
Cerita 19
Hari ini Danis dan Arka janjian makan siang bareng. mereka makan bakso berdua di deket kantornya Danis.
"Gimana penelitian kamu?" tanya Danis sambil nyendok bakso ke dalam mulutnya.
"lancar. tapi ya gitu namanya aku baru ikutan, rasanya kayak semua beban di kasih ke aku aja" jawab Arka sambil minum es teh.
Danis senyum "anggep aja lagi di ospek, hehehe... Tapi enjoy gak kamunya?"
"lumayan" kata Arka sambil mengaduk-aduk mangkoknya.
"Yaudah, yang penting kamu enjoy, meskipun capek, nanti pasti ada hasilnya.nambah pengalaman juga kan"
Mereka melanjutkan makan baksonya masing-masing.
"oiya Arka, nanti aku diajakin jalan sama anak-anak kantor" kata Danis
"tiga sahabtmu itu? Kemana?"
Danis mengangguk "Makan, katanya ada resto baru gitu. palingan akal-akalan mereka aja minta traktir aku"
Arka senyum, "dimintai Pajak jadian kita ya?" Danis ngangguk " nanti aku usahain cepet balik deh, biar bisa nraktir temen kamu"
__ADS_1
"eh.. gak apa-apa, kamu lanjutin kerjaan kamu aja. nanti anak-anak biar aku yang urus deh"
Arka mengelus rambut Danis " aku gak bisa janji bisa datang, tapi aku bakal usahain."
"Terserah kamu deh, jangan dipaksain ya"
Mereka melanjutkan makan, saat sedang makan Danis ngerasa ada yang lagi merhatiin mereka, masak iya ngeliat Danis, tapi yang liat cewek. bararti pada liatin Arka. Danis menoleh ke Arka, tapi dia malah makan dengan santai.
"Kamu kenal mereka? kog aku berasa mereka ngeliatin kita sih?" bisik Danis. Arka melihat ke empat cewek yang sedang duduk tak jauh dari meja mereka. dia tersenyum dan mengangguk.
Danis yang ngeliat itu jadi kesal. "Arka ganjen, apaan sih pake senyum-senyum gitu" kata Danis sambil nyubit paha Arka.
Arka meringis, "mereka mahasiswa aku sayang, masak iya aku melotot"
Arka menoleh" Sayang..." panggil Arka.
"Hmmm..."
"Masih marah?"
"emang harus ya kamu senyum-senyum gitu. lagian mahasiswi kamu tuh centil banget sih. pake ngelambaiin tangan segala gitu."
Arka senyum "Kamu cemburu?" tanya Arka sambil nyubit pipi Danis.
__ADS_1
"Iya...kamu juga nih, kenapa sih harus sok ganteng gitu."
"darisononya uda ganteng sayank..."
"Kamu kalau di kampus juga sering digodain gitu?" wajah Danis dibuat sedikit mewek.
"Ya biasalah yank.. mahasiswi kan kayak gitu.kamu juga dulu palingan gitu. tapi akunya kan biasa aja"
"Beneran ya Ka, jangan aneh-aneh kamu. gak cukup apa udah punya 2 pacar" kata Danis sambil melihat lurus ke depan.
Arka menelan ludah " Iya sayank. jangan cemberut gitu donk. uda nyampek nih" kata Arka sambil markir mobil di depan kantor Danis.
Arka meraih tangan Danis "Aku gak bakalan nyakitin kamu lagi. gak bakalan aneh-aneh juga. senyum donk"
Perlahan Danis tersenyum meskipun sedit dipaksa. Arka membelai rambut Danis perlahan.
"nanti aku ada kelas malam. tapi aku usahain jemput kamu. kalau anak-anak minta traktir turutin aja, nanti aku gantiin" Danis mengangguk.
"Jangan nakal ya..." kata Danis sambil mencet hidung Arka.
"Pasti" Arka mencium kening Danis. "Aku sayang kamu"
Danis masuk ke dalam kantor ketika mobil Arka sudah tidak keliatan.Danis memang masih kesal sama tingkah cewek-cewek tadi. tapi sikap Arka juga bikin dia jengkel dan jujur dia masih belum percaya dengan Arka.
__ADS_1
***