gratis" kata Arka sambil cengengesan.
"Ngrepotin tau gak" Kata Danis yang kini sudah turun dari motor dan masuk ke lalapan pinggir jalan.
"Gak sadar sendirinya juga ngrepotin" kata Anjas sambil memakai topi.
__ADS_1
***