
Cerita 12
"Mbak Danis, ada cowok yang nyari" telphon Rika Reseptionis di kantornya
"Siapa?" tanya Danis sambil mengangkat satu alisnya.
"gak tau, sebenernya orangnya cuma nanya mbak uda pulang apa belum, gag minta dipanggilin. Terus katanya dia mau nunggu di lobby sampek mbak pulang."
"bukan tampang debt collector ato penculik kan Rik?" tanya Danis, seingatnya dia nggak punya utang sama orang.
" cowok ganteng mbak" jawaban Rika makin bikin Danis penasaran.
" debt collector ato penculik kan juga ada yang ganteng" kata Danis
"kalo aneh-aneh kita timpuk bareng-bareng deh mbak"jawab Rika sambil ketawa.
" oke.. 10menit lagi aku selesai. jangan lupa kamu siapin sapu buat jaga-jaga" kata Danis sambil ketawa
"ya ya ya..." tutup Rika.
15 menit kemudian Danis udah siap pulang dan dia lagi jalan menuju lobi, kebetulan hari ini dia gak lembur, dia juga penasaran siapa yang nyari dia ke kantor. kalau itu temennya pasti telphon dulu. 'apa penggemar rahasia ya?' batin Danis.
"Mbak Danis, tuh orangnya" kata Rika dengan volume tinggi. sontak cowok yang lagi ditunjuk sama Rika menoleh. kini kedua mata mereka bertemu. dan cowok itu melambaikan tangan.
Deg... Arka
Arka mendekati Danis, karena cewek manis itu seperti patung, hanya diam berdiri di tempatnya.
"Pulang sekarang?" tanya Arka lembut sambil senyum. akhirnya Danis mengangguk sambil lesu. Sebelum pergi dia mampir ke mejanya Rika.
"Aman mbak?"
__ADS_1
"cowok ini lebih parah dari debt collector ato penculik". Bisik Danis, " dia Vampire!"
"Suka ngisep?mau dong mbak aku juga di isep" Rika yang awalnya kaget, kini mulai senyum sambil menggoda Danis. bukannya ketawa Danis malah melotot, bikin Rika tambah ngakak. Arka yang mendengar pembicaraan mereka hanya senyum tipis.
"Makasih ya mbak," pamit Arka ke Rika.
"Ati-ati mas, Eh... Mbak Danis gak mau bawa sapu buat jaga-jaga? nih uda aku siapin, katanya mau nimpuk" goda Rika lagi. Danis yang denger ucapan Rika hanya mengacungkan kepalan tangannya sambil menatap Rika tajam, bikin sang reseptionis kembali ngakak.
***
Sepanjang jalan Danis hanya diem sambil ngeliat ke jendela sampingnya. tatapannya kosong, banyak hal yang bergelayut di kepalanya.
"Ada masalah?" tanya Arka lembut, yang ditanya hanya menggeleng.
"Enggak Ka"Danis menjawab "Lagian kamu ngapain sih pake acara ke kantorku segala?" Danis balik nanya, sambil melotot ke arah Arka.
"Pengen ketemu kamu"
"Kan bisa telphon ato chat, ketemu diluar"
"Aku pengen pulang" jawab Danis singkat
"Nis, ayolah jangan kayak bocah" pinta Arka lagi. Akhirnya Danis mengikuti Arka masuk ke rumah itu.
"Ini rumah sepupuku, aku tinggal disini sementara, kebetulan sepupuku lagi liburan ke Bali" Terang Arka yang ngeliat Danis ragu masuk ke rumah.
" minum apa?" tanya Arka
"Terserah" jawab Danis sambil duduk di sofa. Arka masuk ke dalam.
Arka kembali dengan membawa 2 botol minuman dingin. kini dia sudah berganti pakaian rumah, celana pendek selutut dan kaos oblong.
__ADS_1
Danis masih diam sambil mainin hapenya, Arka yang ngeliat sikap Danis hanya menghela nafas panjang. Dia gak yakin Danis marah ke dia karena apa, tapi yang dia tahu Arka kangen banget sama Danis.
" Danis marah?" yang ditanya hanya menggeleng.
"Terus kenapa cuekin chat sama telphonku?"
"Kan kamu yang nyuruh buat gak nelphon sama nge.chat kamu! uda amnesia?" kata Danis judes.
Arka mulai mengerti, dia sadar mungkin kata-katanya uda ngelukain Danis. perlahan dia meraih tangan Danis, dan menghadapkan muka Danis ke arahnya.
"Maaf, aku nggak maksut nyinggung kamu"
" Udalah Ka, aku juga sadar diri kog, kamu juga udah punya 'Mamaku' ini." kata Danis sambil berkaca-kaca. "Dan lagian selama ini kamu yang selalu chat dan nelphon aku duluan. kamu juga yang slalu datang ngajak aku jalan. kamu ngomong kayak gitu kog kesannya aku yang ganjen ke kamu"Danis kesal
" Jadi udahlah, mending kita..." belum selesai Danis melanjutkan kata-katanya Arka sudah membungkam mulut Danis dengan bibirnya. Arka nyium Danis, ciuman singkat karena Danis langsung mendorong tubuh Arka.
Danis menangis sambil menunduk. Arka yang nggak kuat ngeliat Danis nangis sontak langsung meluk. walaupun Danis berontak, tapi kekuatan Arka lebih besar dari Danis, akhirnya Danispun pasrah.
"Maafin aku" kata Arka sambil belai rambut Danis pelan. tadi Arka nyium Danis bukan karena nafsu, meskipun dari awal ketemu dia selalu nafsu melihat bibir Danis. dia hanya pengen menghentikan Danis buat ngomong aneh-aneh.
"please... jangan lanjutin kata-kata kamu" pinta Arka. Danis melepaskan pelukan Arka yang sudah melemah.
"Kamu kenapa gini terus ke aku?" tanya Danis sambil mukul dada Arka, meskipun pelan tapi Arka tau Danis marah, dan hatinya terluka.
"kalau kamu mau pergi, pergi aja. nggak usah balik ke aku. aku nggak butuh orang kayak kamu"
"tapi aku butuh kamu Nis" kata Arka lembut sambil memegang kedua tangan Danis yang terus memukulnya. Danis melihat mata Arka, dan dia menemukan kejujuran di matanya.
krucuuuk...
Suara perut Danis, kedua mata Arka melihat ke perutnya. Dia lupa kalau mereka belum makan malam. Arka tersenyum, Danis menunduk. 'kenapa harus bunyi di moment kayak gini sih' batin Danis kesal.
__ADS_1
"Makan dulu ya?" tanya Arka sambil memegang hapenya, dia milih delivery order aja.
***