Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 13


__ADS_3

Kini Danis dan Arka sama-sama bersandar di sofa, mereka kekenyangan, Arka sengaja menyogok Danis dengan makanan kesukaannya. terang saja kini sikap Danis sudah mulai hangat. dia sudah mulai mau ngobrol dan sedikit bercanda. meskipun belum balik seperti Danis biasanya.


"Kapan kamu terakhir pacaran?" tanya Arka tiba-tiba.


"Dulu, waktu masih semester 2." kata Danis mengingat-ngingat "Bukannya dulu kamu juga liat waktu aku mutusin Romi? dia tuh pacar terakhirku" waktu itu memang Danis lagi jalan sama beberapa temennya termasuk Arka ketika dia mergoki Romi selingkuh. saat itu juga Danis langsung mutusin Romi.


Arka yang kaget denger penjelasan Danis langsung duduk tegak merhatiin Danis. "Bukannya setelah itu kamu juga pacaran lagi. kalau gak salah namanya Firman?"


"Firman? kata sapa?" Arka lupa siapa yang ngasih tau, tapi dia inget banget nama cowok itu.


"Setelah putus dari Romi aku jomblo sampek sekarang"


"Kalau gitu kenapa gak dateng pas wisudaku?"


Danis tersenyum, mana mungkin dia lupa sama kejadian itu. " waktu itu aku kecelakaan, untungnya gak parah, tapi harus rawat inap. dan si*lnya hape aku ilang. aku tanya anak-anak yang lain pada gak tau nomer kamu. kamu juga gak main sosmed jadinya aku gak bisa ngabari kamu"


"Serius?" kata Arka sambil ngacak-ngacak rambutnya frustasi. "Arrggh... Si*l" teriak Arka.


dia ingat bener karena hal itulah dia mengalami masa-masa yang kelam sampek sekarang.

__ADS_1


"kamu tau kan aku ngarep banget kamu dateng? terus kenapa setelah itu kamu juga ikutan ngilang?" tanya Arka yang sekarang keliatan mulai kacau, tangannya menggenggam tangan Danis erat.


"Aku tau, beberapa minggu setelah kamu wisuda, aku nekat datang kerumah kamu. Awalnya aku cuma pengen ngasih kamu selamat, tapi aku ketemu sama kak Doni, dan dia bilang kamu lagi jalan sama pacar baru kamu". kata Danis sambil senyum masam. " jujur saat itu aku jadi benci dan malas liat wajah kamu"


Arka inget, waktu kak Doni bilang kalau Danis dateng, dia memang baru jadian dan lagi jalan sama Mega pacarnya sekarang. Sebenernya dia jadian dengan Mega juga terpaksa, karena dia denger kalau Danis udah punya pacar, sengaja Mega yang tinggal di Semarang di ajak kesini karena dia pengen pamer ke Danis kalau dia juga udah punya pacar, tapi ternyata faktanya berbeda.


"Jadi waktu itu kamu beneran belum punya pacar?" tanya Arka lagi karena jujur dia masih gak percaya.


Danis mengangguk.Arka mulai menarik badan Danis menghadap ke arahnya, dia memegang pundak Danis dan menatapnya " kamu masih inget kan kalau aku nembak kamu, dan kamu bilang mau jawab pas dateng di wisuda aku?"


Danis mengangguk lagi. dia memang berencana datang dan menjawab pertanyaan Arka.


Danis memalingkan wajahnya, dan berkata"Buat apa? sekarang uda lewat masa itu"


"Aku pengen tau gimana perasaan kamu ke aku Nis. please..."


Danis ragu, dia menatap Arka "Aku sayang kamu Arka" kata Danis tegas ' dan sampai sekarang masih sama' batinnya lagi


Arka menunduk, Danis mengangkat dagu Arka agar dia bisa melihat wajahnya.

__ADS_1


Deg... Arka menangis, dia menangisi kebodohannya sendiri. berkali kali Arka memukul kepalanya dan menarik rambutnya kebelakang.


Melihat tingkah Arka, Danis jadi ikut berkaca-kaca lagi "Udah Ka, jangan gitu" pinta Danis sambil berusaha memegangi tangan Arka. dia gak mau kalau laki-laki didepannya gegar otak.


"Kenapa Nis? kenapa dulu aku begitu egois dan bodoh, sampek-sampek aku pengen bales dendam ke kamu dengan nunjukin aku juga uda punya pacar"


Danis diam, dia sama sekali nggak nyangka kalau dulu ada hal seperti ini di kehidupan cintanya. perlahan dia memeluk Arka, gak tau kenapa Danis jadi ikutan nangis. Danis semakin menenggelamkan wajahnya di dada Arka.


Setelah beberapa menit dan Danis kira tangisan Arka sudah reda, dia melepaskan pelukannya. dia menatap wajah Arka, matanya masih merah, wajahnya terlihat sangat beda. mereka berdua saling menatap.


"Aku cinta sama kamu Nis, dari dulu sampai sekarang. hati aku cuma dipenuhi sama nama kamu, gak ada yang lain" kata Arka pelan


Danis yang tidak tahan ngeliat wajah Arka yang kacau, ditambah ungkapan perasaannya barusan langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Arka. 'Aku juga Arka' batin Danis.


Arka menerima ciuman Danis yang tiba-tiba, ketika Danis mau melepaskan ciumannya, Arka menahan kepala Danis agar tetap seperti ini. Ketika mengetahui Danis tetap menerima ciuman dari Arka, dia semakin ******* bibir Danis dengan lembut, dia seakan tidak mau melepaskan Danis selamanya. tangannya kini beralih ke pinggang Danis, dan tangan Danis perlahan juga dirangkulkan ke leher Arka.


Semakin lama ciuman mereka semakin intens, sambil menutup mata keduanya hanyut dalam perasaan masing masing. Arka ingin memberikan kenyamanan untuk Danis, tak ada ciuman kasar yang biasa dia lakukan dengan Mega. dengan lembut Arka terus mencumb* bibir Danis, terus dan semakin dalam.


Danis melepas ciuman itu pelan, dan melihat wajah Arka. dia merapikan rambut dan mengusap pipi Arka yang basah. "Akhirnya bisa ngeliat wajahmu sejelek ini" katanya sambil senyum tipis.

__ADS_1


***


__ADS_2