
Cerita 65
Dimata Anjas, Danis adalah cewek cantik yang rapuh, dia lebih suka nyembunyiin perasaannya. Beberapa bulan mengenalnya membuat Anjas sadar kalau tak selamanya hatinya membeku, buktinya tiap kali ngeliat Danis, bahkan cuma denger suara Danis membuat jantung Anjas lari marathon, gedebumnya kenceng banget. Itu tandanya hati Anjas udah cair, gak melulu terpaku pada satu hati yang udah lama menghilang.
"bosen nungguin ya?" kata Danis sambil nepuk pundak Anjas, cowok itu terlihat melamun. malam ini Anjas jemput Danis lagi di kantor. terlihat Anjas masih pakai baju latihan bolanya.
"iya lama banget, tau gitu tadi mampir cafe" kata Anjas sambil benerin posisi duduknya ngadep Danis.
"kan aku uda bilang bisa balik sendiri"
"chat kamu tuh yang bikin aku kelabakan" kata Anjas manyun, Danis hanya senyum tipis. "mana daritadi dia gak pergi-pergi lagi, untung gak ujan"
Danis tadi sore chat Anjas, dia bilang kalau Arka ngajak ketemu dan mau jemput Danis di kantor. denger kabar kayak gitu Anjas yang baru selesai latihan sama tim bolanya langsung ngebut ke kantor Danis. dia gak mau kecolongan sama Arka, karena dia tahu hati Danis masih milik cowok itu.
"emang masih nungguin?" tanya Danis antusias.
"kenapa? mau balik sama dia? yauda sono. tuh mobilnya masih setia daritadi sore." kata Anjas emosi. Danis senyum.
"nyerah nih ceritanya?" pancing Danis.
"gak bakal nyerah, cuma sebel aja" kata Anjas ketus, Danis kembali senyum, dia baru sadar cowok tengil kayak Anjas bisa juga marah.
"sebelnya kamu gak beralasan, mana helmnya?" tanya Danis disamping badan Anjas, jarak keduanya sangat dekat. perlahan Anjas senyum dan ngacak rambut Danis lembut. Anjas makein helm di kepala Danis, dan mereka pergi ninggalin Arka yang daritadi nahan emosi ngeliat Danis dan Anjas.
Danis masih komunikasi sama Arka, tapi terlihat sedikit cuek. dia gak mau Arka nimbulin masalah, inget Arka bilang mau batalin pernikahan bikin Danis ketar-ketir, perlahan dia mulai bujuk Arka buat gak ngelakuin itu, walaupun Arka tetep kekeh sama keputusannya.
Danis dan Anjas mampir bentar di cafe ruang baca. mereka milih masuk ke ruangan Anjas di lantai 2. selain tinggal di asrama, Anjas memang lebih suka tinggal di cafe. dia jarang pulang ke rumah orang tuanya.
"Arka masih sering hubungin kamu kan?" tanya Anjas tiba-tiba, kini mereka duduk selonjoran di depan tivi, Anjas suda mandi dan mereka berdua juga udah makan.
"iya masih"
"gak bisa dicuekin aja ya dia?"
"cuma chat biasa kog, itu aja jarang aku balas."terang Danis sambil mainin hape.
" Dan... aku cemburu" kata-kata Anjas berhasil membuat hape Danis jatuh ke bawah, dia gak nyangka Anjas bakal ngomong itu.
Danis mengerjapkan matanya, menatap Anjas dengan pandangan bingung.
"aku gak suka kamu deket dia, bahkan cuma chat pun bikin aku kacau" kata Anjas sambil nunduk.
"aku harus gimana dong?" tanya Danis pelan.
__ADS_1
Anjas senyum "gak gimana-gimana, kalau sekarang aku bilang jauhin Arka pasti kamu ngerasa kepaksa, takutnya kamu bakal nemuin dia dibelakang aku. aku udah mutusin bakal bikin kamu cinta sama aku. jadi, tanpa aku suruh pun kamu pasti jauhin dia nanti"
Danis menatap Anjas, dia menelan ludahnya. dia bener-bener ngerasa salah sama Anjas, padahal tadi dia bilang ke Arka gak bisa nemuin dia karena Anjas masih di Malang, mungkin kalau Anjas udah diluar kota dia bisa ketemu Arka.
'kenapa berasa ketahuan selingkuh gini sih?' Danis
Anjas nyubit hidung Danis "kenapa?" Danis menggeleng.
"Dan... kalau aku nembak kamu, kira-kira diterima apa ditolak?"
"jadi sekarang nembak ceritanya?"
"enggak cuma tanya aja, aku gak mau ditolak, kalau kamu bakal nolak ya mending aku tunda dulu"
Danis ketawa "tunda dulu deh"
Anjas ngangguk-ngangguk. "oke oke... tapi aku gak mau pacaran"
"terus?"
"langsung nikah ajalah kita, kelamaan"
Danis dorong badan Anjas, mereka ketawa. gimanapun juga baru kali ini ada cowok yang ngajakin Danis nikah, meskipun cuma becanda tapi berhasil bikin hati Danis bergetar.
"Dan... makasih ya" kata Anjas sambil nunduk, dia kedengeran serius.
"semuanya"
"kenapa mendadak merinding sih, wajahnya gak usah serius gitu dong"kata Danis sambil ngusap wajah Anjas.
***
Keesokan harinya Anjas gak bisa jemput Danis di kantor kayak biasanya. dia bilang ada meeting sama klub bolanya, mungkin bahas pertandingan timnya besok.
dan rencananya besok dia bakal nonton pertandingan itu sama Dimas, Raya, mbak Sisil, mas Fadhil dan Nino. kebetulan pertandingannya malam hari jadi mereka bisa nonton sepulang kerja.
--ARKANA--
ARKA : Nis... besok bisa jalan?
DANIS : gak bisa Ka, aku uda ada janji
ARKA : bentar aja,
__ADS_1
DANIS : gak bisa Ka
ARKA : kalau gitu ketemu makan siang bentar, aku jemput di tempat biasa
DANIS : insyallah
ARKA : Makasih Nis...
Danis meletakkan hapenya di atas nakas. setelah bales chat Arka dia merasa bingung mau ngapain. nonton tv males karena daritadi mamanya sibuk nonton sinetron azab, bikin Danis puyeng.
"tumben Anjas belum chat, lama bener meetingnya" kata Danis sambil ngambil novel yang tadi baru dia beli.
tok tok tok
perlahan pintu kamar Danis di buka, Mamanya muncul di balik pintu, dan duduk di ranjang Danis, sambil bawa piring berisi martabak.
"tumben sampek dibawain ke kamar" kata Danis sambil nyomot martabak coklat. mama mukul tangan Danis pelan.
"kebiasaan... nih sekalian bawa ke depan"kata Mamanya sambil nyodorin piring ke Danis.
"ngapain? mama ajalah, Danis lagi mager"
"itu di depan ada Anjas nungguin kamu, ini tadi juga dia yang bawa. udah buruan sana"
"Anjas? kenapa baru bilang sih Ma" Danis langsung berdiri di depan cermin merbaikin tampilanya.
"kog gak bilang mau kesini?" tanya Danis saat baru sampe di ruang tamu.
"kejutan dong" jawab Anjas santai. "sibuk gak?"
"gak sih, lagi baca novel aja"
"jalan yuk" ajak Anjas " tadi aku udah minta ijin papa kamu"
"yaudah bentar" kata Danis dan berjalan masuk ke dalam kamar lagi, dia ngambil jaket, dan masukin ponselnya ke dalam tas kecil.
Setelah pamit ke orang tuanya, Danis dan Anjas berboncengan naik motor. Mereka hanya berputar-putar keliling kota, tentu dengan ngobrol dan bercanda. Setelah cukup lama keliling Anjas markir motornya dan milih ngopi di pinggir jalan. dia sengaja milih tempat duduk yang agak jauh dan hanya ada mereka berdua.
"pernah ngopi lesehan gini gak?"tanya Anjas saat dua gelas cappucino sudah ada di atas meja.
" sering lah" jawab Danis, dia memang tipe cewek yang cuek, dan nongkrong di pinggir jalan gini juga salah satu hobbinya dulu, sebelum deket sama Arka. karena setelah jalan sama Arka, cowok itu gak pernah mau di ajak ngopi lesehan dengan berbagai macam alasan.
Tak berapa lama ada dua orang yang mendekat, dan berdiri di depan keduanya. mereka adalah...
__ADS_1
***
kira-kira siapa ya yang datengin Danis dan Anjas??????