Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 61


__ADS_3

Cerita 61


"makan dulu apa langsung balik Nis?" tanya Raya


" Makan yok, kangen sama bubur ayam depan kampus" jawab Danis yang dibales anggukan sama kedua temennya. saat mereka bertiga baru masuk mobil hape Danis bunyi, Anjas nelphon.


DANIS : apaan?


ANJAS:dimana? nebeng dong?


DANIS :nebeng gimana? orang aku ini juga nebeng ke Nino


ANJAS: owh... yauda deh, aku ikutan. bilangin Nino. sekarang dimana?


DANIS : Parkiran samping


ANJAS: Oke meluncur


"Siapa Nis?" tanya Raya yang daritadi ngeliat Danis.


"Anjas, dia mau nebeng katanya" jawab Danis santai.


"Lah... si monyet gercep juga, haha" Nino nimpali.


"Ray, cowok kamu bisa di lakban aja gak mulutnya?" omel Danis sebel. "jangan bertingkah ya kalian"


"wah di ancem yank kita" kata Nino manja ke Raya.


"aku kog malah berasa ditantang ya yank, hahaha..." kata Raya sambil ketawa terus ber tos ria dengan sang pacar.


Beberapa menit kemudian Anjas datang dengan setengah berlari dan langsung masuk ke dalam mobil di bagian belakang, samping Danis. Anjas memakai celana jeans, atasan baju jersey tim sepak bolanya yang udah di balut jaket hitam, topi dan gak lupa kaca mata hitam.


"langsung jalan nyet, daritadi banyak yang minta foto" terang Anjas yang sedikit ngumpet.


"gaya... udah berasa artis aja" protes Danis sambil mencibir.


"lah si Danis... baru nyadar kalau Anjas artis" bela Nino "Artis kamar mandi, hehehe"


Anjas mulai duduk santai dan nglepas kacamata, topi serta jaketnya "tadi pisah sama tim, terus ketahuan orang-orang jadinya dikerubutin,nyesek aku, berasa gak bisa nafas. mana tadi kena cakar juga lagi" kata Anjas sambil ngeliat lengannya yang kena cakar penggemarnya.


Nino dan Raya ngakak denger cerita Anjas, sedangkan Danis lagi bantu Anjas ngeliat lukanya "luka biasa nih, gak usah lebay" kata Danis sambil mukul lengan Anjas.

__ADS_1


"lah, malah di pukul. sakit tau Dan" kata Anjas sambil meringis pura-pura sakit. Danis melengos.


Mereka bertiga akhirnya sarapan bubur di depan kampus mereka dulu. Anjas yang tadi emang udah sarapan milih nunggu di mobil, dia bilang mau tiduran aja, dia agak malas ketemu banyak orang, apalagi setelah kejadian tadi.


ceklek...


Danis membuka pintu mobil Nino, dia balik ke mobil sendirian, karena Nino dan Raya mampir ke minimarket yang kebetulan jaraknya deket dan mereka milih jalan kaki, padahal Danis tau banget mereka sengaja biar Danis bisa berduaan sama Anjas.


Di dalam mobil Anjas lagi ketiduran. dia baru nyampek Malang semalem dan pagi-pagi uda ada acara, mungkin dia kecapean. Danis memperhatikan wajah Anjas yang keliatan tenang, jauh dari kata menyebalkan kayak biasanya.


'ganteng juga si tengil kalau lagi tidur gini.' batin Danis dengan senyum tipis.


"udah puas liatnya? bole buka mata gak nih?" pertanyaan Anjas sontak bikin Danis kelabakan. "terpesona ya sama gantengku"


"dih... ganteng apanya? wajah tengil gitu" Danis ngeles.


"ntar suka baru tau rasa kamu" jawab Anjas sambil benerin posisi duduknya yang tadi merosot. Danis manyun. dan mereka sama-sama diam.


"gimana kabar kamu?" tanya Anjas mecah keheningan.


"jawabannya masih sama kayak kemaren" jawab Danis, Anjas tiap hari emang slalu nanyain kabar Danis, gak tau apa maksutnya.


"udah bahagia belum?"


"mau aku bahagian gak?" tanya Anjas dengan badan menghadap Danis.


"dari dulu juga kamu bilang bakal bantu aku bahagia" jawab Danis dengan ekapresi datar.


Anjas senyum "ketahuan banget kalau aku belum nyelesain misi"


"mangkannya jangan cuma ngomong, buktiin dong" kata Danis asal.


"oke deal, baper gak ditanggung lo ya" kata Anjas serius, Danis cuma senyum ngejek ke arah Anjas.


"Arka kemaren lusa ngajak ketemu" kata Danis setelah mereka kembali diam beberapa menit, Anjas menoleh ke Danis.


"terus?"


"nggak ada terusannya, aku tuh takut kalau ketemu dia"


"emang sih wajahnya sedikit mirip setan" jawab Anjas sekenanya, yang dibalas Danis dengan pukulan di lengannya.

__ADS_1


"haiiish... aku tuh takut kalau ujungnya benteng aku jebol. dan apapun yang dia tawarin bakal aku iyain"


"kawin lari misalnya?" tanya Anjas dengan alis sebelah di angkat.


"itu salah satunya, lebih parah kalau dia ngajak poligami"


"beneran setan tuh anak kalau sampek kejadian" Anjas sedikit emosi. dia ngeliat Danis sekilas, wajahnya keliatan sendu. banyak hal yang terlihat di wajah cantik Danis.


"Dan... sampe detik ini kamu masih cinta sama Arka?" Danis hanya ngangguk pelan, dan lalu menunduk dia gak berani ngeliat wajah Anjas takut kena omel lagi.


Anjas ngangkat dagu Danis pelan, tangannya beralih menggenggam kedua tangan Danis dan menatap matanya lembut.


"Dan... aku udah mutusin buat otw ke hati kamu, sabar bentar bisa kan?" tanya Anjas dengan tatapan lembut tapi terkesan serius, dan menurut Danis baru sekarang Anjas benar-benar serius.


"Njaaaas..." Danis seperti mau protes.


"aku gak nerima penolakan Dan... nikmatin aja ya" kata Anjas lembut sambil tersenyum sangat manis.


keduanya bertatapan cukup lama, kedua mata mereka seperti melakukan percakapan rahasia.


"kita usaha bareng-bareng mau?" ajak Anjas lagi.


"aku sih pengennya kamu aja yang berusaha, aku mau duduk manis aja nungguin kamu" kata Danis akhirnya.


"udah berasa jadi tuan putri? kenapa belum-belum uda ngerasa berat aja sih?" kata Anjas sambil ngelepas pegangan tangannya.


"pengen dong aku ngerasa diperjuangin, berasa kayak istimewa gitu, hehehe" Kata Danis dengan wajah polosnya.


"terserah deh. tapi jangan nyebelin ya" kata Anjas sambil narik hidung Danis, keduanya kembali senyum.


"emang kamu suka sama aku?" pertanyaan Danis bikin Anjas bingung dan garuk kepalanya dan dengan tegas dia menggelengkan kepalanya.


"sampai saat ini sih aku belum suka, apalagi sayang atau cinta. aku cuma mau berusaha. jangan ngarep jadi putri lah, gak bisa aku tuh romantis alay kayak gitu."


"Anjas gak seru lah" protes Danis, Anjas senyum.


"jangan kebanyakan nonton drakor mangkannya." Anjas nyubit pipi Danis. "aku tetep pengen kamu jadi Danis yang jutek kayak biasanya, karena aku juga bakal tetep jadi Anjas yang tengil"


"gagal dong kita romantisan syuting drakor?"canda Danis sambil noel-noel pipi Anjas.


"ogah banget aku." Anjas duduk merosot lagi di bangkunya, sedang Danis masih asyik godain Anjas, walaupun dia geli juga sebenernya.

__ADS_1


Danis mencoba memberi kesempatan ke Anjas dan juga kedirinya sendiri. walaupun dia aslinya gak yakin. selama ini sifat dan sikap Anjas jauh dari kata cowok idaman Danis. Apalagi hatinya udah bener-bener mentok ke Arka. tapi gak ada salahnya di coba siapa tau kisah cintanya kayak di ftv-ftv gitu, dimana dia bisa jatuh cinta sama cowok yang bantuin ceweknya move on.


***


__ADS_2