Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 111


__ADS_3

Cerita 111


Danis begitu kesal, sudah lama dia nunggu kepulangan suaminya, tapi saat ditinggal ganti bentar Anjas malah udah molor. Perlahan Danis ikut rebahan di samping Anjas. dia pandangi wajah suaminya yang terlihat tenang. dia sadar suaminya pasti lelah.


"Selamat tidur suamiku sayank" gumam Danis pelan sambil senyum, dia juga ikut tidur.


***


Suara adzan subuh terdengar dari ponsel Anjas, cowok tampan itu perlahan membuka mata, dengan pikiran yang masih belum terlalu sadar dia melihat Danis tidur didepannya. tangannya memeluk Anjas posesif.


Anjas mengerjapkan matanya beberapa kali, dia baru sadar kalau dia sudah menikah dengan Danis senyumnya mengembang, tapi dengan cepat senyum itu berubah dengan rasa kaget.


"Malam pertama gue gagal..." ucap Anjas melas, sambil menghentakan kakinya. tangannya mengacak rambutnya gusar.


Pergerakan Anjas itu membuat Danis bangun, dia mulai mengumpulkan nyawa. dia natap Anjas dan senyum, "Selamat pagi suamiku"


Anjas malah manyun, "Yank, malam pertama kita gagal" cicit Anjas manja.


Danis ketawa "Salah sendiri, udah aku bela-belain pake baju kurang bahan, eh kamunya malah ketiduran" cibir Danis


"Kenapa gak bangunin sih yank" rengek Anjas


"Mana tega aku ngeliat kamu tidur kayak gak punya dosa gitu"


"Maaf" ucap Anjas sambil meluk Danis, bibirnya mengecup kening Danis beberapa kali. "Sekarang ya yank" bisik Anjas


"Sholat dulu" kata Danis sambil beranjak berdiri ngelepas pelukan Anjas. Danis berdiri membelakangi Anjas, dia menguncir rambut hitamnya, Anjas melongo melihat penampilan Danis yang sangat seksi. dia mencoba mengalihkan pikirannya dengan melihat ke sembarang arah.


"Yank, semalem aku belum bobol gawang kamu kan?" tanya Anjas


"Apaan sih, orang jelas-jelas kita tidur doang" jawab Danis malas


"serius? Tapi ini kenapa udah ada merah-merah yank? kita gak ngelakuin itu tanpa sadar kan yank?" kata Anjas sambil nunjuk sprei yang ada noda darah.


Secepat kilat Danis menoleh dan berlari ke kamar mandi "Ya Allah..." ucapnya


Anjas yang kaget hanya bisa ngikutin Danis, "Yank, kamu kenapa? jangan bikin aku bingung dong" kata Anjas sambil ngetok pintu kamar mandi.


"Aku mens yank, kamu wudhu sama sholat di luar deh, keburu abis waktunya" kata Danis agak teriak.


Anjas masih coba mencerna ucapan Danis, dia seperti tersambar petir "What?? Mens?"


Selesai sholat Anjas kembali ke kamar, dia lihat Danis udah rapi dengan pakaian rumahannya. dia duduk di sofa sambil terus natap Danis.


"Kenapa?"


"Kamu beneran mens?" tanya Anjas lemas.


Danis ngangguk, dia milih duduk di samping Anjas, natap wajah kusut suaminya.


"Sejak kapan?"

__ADS_1


"Semalem pas kamu dateng sih belum, mungkin pas aku tidur" jawab Danis enteng.


"berapa lama?"


"Biasanya seminggu"


"Hah????? gak bisa dipersingkat yank?"


"kamu pikir apaan? mana bisa kayak gitu". kata Danis sambil bersandar di bahu suaminya.


" Nasib malam pertama kita gimana yank" rengek Anjas manja


"Iya ya" ucap Danis baru sadar "Sabar dulu lah" kata Danis sambil cekikikan.


"Gak seru amat sih yank"


"Heleh... salah sendiri pake acara ketiduran semalem"


"kamu sendiri kenapa gak bangunin" ucap Danis gak mau salah.


"Yeeee... Asal kamu tau, aku nungguin kamu pulang, terus ganti baju seksi buat nyenengin kamu, kamu pikir aku juga gak kesel apa sama kamu. ditungguin malah ditinggal tidur" kesel Danis


Anjas sadar, dalam hal ini emang dia yang salah. Semalem emang dia kecapekan, nempel bantal bentar udah langsung molor.


Saat istrinya masih dalan mode ngambek, Anjas coba nyium bibir Danis lembut "Maaf"


"Maaf mulu, tauk ah" rajuk Danis


"Awas kalau tepar duluan" Ancam Danis


"Enggak yank" kata Anjas sambil mengeratkan pelukannya "Semalem kamu nonton finalnya sampe selesai kan yank?"


"Iya" ucap Danis singkat, dia senyum inget ucapan suaminya. "Kamu pas diwawancara sengaja ya ngumumin pernikahan kita"


"Iya, aku mau nunjukin ke seluruh dunia kalau kamu istri aku." ucap Anjas sambil nyium tangan Danis yang dihiasi cincin pernikahan mereka. "kamu gak marah kan?


"aku malah suka" ucap Danis pelan, Anjas senyum. "kayaknya bentar lagi aku juga bakal tenar kayak kamu" tambah Danis lagi sambil ketawa.


Anjas nyubit hidung Danis lembut, "Siap-siap aja diburu wartawan". mereka ketawa bareng tanpa melepas pelukannya.


***


"Yank, pagi ini aku ke mess dulu boleh kan?"ijin Anjas


" pagi bener, ada masalah?"


"enggak, hari ini ada konvoi perayaan juara kemaren, jadi semua pemain ikutan berangkat dari mess"


"Ditinggal lagi" rajuk Danis, dia pura-pura ngambek.


"jangan ngambek dong yank, kamu mau ikut?"

__ADS_1


"emang boleh?"


"gak ada yang nglarang sih, tapi nanti harus tahan mental kalau diledekin temen-temen"


"kamu mah gitu, belum apa-apa udah digituin, niat ngajak gak sih" sinis Danis. Anjas narik Danis duduk di sampingnya.


"gak gitu yank, kamu kan tau gimana usilnya temen aku, apalagi kita baru nikah, pasti mulut mereka kayak kaleng bocor. aku malah khawatir nanti kamu mual denger ocehan mereka"


Danis keliatan mikir, sedang Anjas lagi sibuk nyium pipi Danis, dengan tangan mulai nakal ngeraba badan istri cantinya.


"mbak Niken ikut gak ya?" Niken adalah nama istri salah satu temen setim Anjas,


"gak tauk"


"Aku sebenernya pengen yank ikutan, ngerasain euforia kemenangan kamu. tapi aku juga pasti ngerasa gak nyaman disana nanti sama temen-temen kamu" kata Danis.


Anjas narik dagu istrinya, dia cium bibir istrinya sekilas " mau denger pendapat aku gak?" Danis ngangguk.


"mending kalau sekarang kamu gak usah ikutan dulu, hari ini jadwalnya cuma konvoi keliling kota sambil bawa trofi sama suporter, bisa sampe malem juga. kita naik mobil jeep terbuka, aku yakin kamu bakal gak nyaman, apalagi siang-siang pasti panas"


Danis manyun, dari dulu tiap kali ada konvoi suporter Arem*nia dia selalu penasaran gimana rasanya, kalau diliat kayak seru, rame-rame naik motor. keliling kota.


"lusa ada acara gathering pemain sama suporter, aku ajakin kamu kesana"


"Beneran?"


"Iya yank, lagian istriku ini udah cantik berhijab, mana tega aku liat dia kepanasan, nanti aja deh kepanasannya pas malam pertama" goda Anjas.


"mesum!" maki Danis "aku tuh penasaran gimana rasanya ikutan konvoi keliling naik motor yank"


"yaelah yank, nanti deh aku ajakin keliling Malang naik motor berdua"


"pengennya rame-rame"


"iya nanti aku ajakin geng gong kamu itu"


"Dih bosen sama mereka, berdua aja deh" gelayut Danis manja di lengan Anjas.


"Ya Ampun yank, kamu gemesin banget sih," kata Anjas sambil nyium pipi Danis.


"kamu jangan genit ya disana, pasti banyak yang bening-bening disana"


"air kali bening, gak ada yank. cuma kamu yang paling bening"


"gombal"


Anjas ketawa " kamu hari ini gak usah kemana-mana, dirumah aja aman"


"Iya"


Dengan berat hati Danis nganter Anjas pergi buat urusan tim bolanya, dari kejauhan dia melihat suara motor yang berisik juga nyanyian yel-yel kemenangan. Sepertinya Danis harus ikhlas berbagi Anjas dengan impiannya, dibuatmenjadi pemain bola yang dicintai semua orang.

__ADS_1


***


__ADS_2