
Cerita 72
"Mana Danis?" tanya Anjas dari atas motornya, gazebo rumah Raya emang di depan, deket dari jalan masuj. Anjas turun dari motor, berjalan mendekati Raya dan Nino.
"udah balik!" jawab Raya ketus.
"eh monyet, dibilangin jagain dia biar gak kabur, sialan lu. ck... percuma jauh-jauh kesini" omel Anjas sambil pura-pura mukul Nino.
"masih pede gitu nemuin Danis?" tanya Raya sinis, Anjas ngeliat Raya dan Nino gantian.
"jangan bilang kalian juga mau bahas gosip itu?" tanya Anjas, dia mengusap wajahnya kasar.
"klatifikasi dong Njas! daritadi kena omel Raya terus nih aku!" protes Nino. Anjas ketawa.
"Tapi Danis keliatan cemburu gak? masih marah dia?" tanya Anjas penasaran.
"tanya sendiri noh!" suruh Nino sambil nunjuk dengan dagunya ke belakang Anjas.
Anjas noleh ke belakang, Danis berjalan keluar dari rumah Raya. dia melihat ke Anjas sekilas, terus ngalihin pandangan walaupun kakinya terus berjalan deketin ketiga orang digazebo. Anjas senyum.
"Apa?" tanya Danis sinis sambil ngeliat Anjas, dia berjalan melewati Anjas. Belum sempat Danis duduk Anjas udah narik lenganya.
"udah malem, aku anter balik!" kata Anjas tegas, dia memakaikan jaket dan ngambil tas Danis.
"eh apaan, kamu belum jelasin apa-apa sama kita, woy!" protes Raya.
"gak ada faedahnya lama-lama disini, mending berduaan sama Danis ngobrolin masa depan!" kata Anjas sambil salaman sama Nino juga Raya.
"Ayo!" perintah Anjas sambil megang tangan Danis, tubuh Danis yang mungil jelas gak bisa berkutik saat ditarik Anjas, dia hanya melambaikan tangan ke Raya dan Nino yang cuma diem ngeliatin.
"kadang aku kasian sama Anjas, dia terus narik hati Danis biar jatuh ke hatinya, tapi kayaknya hatinya Danis udah mentok ke Arka" gumam Raya yang masih bisa di denger Nino.
"segitu dalemnya cinta si Danis?" tanya Nino santai.
"Eh yank, kamu ada temen lain gak buat dicomblangin sama Danis?"
"Ngapain sih yank, ceritanya Anjas aja belon kelar mau nambah masalah"
"rada gak yakin aku Danis mau sama playboy modelan si Anjas gitu" kata Raya pelan, Nino hanya geleng-geleng.
Sedangkan Anjas, dia terus melajukan motornya. tanpa ada obrolan sama sekali. mereka berdua lagi asyik dengan pikiran masing-masing. sampai akhirnya mereka sampai di rumah Danis.
"udahan dong marahnya"kata Anjas sambil bantu ngelepas helm Danis, perlahan tangan Anjas benerin rambut Danis yang sedikit berantakan.
"Siapa yang marah sih?" tanya Danis sedikit cuek. Anjas senyum miring.
__ADS_1
"terus kenapa juteknya jadi nambah berkali lipat gitu?" tangannya megang tangan Danis "kamu belum bisa percaya sama aku?"
Danis hanya diam, matanya mulai mencari pelarian, dia gak tahan di tatap Anjas sebegitu lembutnya. "lusa aku berangkat ke Bandung sekalian mampir jakarta, mungkin agak lama, karena aku juga harus nyelesain iklan yang kemaren."
Danis balik natap Anjas 'dia bakal ketemu sama Tasya dong? Sebenernya mereka pacaran gak sih? kenapa Anjas gak jelasin' batin Danis.
"Please... percaya sama aku, yang ada di hati sama kepalaku cuma kamu. Danis!"
suasana lengang sejenak, mendengar Anjas ngomong seperti ada angin segar di hati Danis, matanya berkaca-kaca. Anjas tersenyum sangat manis.
"aku balik dulu. gak usah mikir macem-macem, istirahat aja. kamu keliatan capek banget" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis, kebiasaan yang udah kayak candu bagi Anjas.
***
"mbak, semalem jadi dijemput Anjas?" tanya Mama Danis saat mereka berdua lagi masak di dapur. weekend gini Danis lebih suka dirumah, kecuali kalau ada yang nyulik sih.
"kog Mama tau?" tanya Danis penasaran.
"tau lah" jawab Mama Danis santai, dan mulai bercerita.
--Flashback on--
"Assalamualaikum tante!" sapa Abjas sambil nyium tangan Mamanya Danis.
"Enggak nyari Danis kog Tan, mau ketemu Tante" kata Anjas sopan, Mama Danis bingung, Anjas senyum. walaupun dia penasaran kemana Danis, pikiran jelek muncul.
'Apa Danis pergi sama Arka ya?' batin Anjas. Pulang dari rumah Sisil, Anjas pergi ke rumah Danis. tapi tujuannya memang bukan ketemu Danis.
"yauda duduk yuk!" Ajak Mama Danis sambil duluan duduk di teras depan rumahnya.
"Anjas langsung aja ya Tan, sebenernya Anjas mau jelasin ke tante soal gosip yang lagi viral itu" sedikit gugup Anjas ceritain, sama seperti yang dulu dia bilang ke Danis, kalau dia jalan ke Mall cuma nyari kado buat Danis, itu juga bareng-bareng, pas makan juga mereka rame-rame.
"jadi kamu gak pacaran sama dia?" tanya Mama Danis.
"enggak Tan, sumpah. kita emang lagi ada kerja sama. mungkin gosip itu dibuat promo atau apa aku gak ngerti juga. yang jelas aku gak ada hubungan apa-apa sama Tasya, boro-boro pacaran aku aja gak punya nomernya dia Tan." terang Danis.
"kamu udah jelasin ke Danis?" Anjas menggeleng. "terus kenapa kamu mikir buat jelasin ke Tante? mau minta tolong tante buat bantu jelasin ke Danis?" tanya Mama Danis lembut
"Enggak tante, sebenernya pas kejadian itu aku komunikasi terus sama Danis, aku pikir Danis paham lah." kata Anjas. "Aku jelasin ke Tante biar tante gak salah paham"
"Maksutnya?"
"gak lucu dong kalau gegara gosip murahan gini tante jadi gak ngrestuin saya sama Danis" kata Anjas sambil garuk tengkuknya yang gak gatal. Mama Danis senyum.
"kamu serius sayang sama Danis?" tanya Mama Danis dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"serius banget tante, tapi Anjas gak mau pacaran sama Danis tan" Mama Danis heran, " Mau langsung nikah aja, hehehe."
"kamu nih, tante aminin gak nih?" goda Mama Danis
"Aminin dong Tan, sekalian dibacain alfatihah biar lancar, hehehe" kata Anjas dengan senyumnya, begitu juga dengan Mama Danis, dia tersenyum dengan bibir bergetar seperti sedang membaca doa.
"Amin" kata Mama Danis singkat, keduanya tersenyum. tak lama ponsel Anjas bunyi, dia menjauh dan mengangkat telphon.
"Tante, Anjas pamit ya, mau jemput Danis di rumah Raya" pamit Anjas setelah nutup telphonnya.
"yaudah, ati-ati. pulangnya gak usah malem-malem"
"iya tante, ini juga udah malem. setelah jemput langsung anter Danis balik kog" kata Anjas sambil nyium punggung tangan Mama Danis.
--Flashback off--
Danis tertegun denger cerita Mamanya, "jadi yang dia maksut calon mertua tuh Mama?" gumam Danis pelan, dia sedikit senyum.
"kamu ngomong apaan sih Nis?" tanya Mama Danis, sambil ngelanjutin kerjaannya.
***
Siang ini Danis berencana datang ke ruang baca, bilangnya mau baca-baca novel, aslinya dia modus mau ketemu Anjas minta maaf sekalian mau ngajak nonton.
Dengan santai dia berjalan masuk ke dalam cafe, langsung ke meja kasir mau pesen minuman.
"mbak Ina, Cappucino floatnya 1 sama kentang goreng ya" pesan Danis, "Emm... Anjasnya ada?"
cewek penjaga kasir yang bernama Ina tersenyum kecut, dan nunjuk ke salah satu meja dengan dagunya. Danis ngikutin arahan dari Ina. Matanya melihat Anjas lagi duduk berhadapan dengan Tasya, artis yang lagi digosipin sama Anjas.
Deg...
Tasya terlihat sedang menjelaskan sesuatu, dari ekspresinya dapat dilihat kalau dia terlihat suka sama Anjas, bukan hanya itu yang bikin Danis kaget, tangan mereka saling bertemu di atas meja.
"Mbak... aku gak jadi pesen ya." kata Danis dan langsung berbalik arah mau keluar cafe.
Bruuuk...klontaaang...
karena buru-buru Danis gak ngeliat ada pelayan yang lagi bawa nampan, untung aja nampannya udah kosong. tapi kejadian itu berhasil bikin pengunjung cafe menoleh, termasuk Anjas dan Tasya.
Mata Danis dan Anjas bertemu, mereka seperti berbicara lewat tatapan. perlahan Anjas berdiri dari duduknya, dia berjalan mendekat. Danis yang sadar dari lamunannya sontak berjalan agak cepat keluar cafe.
"Daniiiss!!!"
***
__ADS_1