
Cerita 8
"Nis... kamu inget gak sama temenku yang ikut kita nonton waktu itu" tanya Ricko temen sekantor Danis. sambil mencoba mengingat, Danis tetap merapikan meja kantornya.
"Si Dana maksud kamu?" tebak Danis, Ricko tersenyum. Danis mengangguk.
" Kayaknya dia naksir kamu, nanya-nanya kamu gitu dia" Danis senyum datar. Dana keliatan ganteng sih, tapi Danis ngerasa agak nggak suka aja sama sikapnya yang suka pamer.
"Hari ini dia mau nraktir kita makan, kamu wajib ikut Nis" desak Ricko, Danis menggeleng.
"Ayolah, anak-anak yang lain juga ikutan kok. Anggap aja penjajakan. besok lagian libur kerja kan"
"Mangkannya besok libur, aku pengennya cepet balik" Rencananya hari ini dia mau langsung pulang, badannya remuk karena tiap hari lembur.
"ikut aja Nis, sapa tau dia jodoh kamu yang lagi keselip." Mbak Sisil ikut mbujuk "Nggak baik nolak rejeki gitu"
" Kalo emang kamu gak tertarik buat pacaran sama dia. setidaknya lumayanlah bisa makan gratis rame-rame" Mita temen Danis ikut nimbrung sambil senyum nakal.
"Demi kesejahteraan perut kita Nis" kata mbak Sisil lagi.
"Sial*n kalian, Masak aku ditumbalin sih" umpat Danis kesal. " hmmmm... Yauda deh, ayo. tapi bentar aja ya"
***
Temen-temen Danis emang sengaja nih jebak dia. Denger kalo si Dana naksir Danis, baru nyampe resto aja temen-temenya uda mulai godain terus. terpaksa juga Danis ngeladeni temen-temennya dengan candaan, walaupun Danis ngerasa nggak nyaman banget.
Ditengah keusilan temen-temennya Hape Danis bunyi.
'Arka calling'
__ADS_1
Deg... Setelah sesi curhat di mobil satu minggu yang lalu, mereka seakan sama- sama ngilang, emang dasarnya sibuk sih. telponnya di tutup, sebelum Danis sempat ngangkat.
"Sibuk?" chat Arka
"Lagi makan sama orang kantor" jawab Danis cepat.
" O... sory ganggu"
"Gak ganggu, lagian pada usil nih anak-anak. pengen cepet balik rasanya" terang Danis sambil emot mewek.
"Kenapa?"
"Dicomblangin gitu, kan resek"
"dimana kamu?" tanya Arka. Danis menyebutkan nama resto tempat ia dan temen-temennya makan.
Kurang lebih 1 jam Danis menghabiskan waktu buat ngeladeni temen-temennya. kini setelah makanannya abis dia pengen langsung kabur aja. Padahal temen-temennya ngotot pengen lanjut ngopi.
Danis masih sibuk ngeladeni keusilan temen-temennya ketika ada yang mengacak rambut Danis pelan. alhasil semua mata tertuju ke pelaku. Danis makin kaget ketika tau kalau yang berdiri tepat dibelakang, dengan tangan masih betah dikepalanya adalah Arka.
"Dari tadi dicariin" kata Arka sambil ngangkat hapenya. Buru-buru Danis ngambil hapenya.
10 panggilan tak terjawab.
"Sory..." kata Danis sambil senyum. dia lupa kalau semua mata temen-temennya masih ngeliatin.
"Maaf ganggu. boleh pinjem Danisnya gak?" kata Arka ke temen-temenya Danis. semuanya masih diem, gak ada yang jawab.
"eh.. iya, bawa aja mas. kita juga uda bosen sama Danis" kata mbak Sisil akhirnya.
__ADS_1
" ayok" ajak Arka. Danis ngambil tasnya dan pamitan ke temen-temennya.
"Aku duluan ya, makasih Dana buat traktirannya" Dana ngangguk, meskipun rada sebel juga.
"Makasih ya" kata Arka ke temen-temen Danis.
***
"Kamu kenapa dateng dadakan sih?" tanya Danis saat mereka berdua masuk dalam mobil
"Katanya pengen balik"
" Gak gitu juga caranya, aku jadi ngerasa nggak enak sama yang lain" kata Danis sambil ngeliat Arka.
" Kamu gak enak sama cowok yang dicomblangin ke kamu?" selidik Arka.Danis diem. " kamu suka sama dia? yaudah balik sana". kata Arka dingin.
" Kamu kenapa sih, malah marah ke aku gini" protes Danis.
Arka menoleh ke Danis " Aku sengaja jemput kamu karena kamu bilang pengen balik rumah. tapi kalau kamu lebih mikirin perasaan cowok tadi yaudah" Arka mendengus kesal.
Kini Danis ngerasa serba salah. dia cuma nggak mau aja kalau yang lainnya mikir macem-macem tentang dia sama Arka. dan jujur, dia juga gak enak ke Dana. udah belain nraktir tapi dia malah pergi sama cowok lain. yang Danis maksud, kalau emang Arka mau jemput kan bisa nunggu diluar tanpa yang lain tau. tapi sekarang Arka malah salah paham dan marah. Padahal dia berniat bantuin Danis.
"iya maaf... aku kaget aja tadi" kata Danis akhirnya.
"terus jadinya kamu mau ikut aku apa balik ke dalem?" tanya Arka masih kesal.
"ikut kamu" jawab Danis pasrah.
***
__ADS_1