
Cerita 89
Danis genggam tangan Anjas, mengusap pipi Anjas dan tersenyum, dia menggeleng, Anjas mlengos menahan emosi. secepat kilat Danis balik menatap Arka. dan...
Plaaaak...
Anjas terkejut, Arka lebih terkejut. Danis nampar Arka. tangan satunya masih terus genggam tangan Anjas, genggaman itu makin erat.
"Berenti gangguin hidup aku Ka, Cerita kita uda selesai. Aku uda bahagia sama Anjas" kata Danis sambil natap Arka, matanya berkaca-kaca. Arka nunduk, dia diam.
'jangan rubah memori indah kita jadi buruk Ka' batin Danis
"Kita pergi sayank" ajak Danis sambil ngeliat Anjas, cowok itu senyum.
Perlahan Anjas narik tangan Danis yang dibuat nampar Arka, dengan lembut dia nyium tangan itu berkali-kali.
"sakit? lain kali jangan kotorin tangan kamu buat nyentuh sampah sembarangan" emosi Anjas menguap. "karena itu tugas aku"
Danis senyum dan ngangguk. Anjas ngeliat Arka. "terserah lo mau ngelakuin apa, tapi gue bakal jagain calon istri gue dari cowok pengecut kayak elo" Anjas narik Danis pergi dari depan Arka.
"Nis, dengerin aku dulu. aku bakal berjuang buat kamu, buat kita" teriak Arka.
Danis berenti, dia noleh ke Arka. "gak perlu, karena udah gak ada Kita antara aku sama kamu"
Arka kaget, "Tapi aku cinta banget sama kamu Nis, dan aku yakin kamu juga masih cinta sama aku. jangan bohongin diri kamu sendiri Nis!" teriak Arka lagi.
Danis gak menggubris omongan Arka, dia lanjut jalan dengan tangan masih menggenggam tangan Anjas.
"Aku antar pulang sekarang?" tanya Anjas saat mereka uda diatas motor.
"ke tempat kamu dulu boleh gak?" ajak Danis
"iya sayank" kata Anjas sambil ngusap tangan Danis yang lagi nyabuk di pinggang Anjas.
***
Danis terus ngeliat Anjas yang lagi tidur selonjoran di atas karpet, satu tangannya dibuat bantal dan satunya dibuat nutupin mata yang lagi merem. Danis ikut tiduran disamping Anjas, dia menatap langit-langit rumah Anjas.
"Njas, kamu marah?" tanya Danis tiba-tiba.
"Enggak" jawab Anjas masih dengan posisi yang sama.
"boong, daritadi diemin aku terus" Danis ngeluarin jurus manjanya.
"Aku gak marah sama kamu Dan, tapi aku lagi marah sama cowok brengs*k tadi" kata Anjas masih rada emosi.
"udah gak usah dipikirin"
"gimana aku gak mikir, dia bilang mau ngambil kamu dari aku" Anjas langsung duduk, emosinya masih menguasai.
"tapi kan aku gak mau"
Anjas ngelirik Danis, dia seperti pengen bilang sesuatu tapi ditahan.
__ADS_1
"kamu gak percaya sama aku?" Danis yang ngeliat ada keraguan di mata Anjas ikutan duduk.
Anjas masih diam, Danis menarik nafas panjang.
"jujur aku emang belum bisa ngelupain perasaanku ke Arka sepenuhnya. tapi kamu harus percaya Kalau aku mau nglupain dia, dan aku lagi berusaha menuhin hati aku dengan nama kamu" kata Danis tegas.
Anjas ngeliat Danis, mata wanita itu berkaca-kaca, dengan sekali kedipan air matanya lolos. Anjas frustasi ngeliat Danis nangis dihadapannya. dia mengacak rambutnya kasar.
"aku percaya sama kamu" Anjas meraih tubuh Danis ke dalam pelukannya. Tangis Danis makin pecah.
"Maafin aku Dan, kamu jangan nangis lagi. Sikapku kayak gini karena aku..." Anjas seperti ragu mau ngelanjutin kalimatnya.
Danis mendongak "aku apa?"
"aku cemburu" bisiknya di telinga Danis. cewek itu malah makin sesenggukan.
"aku tuh sayank sama kamu, denger ada cowok bilang mau ngambil kamu gimana aku gak emosi? apalagi aku gak bisa jagain kamu terus"
"kamu gak usah khawatir, aku bakal slalu jaga hati aku cuma buat kamu" kata Danis di depan dada Anjas.
Kini Danis bisa ngerasain gimana gedebumnya jantung Anjas, dia nikmatin irama jantung Anjas yang seakan mau copot, karena itu sama dengan jantung Danis saat ini. bergemuruh gak terkontrol.
Sesaat mereka masih diam dengan tubuh saling berpelukan. Sesekali Anjas nyium rambut Danis.
"Kamu kemaren ketemu Mama sama Nindi?" tanya Anjas tiba-tiba, dia melepas pelukannya dan milih duduk berhadapan dengan Danis.
Gadis cantik itu ngangguk.
"terus?" tanya Anjas
"cantik"
"Nindi juga cantik!" kata Danis jutek
"kamu lebih cantik"
"boong"
"Serius!"
"kalau aku lebih cantik kenapa kamu malah mau tunangan sama Nindi?"
Skakmat...
"aku dijodohin yank, aku juga baru tau semalem. Mama ngiranya aku belum punya pacar, jadi Mama inisiatif sendiri"
Danis nunduk, dadanya kembali sesak, dia mukul tangan Anjas pelan. tanpa sadar air matanya turun lagi.
"kamu mau ninggalin aku?" tanya Danis lagi, dengan wajah yang udah basah.
"enggak Danis..."
"Tapi..."
"kamu percaya sama aku?" tanya Anjas, Danis ngangguk. "Kamu mau berjuang sama aku?"
Danis kembali ngangguk.
__ADS_1
Perlahan Anjas meraih kedua tangan Danis dan menciumnya "kamu harus siap, aku gak bakal ngelepasin tangan kamu buat cowok brengs*k kayak Arka, ato yang lainnya"
"Aku..."
Sebelum Danis selesai ngomong, Anjas mengecup bibir Danis, kedua bibir mereka tarik menarik, saling melum*t dan semakin Dalam. ciuman yang makin panas itu berlangsung cukup lama. Mereka seakan saling nunjukin kepemilikannya.
"gimana tes kamu kemaren?" tanya Danis saat aktivitas mereka udah Selesai.
"Alhamdulilah lancar, tapi masih ada beberapa tes lagi"
"kamu pasti lolos, calon suami aku kan keren main bolanya" kata Danis sambil menaik turunkan alisnya
"amin. dukung aku terus ya Yank. ini tuh impian aku, masuk Timnas dan ikut ngebela di event internasional!"
"iya. kamu pasti bisa. bawa tuh timnas kita sampe nanti tembus piala dunia"
"amiin"
Danis emang gak suka kalau ditinggal-tinggal, tapi dia gak boleh egois, ini karir Anjas. dan apalagi Anjas keliatan begitu seksi saat giring bola. deh... pikiran Danis ngelantur kemana-mana.
"Yank..." panggil Anjas saat ngeliat Danis malah asyik ngelamun. Danis noleh.
"kamu ada rencana apa buat gagalin tunangannya?"
"masih belum kepikiran yank" jawab Anjas enteng. "aku lagi mikir gimana nyium kamu lagi" kata Anjas sambil dekep badan Danis.
"mesum ih" teriak Danis sambil nyubit perut Anjas. sedetik kemudian cewek itu malah senyum-senyum.
"kenapa? senyum gk ajak-ajak!"
"lucu aja, kalau inget dulu tiap ketemu kita selalu tengkar, ngebully. tapi sekarang malah manja-manjaan gini"
Anjas ikutan senyum "kamu tuh manja banget ke aku"
"heleh sama, kamu juga manja banget"
"jadi gak boleh manja ke calon istri sendiri? apa harus manja ke cewek lain?" goda Anjas sambil noel-noel pipi Danis.
"awas aja kalau berani!" kata Danis sambil meluk Anjas erat.
"gak bisa nafas yank" kata Anjas sok ngrengek. spontan Danis nglepas pelukannya.
"Maaf" lirih Danis, Anjas ketawa dan ngacak rambut Danis.
"kamu besok malam gak mau liat aku tanding?"
"kayaknya gak bisa Njas, besok aku lembur" jawab Danis ragu. Anjas hanya ngangguk.
"Kamu nih daritadi Njas-njas terus, udah lupa manggil Sayanknya? dasar Jutek!" Anjas nyubit hidung Danis sambil manyun.
Danis senyum dan deket ke telinga Anjas, "Jangan ngambek dong Shayaaankkhhh... hhh" goda Danis dengan suara dibuat seksi dan sedikit mendesah.
"Danisss!" bentak Anjas, "Nakal ya kamu, bikin merinding aja" kini tangan Anjas udah gelitik badan Danis.
"Ampun yank!" rengek Danis
"gak pake!" Anjas masih terus gelitik Danis. "suka banget goda aku, udah tau imanku tipis, kalau khilaf gimana?."
__ADS_1
"hahaha..."
***