Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 100


__ADS_3

Cerita 100


Beberapa hari ini Anjas ke luar kota, ada dua laga yang harus dia ikutin, turnamen udah mulai masuk 8 besar, otomatis Anjas makin sibuk sama timnya. Padahal pernikahan mereka dua bulan lagi. Akhirnya mereka berdua minta bantuan WO temen Danis, Meskipun Danis tetep mantau terus.



Sore ini Danis janjian sama Mega di ruang baca. iya Mega, tunangannya Arka. sebenernya Anjas udah ngelarang Danis buat deket sama Mega tapi karena Mega maksa banget akhirnya di iyain aja sama Danis.


" Danis" sapa Mega "Maaf ya telat" Mega duduk di depan Danis, wajahnya tampak sembab habis nangis.


"gak apa kog, pesen dulu gih" Danis nawarin Mega.


Mega milih minuman, entah kenapa feeling Danis jadi gak enak ngeliat sikap Mega. Danis ngajak Mega ngobrol di balkon lantai 2.


"Mau ngobrol apa?" tanya Danis, karena daritadi dia ngeliat Mega seperti sedang melamun.


Mega menatap Danis "aku mau minta tolong sama kamu"


Danis diam, dia masih nunggu Mega nerusin omongannya.


"bisa bantu nyariin Arka gak?" tanya Mega dengan wajah sendu, Danis masih belum paham. "Arka ngilang, dan aku gak tau harus minta tolong ke siapa disini"


"ngilang?!" Danis kaget "maksutnya gimana?"


"Beberapa hari yang lalu Arka ke Semarang, dia bilang gak bisa ngelanjutin ini, dia mau pernikahan kita batal!"


Deg...


'Arka! kamu keterlaluan' batin Danis


Mega mulai meneteskan air matanya, entah kenapa Danis ikutan berkaca-kaca, ada rasa bersalah juga kasihan ke Mega, gimanapun Danis seorang wanita dia bisa ikut ngerasain kecewanya Mega.


"Kita tengkar hebat waktu itu, dan Arka milih pergi. Aku nyusul dia ke Malang, tapi kata Mami Arka udah beberapa hari gak pulang, ponselnya juga gak aktif. aku gak ngerti harus nyari dia dimana"


"kamu udah nanya kakaknya?"


"Semua keluarganya gak ada yang tau. pernikahan kita tinggal 2 minggu Nis. persiapan udah 90%. aku bingung!" jelas Mega sambil nangis.


"Sabar ya Meg, mungkin saat ini Arka lagi butuh waktu"


Mega menggeleng "Aku udah ngasih banyak waktu buat Arka dengan selingkuhannya! aku cuma mau dia nikahin aku sekarang"


"bentar-bentar maksutnya gimana?" tanya Danis, tapi jantungnya serasa di pompa denger omongan Mega.


"Arka punya selingkuhan Nis disini, dan aku yakin pasti semua ini karena selingkuhannya" ucap Mega menumpahkan kekesalannya.


"kamu ada bukti kalau Arka selingkuh?" Mega ngangguk.


Jedaar...


Danis serasa tersengat listrik, pikirannya kacau, dengan keras dia meremas tangannya di bawah meja. Mega mengeluarkan ponselnya. dia nunjukin foto ke Danis.


"Aku dikirimi foto temen aku"


Dalam foto itu Arka lagi meluk cewek mesra, tapi hanya wajah Arka yang keliatan, sedangkan cewek itu membelakangi kamera, juga wajahnya yang ditenggelamkan di dada Arka.

__ADS_1


Danis jelas tahu kalau cewek di foto itu adalah dirinya, itu kejadian saat Danis meluk Arka di parkiran waktu mereka lagi kencan di Surabaya. Danis ngeliat Mega.


'apa maksut Mega nunjukin ini? apa dia tau Arka selingkuh sama Aku' batin Danis


Anjaaaaas....


Saat seperti ini Danis bener-bener butuh Anjas, rasanya dia ingin lari dan meluk Anjas, dia gak tau harus ngadepin masalah ini gimana.


"kamu tau siapa cewek itu?"


Mega menggeleng lemah. dia kembali menangis. Danis makin ngerasa ditusuk, tapi ada sedikit lega dihatinya.


"Aku udah tau lama Arka selingkuh, tapi aku nyoba diam, Meskipun kadang aku gak bisa nahan emosi."


"kalau kamu tau Arka selingkuh kenapa kamu gak bilang langsung ke dia?"


"Aku takut kehilangan Arka Nis! aku tau selama ini Arka terpaksa tunangan sama aku, aku milih diam dan pura-pura gak tau asal Arka tetep nikah sama aku"


'segitu dalamnya cinta Mega' batin Danis


"Aku udah ngasih semua ke Arka, aku juga milih diam saat dia selingkuh, tapi kenapa dia tetep nyakitin aku? dia tega batalin pernikahan impian aku?" Mega mulai emosi.


"Sabar Mega... kamu harus dengerin penjelasan Arka dulu, siapa tau dia cuma emosi sesaat"


Mega menggeleng "dari awal Arka emang gak cinta sama aku Nis! aku ngelakuin banyak cara buat ngrebut hatinya Arka. tapi semua sia-sia karena cewek itu datang lagi"


"cewek itu?"


"cinta pertamanya Arka, Arka selingkuh sama cinta pertamanya"


"Arka, dia selalu bilang kalau cintanya cuma buat satu cewek. dia gak mungkin selingkuh kecuali sama orang yang dia cintai. aku tau gimana Arka"


'Anjas... aku harus gimana?' batin Danis.


"Aku minta tolong Nis, bantu aku nyari Arka. Pernikahan kita harus tetep lanjut"


"gimana dengan selingkuhannya?"


"Aku gak peduli, walaupun Arka tetap berhubungan dengan cewek itu aku gak peduli. aku cuma mau Arka nikahin aku. persetan dengan cintanya" kesal Mega


Danis bingung orang seperti apa yang ada di depannya ini, dia begitu terobsesi menikah dengan Arka, dia melakukan banyak cara buat dapetin Arka, bahkan rela ngasih kesuciannya.


'kenapa perasaanku makin gak enak, Anjas... aku butuh kamu Sayank' batin Danis.


"Aku bukan cewek kuat yang rela tunangannya selingkuh? aku udah lakuin semuanya buat Arka. aku udah ngasih ruang buat Arka ngerasain cintanya, tapi apa semua itu gak cukup?"


"Sabar Mega, sabar... Arka pasti nikah sama kamu"


Mega natap Danis tajam, "aku mohon sama kamu, balikin Arka ke aku, kubur semuanya Nis, biarin kita Nikah"


Danis natap Mega bingung, dia gak siap dengan ini semua. ucapan Mega nunjukin kalau dia tau semua.


"Mega..."


"Aku tau siapa kamu Nis" Mega mulai emosi "Aku tau semuanya!" teriak Mega.

__ADS_1


Danis nangis, dia nunduk. dia bener-bener sudah tamat, Danis pasrah. ini semua memang salahnya.


"Mega a-aku minta maaf... ta-tapi itu semua udah berlalu. aku udah gak ada hubungan sama Arka"


Mega menggeleng "kamu bohong Nis! Arka gak bakalan batalin semua kalau kalian udah selesai. selama ini aku sabar ngadepin kalian. sampai kapan kalian giniin aku?"


"Aku emang salah Mega, kamu boleh ngelakuin apapun ke aku, tapi percaya ke aku, aku udah lama gak cinta sama Arka."


"Munafik!" bentak Mega


"Aku udah punya tunangan Mega, dan aku cinta banget sama dia, Arka cuma masalalu bahkan dari awal aku nyuruh dia nikahin kamu"


"kamu gak usah sok baik sama hubungan aku. karena dari awal kamu yang ngrusak semuanya!" kesal Mega "aku emang murahan, tapi nyatanya kamu lebih murahan Nis! kamu...."


"Diam!" teriak seseorang dari balik pintu balkon. Danis dan Mega sama-sama ngeliat.


Danis makin sesenggukan, cowok itu mendekat dan merengkuh tubuh mungil Danis.


"Sekarang ada aku yank" bisik Anjas.


Ya Anjas, sebenernya dia udah datang daritadi, saat dia mau turun nemuin Danis, dia malah ngeliat Danis lagi naik sama Mega, akhirnya dia milih sembunyi dan cuma dengerin.



"Aku saksi hubungan mereka, dan aku tekanin mereka udah gak pernah berhubungan lagi sekarang"


"gimana aku bisa percaya sama kalian! kalian sendiri sandiwara di depan mataku!"


"Arka dan Danis memang dulu saling cinta, tapi Danis udah sadar kesalahannya, dia udah ngebuang rasa itu. di depan mataku Danis nyuruh Arka tetep nikahin kamu. kalau akhirnya Arka gak mau nikahin kamu harusnya kamu ngaca, apa yang salah sama sikap kamu!"


"kamu ngomong gini karena kamu cuma mau belain Danis!"


"aku gak belain Danis, gimanapun juga mereka emang salah. tapi sekarang udah bukan waktunya bahas masalah Danis dan Arka, itu udah basi. Kita cari Arka, selesaiin masalah kalian tanpa ngelibatin Danis"


"gimana aku gak ngelibatin dia, akar permasalahannya itu ada di Danis!"


"Danis tunangan gue! gue jamin Danis udah gak ada perasaan sama Arka." bentak Anjas, dia emosi.


Mega diam, dia memang tahu semuanya, bahkan dia juga sebenernya tahu kalau Danis udah udah lama ngejauhi Arka, tapi dia terlalu emosi saat inget perselingkuhan mereka.


Malam saat Danis bertemu Arka dan Mega di jogja dulu, itulah awal Mega tau semuanya. selama ini dia cuma diam dan pura-pura buta karena Arka janjiin pernikahan buat dia. tapi saat Arka batalin itu semua Mega murka.


"udah sayank, semuanya baik-baik aja!" bisik Anjas.


Anjas masih terus meluk Danis, kini mereka berdua di dalam rumah.Mega sudah pergi walaupun dia masih emosi.dan Danis masih terus nangis.


"aku salah Njas! aku jahat!" teriak Danis.


"Ssstttt..." Anjas nglepas pelukannya "gak ada yang salah dengan rasa cinta kamu ke Arka dulu tapi mungkin emang cara dan waktu yang gak tepat."


Danis mandang tunangannya itu, dia ngerasa malu, ngerasa hina, ngerasa salah semua campur aduk.


"Jawab jujur, sekarang hati kamu milik siapa? siapa orang yang kamu cinta?" pertanyaan Anjas bikin Danis diam, dia natap mata Anjas lekat.


***

__ADS_1


__ADS_2