Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 42


__ADS_3

Cerita 42


Danis benar-benar meninggalkan Arka malam itu, dia berjalan keluar resto tanpa mau menanggapi panggilan Arka, dia sudah muak berada disana. hatinya remuk, dia sangat tidak ingin mendengar bahkan melihat ke Arka.


Malam ini terasa menyesakkan bagi Danis, dia juga milih menghindar dari ketiga sahabatnya. dia mengirim chat ke Sisil beralasan tidak sengaja bertemu temannya dan di ajak jalan. Danis tau Sisil pasti kecewa, tapi dia juga tidak mau merusak liburan sahabatnya dengan kembali sambil menangis.


Sedikit berlari Danis melewati jalan Malioboro, sampai beberapa kali dia tidak sengaja menabrak orang. Rasanya dia pengen kabur, tanpa ada orang yang menemukannya, terutama Arka.


"Danis..." panggil seorang cowok, dia memegang pergelangan tangan Danis. sedang cewek itu sudah ancang-ancang mau menampar cowok dibelakangnya kalau itu benar Arka. Danis menoleh, matanya membulat dan air kembali menetes membasahi pipinya. cowok itu memeluknya di tengah jalan dan berhasil menarik minat orang disekitar mereka.


"harus gitu, nangis sampek jauh-jauh ke jogja" kata cowok itu sambil meletakan ice cream di depan hidung Danis, dengan cepat Danis mengambil ice cream itu dan memakannya, bodo amat dia sama nyinyiran cowok di depannya. cowok itu Anjas.


"Pelan-pelan,gak bakalan aku minta lagi" kata Anjas sambil geleng-geleng. tapi dia lumayan lega karena Danis udah gak sehisteris tadi.


--Flashback on--


Anjas sedang jalan sendirian di Malioboro, sebenernya dia ke jogja sama temannya. tapi malam ini temennya lagi sakit perut, terpaksa dia jalan sendiri. Anjas sangat menyukai susana malam seperti ini. melihat pengamen jalan di sepanjang malioboro menjadi kegiatan wajib setiap dia ke jogja.


"Danis tunggu..." telinganya mendengar suara yang seperti tidak asing, apalgi nama yang disebut. dia mencari sumber suara itu. "Arka!" gumam Anjas dengan mimik kaget dia melihat Arka berdiri di depan sebuat resto. kemudian dia melihat ada seorang cewek menghampiri Arka, memeluk lengannya dengan mesra.


Anjas mengepalkan tangannya, bagaimana bisa pacar Danis itu bermesraan dengan cewek lain. Dia semakin geram saat tangan Arka mulai memeluk pinggang cewek itu.

__ADS_1


buuukk...


"Brengsek!" kata Anjas setelah memukul wajah Arka. cewek disebelahnya histeris karena tiba-tiba ada yang memukul kekasihnya. Arka sendiri juga gak kalah kaget melihat siapa yang memukulnya, dia diam karena tau kenapa Anjas memukulnya.


Tanpa memedulikan orang-orang yang melihat ke arahnya, Anjas pergi dan sedikit berlari mengejar Danis yang sudah mulai tidak terlihat. setelah berjalan cukup jauh Anjas melihat Danis yang minta maaf karena menabrak orang. dia tersenyum simpul.


"Danis..." panggil cowok itu sambil memegang pergelangan tangannya. Danis menoleh dan terlihat kaget melihat Anjas di belakangnya. Selanjutnya malah Anjas yang dibikin kaget karena tangisan Danis yang berhasil menyedot beberapa pasang mata disekitarnya. terpaksa dia harus memeluk cewek itu, menenangkannya.


Setelah dirasa tangisan Danis mulai berhenti, Anjas melepas pelukan itu, dia tersenyum manis ke cewek di depannya, tangannya mulai menghapus sisa air mata di pipinya.


"Minggir dong, pacaran di tengah jalan. mau sok sokan syuting drama korea?" celetuk salah satu orang dibelakang mereka.


Anjas baru sadar dari tadi dia sama Danis pelukan di tengah jalan malioboro yang emang lagi padat orang lewat. wajahnya bener-bener merah menahan malu. "kabur yuk" Ajak Anjas sambil narik tangan Danis, mereka berjalan agak cepat melewati orang di depannya.


Danis masih terus memakan ice creamnya, dia bener-bener gak nanggepin cowok di depannya. sebenernya Danis agak malu juga karena ketahuan Anjas nangis untuk kesekian kalinya, apalagi mereka lagi di jogja. cara satu-satunya hanya pura-pura masa bodo seperti sekarang.


"Mau lagi?" tanya Anjas yang melihat ice cream Danis mau habis, cewek itu pun ngangguk.


"Tuh... kamu jalan lurus sana, minimarketnya masih buka" kata Anjas kemudian.


"Jahat banget sih. peka dikit kek, beliin gitu"

__ADS_1


"kurang peka apalagi sih, tadi udah aku peluk, aku ajak nyari tempat duduk, udah aku beliin ice cream, dua lo itu tadi. kalau mau lagi ya beli sendiri sono"


"ckckck..." kata Danis sambil beranjak pergi.


"Mau kemana?" tanya Anjas heran.


"beli ice cream" jawab Danis singkat, Anjas geleng-geleng lagi.


"udah jangan kebanyakan ice cream, gendut baru tau rasa kamu. ikut aku" kata Anjas sambil berjalan melewati Danis.


Setelah berjalan beberapa langkah Anjas sadar kalau Danis tidak mengikutinya, dia menoleh kebelakang dan mendapati Danis yang sekarang kembali duduk di tempatnya tadi.


"Ngrepotin banget sih nih cewek" Akhirnya Anjas kembali menghampiri Danis.


"kamu mau aku gendong apa jalan sendiri?" Danis tetap diam. "Nantangin" kata Anjas sambil mau gendong Danis.


Danis yang kaget karena Anjas beneran mau gendong mendadak berdiri. "iya iya" katanya singkat.


"gitu dong, pinter" kata Anjas sambil jalan, tapi kemudian menoleh ke Danis "mau pengangan tangan lagi gak?" kata Anjas sambil senyum.


Danis melotot, dia inget sepanjang jalan tadi Danis tidak mau melepaskan tangan Anjas, dia begitu erat memegangnya. karena memang sekarang dia butuh orang buat nguatin dia, dan si*lnya orang yang ada disampingnya saat ini Anjas.

__ADS_1


***


__ADS_2