Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 15


__ADS_3

Cerita 15


Akhirnya Danis memasak omelet buat sarapan mereka berdua. Arka yang emang dari awal cinta sama Danis muji masakannya, walaupun sebenernya mereka berdua tahu gimana rasanya.


"Enak?" tanya Danis iseng


"Banget, kamu pinter masak" puji Arka


Danis ketawa, "Kalau kamu boong lagi, aku timpuk pake sendok nih" kata Danis sambil mengacungkan sendok ditangannya.


Arka meringis " agak Asin sih. tapi pasti aku habisin kog"


"Awas aja sampek gak habis"


"Siap nyonya" kata Arka sambil hormat.


Mereka berdua melanjutkan sarapan tanpa obrolan, terkadang mereka saling curi-curi pandang, dan tersenyum.


"Hari ini kencan yuk"ajak Arka ketika mereka selesai makan dan lagi duduk di sofa depan tivi.


Danis menggeleng " nanti sore aku harus ke nikahan temen kerja aku"


"Owh.. "Arka mengangguk " Yauda kita kencan disana"


"Maksutnya?"


"Aku nemenin kamu kondangan" kata Arka sambil nyolek hidung Danis.


"Kamu gak sibuk?" tanya Danis.


"Enggak" kata Arka lagi " kita berangkat dari sini aja ya"


"Aku harus pulang, ganti baju" jawab Danis sambil megang bajunya. gak mungkin kan kondangan pake kaosnya Arka kayak yang sekarang dia pakai.


"Bentar" Kata Arka sambil mainin hapenya "Nih, kamu pilih baju mana yang kamu pengen"

__ADS_1


Danis nerima hape Arka, dan melihat isinya, aplikasi online shop. "gak ah, sayang uangnya. bajuku dirumah banyak."


"Aku yang beliin Nis, kamu pilih aja" kata Arka sambil makan apel.


"Ogah" Danis ngembaliin hape Arka.


"Aku pengen beliin kamu hadiah"


"kalo mau beliin yang lain dong, hape, perhiasan, mobil, rumah. kalau cuma baju aku bisa beli sendiri"


"Beneran mau?"


"Tapi aku lebih mau Arka" kata Danis sambil melet, sekarang dia lari ke arah kamar Arka. rencananya dia mau ganti baju, dan pulang.


Sebelum Danis sempat menutup pintu, Arka sudah menahannya dan ikut masuk ke dalam. Arka mendorong tubuh Danis sampai dia rebahan di ranjang. kini Danis berada di bawah tubuh Arka,badannya terkunci. wajah mereka begitu dekat. jantung keduanya berdetak cepat.


Arka mencium kening Danis sekilas, dan rebahan disampingnya. dia tidak mau setan mengambil alih pikirannya.


Arka menghela nafas panjang, Danis tersenyum di sebelahnya. dia percaya Arka tidak akan menyakitinya.


"Arka..."


"Aku pengen kamu cuma jadi milikku"


Arka menelan ludah " Iya Nis, aku janji bakal mutusin Mega" Danis sadar dengan kata-katanya, dengan dia ngomong seperti ini brarti dia sudah menjadi pelakor. tapi Danis seakan tidak peduli, karena dia tahu Arka tidak bahagia dengan pacarnya sekarang. seharusnya memang daridulu Arka jadi miliknya.


"Aku jahat ya Ka, nyuruh kamu putus"


"Aku yang jahat Nis" kata Arka sambil menoleh ke arah Danis.


Arka duduk dan mengusap pipi Danis.


"Maafin aku ya" kata Arka lagi sambil mengecup kening Danis lagi. Danis tersenyum,


"Udah, jangan nangis. mau kondangan nanti jelek lo" kata Arka sambil membantu Danis duduk.

__ADS_1


Danis meluk Arka, dia kembali nangis di dada Arka, tangannya memeluk erat.


"Udah jangan nangis ya" kata Arka melepas pelukannya, dan beralih melihat wajah Danis.


"Kita jalan aja yuk, daripada nangis terus kamunya" ajak Arka.


"Pulang aja ya aku" kata Danis pelan.


" Enggak, apalagi kamu habis nangis gini. liat wajah kamu. nanti orang rumah jadi mikir macem-macem" bener kata Arka, kondisi wajah Danis bener-bener kacau sekarang.


"Mau nonton film aja?" Danis mengangguk.


"aku siap-siap dulu" kata Danis sambil mendorong Arka keluar dari kamar.


***


Akhirnya mereka memilih buat nonton. hari ini mereka nonton film komedi, biar mood keduanya balik. dan ternyata filmnya bener-bener bikin Arka dan Danis ngakak gak berenti. sepanjang nonton film, tangan Arka selalu menggenggam jemari Danis.


Selesai nonton film, mereka beli baju buat kondangan, akhirnya Danis mau dibeliin Arka gaun, meskipun sempet ada drama nolak dari Danis waktu di depan kasir, sampe-sampek si penjaga kasir yang harus nengahi.


Setelah beli perlengkapan Danis, mereka berdua jalan ke foodcourt. Danis dan Arka seakan lupa kalau mereka di tempat umum. mereka bercanda romantis layaknya abg.


Arka menyuruh Danis untuk pergi make up ke salon daripada mereka harus balik ke rumah. karena tempat kondangan mereka uda deket.


Sambil menunggu Danis make up dan ganti baju, Arka terlebih dulu numpang ganti baju di toilet salon. dia juga tidak mau keliatan kucel didepan temen-temen Danis. bagi Arka penampilan itu penting, apalagi dia juga seorang dosen yang tak jarang bertemu rekan atau mahasiswanya dimana-mana.


Sekarang Arka sedang duduk di sofa sambil melihat hapenya. dia melihat ada chat dan panggilan dengan nama yang sama 'Mamaku'. dan menurut Arka itu sangat banyak jumlahnya. Arka geleng-geleng dan menonaktifkan hapenya. dia tidak mau saat bersama Danis ada gangguan dari Mega pacarnya. karena itu jelas akan berpengaruh terhadap mood Arka. dia ingin menikmati moment bahagianya bersama Danis.


"Arka..." sontak Arka menoleh ke asal suara itu. seorang wanita yang sangat cantik dan anggun berdiri di depannya sambil tersenyum. Arka membalas senyuman itu.


"Hay cantik..." Danis terlihat begitu dewasa dan anggun, dan tentu saja cantik. Gaun yang di dominasi warna merah itu sengaja di pilih Arka. meskipun tanpa lengan, tapi setidaknya tidak terlalu terbuka memperlihatkan bagian tubuh Danis yang lainnya.


***


__ADS_1



__ADS_2