
Cerita 77
Minggu pagi ini Danis udah duduk manis di dalam mobil Arka, ya Arka. entah jampi apa yang dilemparkan Arka hingga Danis bisa ikut menghabiskan hari liburnya berdua dengan Arka.
Tadi pagi Arka nelphon Danis, mengajaknya kencan, tentu Danis menolak. Tapi mengingat kalau hari ini dia tidak ada acara, dan akan menghabiskan hari liburnya sendirian akhirnya Danis setuju buat ikut. toh Anjas juga mau ke luar kota.
'Anggap aja Arka seorang teman biasa, gak masalah dong jalan sama teman? atau anggap aja kencan terakhir' batin Danis
kata kencan terakhir bagi Danis sepertinya cuma angin lalu, karena tiap pergi sama Arka dia selalu bilang kencan terakhir, padahal masih ada kencan-kencan selanjutnya.
"mana handphone kamu" kata Arka memecah lamunan Danis, sedari tadi Danis emang keliatan lebih sibuk sama hapenya.
"ngapain?" elak Danis, dia emang lagi chat sama Anjas yang lagi siap-siap mau keluar kota.
"kencan kali ini gak boleh pake handphone." kata Arka tegas
"dih, palingan nanti kamu yang kebakaran jenggot, terus tiba-tiba disuruh pulang sama calon istri" ejak Danis, dia masih ingat jelas beberapa kali kencannya selalu direcokin sama Mega.
Arka tersenyum kecut "Hari ini aku milikmu seutuhnya" kata Arka tegas. Danis hanya senyum ngejek.
Hari ini Arka ngajak Danis jalan-jalan ke Surabaya. karena dipikiran Arka di kota ini kemungkinan cuma sedikit orang yang kenal mereka berdua, jadi mereka bisa bebas berkencan ria.
Saat ini keduanya lagi asyik naik wahana permainan di Atlantic land kenjeran. Akhirnya Arka bisa ngajak Danis nikmatin permainan ini, dari dulu mereka selalu berencana maen ke tempat seperti ini, tapi selalu gagal.
Hari ini Arka bener-bener manjain Danis sepenuhnya, semua perhatiannya cuma buat Danis, tanpa bingung harus selalu mengecek hapenya. karena kedua hape mereka di tinggal di mobil. Danis sedikit penasaran, tapi dia lebih masa bodo karena jujur dia menikmati liburan dadakan ini.
Sore hari Arka ngajak Danis ke pantai kenjeran, karena dia tau Danis sangat suka pantai. bodohnya, selama dekat sama Danis baru ini pertama kalinya dia ngajak cewek yang dia cintai ke pantai.
"Akhirnya vitamin sea lagi" gumam Danis sambil senyum, terakhir ke pantai dia sama Anjas, dan itu penuh dengan canda dan bullyan. dan sekarang dia lagi jalan sama Arka nikmatin sunset, rada romantis gimana gitu. orangnya beda, suasananya juga beda. Danis senyum lagi.
"Senyum terus" kata Arka sambil genggam tangan Danis, mereka jalan beriringan.
"gak boleh?" Danis pura-pura kesal.
Arka senyum "boleh dong, senyumu mengalihkan duniaku" gombalnya.
"dih, gombalan receh" ejek Danis, Arka ketawa.
"Tapi makasih ya, udah ngajakin aku liburan"
__ADS_1
"ralat dong, ngajakin kencan" protes Arka.
"sama aja, liburan nyambi kencan, hehehe" kata Danis, Arka senyum
"seneng?" tanya Arka sambil jalan di depan Danis, tepatnya jalan mundur. Danis ngangguk pelan.
"aku pengen terus bikin kamu seneng" kata Arka lembut, Danis melengos, dia milih ngeliat lautan daripada ngeliat mata Arka, rasanya nyesek.
Arka tau Danis ingin mengalihkan pembicaraannya. dosen ganteng itu menghentikan langkahnya, menarik dagu Danis agar menghadap ke arahnya.
"Terima kasih sayank" ucap Arka lembut dengan senyum yang mempesona, kedua mata mereka bertemu, hening. Entah untuk apa ucapan terimakasih itu, yang jelas sekarang Arka mendaratkan ciuman lembut di kening Danis.
ada gejolak di dada Danis, rasanya campur aduk. Danis Galau.
'gini banget rasanya' batin Danis.
Setelah cukup lama jalan mereka milih balik ke mobil, karena hari juga udah mulai gelap, mereka harus menempuh jarak yang lumayan jauh untuk pulang ke Malang.
Sebelum mobil pergi dari parkiran, tiba-tiba Danis meluk tubuh Arka dari samping, Arka jelas kaget, tapi dia bisa mengatasinya, dan membetulkan posisinya membalas meluk tubuh indah Danis.
"kenapa?" tanya Arka lembut, Danis hanya menggeleng.
Tentu dia sangat senang bisa kencan seharian sama Arka tanpa ada 'pengganggu', dan ini baru pertama kali Danis ngerasa milikin Arka seutuhnya. tapi dia tentu tidak bisa lupa dengan kenyataan Arka akan menikah. Untuk itu dia butuh pelukan hangat dari Arka.
"boleh nanya?" tanya Danis saat mereka dalam perjalanan pulang.
"emang daritadi gak nanya?" ejek Arka dengan mengangkat satu alisnya. dari tadi emang Danis selalu mencairkan suasana dengen bertanya, walaupun pertanyaanya banyak yang gak penting, karena dia tahu suasana akan sepi kalau dia gak nanya, tau sendiri Arka lebih suka diem, beda sama Anjas.
"ck..." decak Danis. "tumben kamu gak bingung hape?gak takut dicariin?" tanya Danis akhirnya.
Arka menggeleng, "Emang sengaja aja, biar dia makin kesel."
"kog gitu?"
"kita lagi tengkar, aku bosen aja denger ocehannya dia. dan dari semalem aku juga gak pulang ke rumah" jawab Arka enteng.
"Apa??" teriak Danis
"Sayank, pelan dong" protes Arka sambil megang telinganya.
__ADS_1
'kenapa rasanya jadi kayak gini sih?' batin Danis
"kog sekarang aku berasa jadi pelampiasan doang ya?" tanya Danis rada kesal, bibirnya manyun. Arka menoleh wanitanya, dan senyum.
"stop mikir kayak gitu" kata Arka sambil ngelus rambut Danis lembut. "kencan kita kali ini emang udah lama aku rencanain, kemaren emang rada bimbang sih soalnya mendadak Mega ke Malang, tapi pas tengkar kemaren berasa mantep aja akunya."
"jangan bilang gegara di cafe kemaren?" tanya Danis, Arka ngangguk.
"Segitu banget kalian tengkarnya?" tanya Danis pelan, seinget dia mereka mulai tengkar gegara Arka bentak Mega.
"gitudeh hubungan kita, masalah yang awalnya sepele jadi mrembet kemana-mana, dia bilang aku gak perhatian lah, cuek lah, dan sampek dia kekeh banget bilang aku selingkuh" terang Arka
Deg...
Danis seperti tersengat listrik, ngerasa hubungannya selama ini dengan Arka bakal ketahuan, dia ngebayangin lagi di labrak sama Mega, rasanya merinding.
Pletak...
"Sayank..." rengek Arka, tangannya sakit karena di pukul lumayan kerasa sama Danis.
"kamu tuh ya. coba bilang dari awal sama aku, pasti gak bakalan mau aku jalan sama kamu!" kata Danis ketus.
"kog gitu sih, aku kan kangen sama kamu yank, pengen nyenengin kamu, ngajak kencan" Arka ngebela diri.
"iya aku tau, dan makasih banget. tapi kamu tau kan resikonya, Mega pasti makin curiga kalau kamu punya selingkuhan" cerocos Danis.
"biarin aja, dengan gitu kan rencana aku buat batalin pernikahan makin mudah sayank"
"kamu tuh ya, gak dipikir dulu. ntar kalau junior kamu di cincang gimana? belum lagi kalau dia tau kamu selingkuh sama aku, bisa habis juga aku dimakan dia" Danis makin kelabakan.
"tenang sayank, aku kan udah janji gak bakal nyeret kamu dalam masalah aku ini" kata Arka nenangin Danis, tangannya mengelus rambut Danis.
"tetep Aja Ka, aku ngerasa salah. Lagian aku udah bilang sama kamu, kamu harus nikah sama Mega, jangan dibatalin." kata Danis,
"Aku gak pengen jadi makin jahat Ka" kata Danis pelan sambil nunduk.
Arka menepikan mobilnya, dia narik badan Danis menghadap dirinya. "kamu percaya sama aku?"
"Enggak" jawab Danis cepat.
__ADS_1
***