
Cerita 113
"Bagus ya kalian!" umpat Danis sambil berkacak pinggang.
Sontak kedua lelaki itu menengok ke sumber suara, keduanya menelan saliva kasar ketika mendapati Danis sedang berkacak pinggang dengan mata yang menatap tajam.
"Sa-yaaank..." panggil Anjas pelan. Danis hanya natap Anjas tanpa berkata, yang kemudian berbalik arah.
"Mati aku" gumam Anjas lirih. sedang Dimas malah cekikikan ngeliat Anjas.
"Adek ipar lucknut lu" kata Anjas sambil mukul lengan Dimas pelan.
Anjas bergegas nyusul Danis, sampek dia hampir nabrak pintu kamar.
"Udah mas tidur sini aja, palingan juga uda dikunci pintunya" ucap Dimas lagi sambil ketawa.
Benar aja, saat Anjas buka pintu kamarnya pintunya uda dikunci.
"Yaaank... kok pintunya dikunci sih? kamu marah?" tanya Anjas.
Suara masih hening, Danis sama sekali gak menyahut. Anjas mengacak rambut frustasi. Baru nikah beberapa hari udah dikunciin aja sama bini.
"Yank... tega kamu, masak aku dibiarin disini sih? udah setengah jam lo ini" rengek Anjas manja sambil nunduk. daritadi dia terus ngerayu istrinya.
Ceklek...
Wajah Anjas sumringah mendengar suara pintu dibuka secepatnya dia mendongakan wajah, tapi nyatanya pintu kamar Danis masih tertutup rapat.
"Njas... kamu ngapain? gak tidur?" tanya Mama mertua Anjas.
Anjas garuk-garuk kepalanya yang gak gatal. Akhirnya setelah Mama mertua ikut ngetok pintu kamar, dengan terpaksa Danis bukain Anjas, tentu aja sambil dengerin mamanya yang terus nasehatin.
Danis tidur membelakangi Anjas, gak tahan dengan sikap sang istri Anjas meluk Danis dari belakang.
"Yank... maaf, udah dong marahnya" ucap Anjas lembut sambil ngusap rambut Danis dan menciuminya.
Diluar dugaan Danis malah nangis terisak, Anjas makin bingung.
"Yank, yank... kog malah nangis sih? hadap sini napa" bujuk Anjas,
Perlahan dia membalik tubuh mungil Danis. kedua mata mereka bertemu, Anjas mengusap air mata Danis, dan mencium keningnya.
"kamu kenapa nangis? hmmm?"
"Maaf" cicit Danis, Dahi Anjas mengkerut. "Maaf udah ngunciin kamu diluar, habis kalau dari novel yang aku baca, pas kita sebel sama suami dibilangnya kunciin aja dari dalam kamar gitu yank"
__ADS_1
Anjas nepok jidat " Astaga yank, segala novel diturutin. terus kenapa malah nangis?"
"Ya aku sadar kalau salah, lagian aku nyesel ngunciin kamu" kata Danis sambil ndusel di dada Anjas.
"gak ada yang meluk ya kalau tidur?" Danis ngangguk, Anjas ketawa.
"Mangkannya jangan sok-sok ngunciin suami, dosa tauk!" goda Anjas sambil nyium rambut Danis.
"Habisnya sebel aku tuh yank, tengah malam kamu malah enak-enakan selingkuh sama Dimas"
"Dih ngomongnya, selingkuh apaan orang cuma main game yank"
"tadi seharian kamu juga main game aku dikacangin, istri kamu itu aku apa Dimas sih?"
"yaelah yank, masak juga cemburu sih sama Dimas?" kata Anjas sambil geleng-geleng "lagian aku tuh gak nahan kalau berduaan sama kamu doang!"
"Maksutnya? kamu gak seneng berdua sama aku?" Danis natap tajam Anjas.
"Ckck... yank, dulu aja nih waktu masih pacaran berduaan sama kamu tuh nyiksa aku banget, apalagi sekarang udah nikah bawaannya pengen makan kamu aja." jelas Anjas.
"Apaan sih!"
"aku gak nahan yank, pengennya bobol gawang kamu, tapi kan lagi palang merah" cicit Anjas sambil ngusap bibir Danis.
Danis senyum, Dia ngerasa juniornya Anjas mulai mengeras di bawah sana.
"Yank kog tidur" rengek Anjas dengan suara serak "Yaaank... tega ya kamu"
"Terus aku kudu gimana?"
"Bantuin pake ini" kata Anjas sambil ngusap bibir Danis lagi.
"Gak mau ah, masak pengalaman pertama pake bibir, ogah. sabar ya suami" ucap Danis sambil memejamkan matanya.
"Yank... keras banget ini, tidurin kek"
"Sini aku nyanyiin nina bobo"
"kamu mah gitu yank, serius yank, pegang dong" kata Anjas sambil ngarahin tangan Danis ke juniornya.
"geli ih yank" kata Danis saat tangannya mulai menyentuh milik Anjas.
"Elus-elus doang yank" Danis menuruti kemauan Anjas, tapi makin lama Anjas malah makin blingsatan.
"cukup yank" Anjas nahan tangan Danis, "Tidur aja yuk!" dia mengeratkan pelukannya ke Danis.
__ADS_1
"Maaf ya suami" cicit Danis sambil nahan senyum.
"hmmm..." bales Anjas, sekuat mungkin dia coba nahan hasratnya ke Danis dan milih memejamkan mata.
***
Malam ini resepsi pernikahan Anjas dan Danis di gelar, keduanya sudah siap. Danis dengan gaun muslim modern warna gold sedangkan Anjas memakai tuxedo warna putih.
Selama resepsi keduanya menampilkan wajah sumringah, mengamini setiap doa yang diucapkan para undangan.
"Yank..." panggil Anjas di sela-sela acara, mumpung tamu undangan belum ada yang salaman lagi.
"hmmm?" jawab Danis dengan wajah penuh senyum.
"kamu cantik!"
"iya tau"
"tau darimana?"
Danis memutar bola matanya jengah "daritadi kamu udah ngomong itu terus yank"
Anjas senyum, "kalau aku?"
"Kamu juga yank" sahut Danis malas.
"aku juga apa? cantik?"
"Ck... ganteng yank, kamu ganteng maksutnya!"
Anjas mesam mesem "gitu dong yank suuaminya dipuji"
"Ya ampun yank, ini tamu undangannya masih banyak loh, kamu malah ngajakin bercanda"
"biar gak terlalu capek yank, dibawa santai"
"capek aku tuh yank, lagian ini tamu kenapa banyak banget sih yank? kenal juga enggak" keluh Danis.
"sama. paling banyak juga undangan mama papa kita yank" kata Anjas "Mau kabur aja gak yank?"
"sembarangan, gilanya di tahan dulu dong yank" sahut Danis dengan mencubit pinggang Anjas pelan. Anjas malah ketawa.
***
__ADS_1