Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 34


__ADS_3

Cerita 34


--1 bulan kemudian--


Setelah hari itu, kini Danis dan Arka kembali seperti sepasang kekasih lagi. mereka berdua terlihat lebih kompak, Arka yang dapat kesempatan kedua seakan tidak mau kecolongan lagi. dia makin hangat dan makin pengertian ke Danis. Rasanya semua yang ada di dirinya dia curahkan ke Danis. walaupun sampai sekarang dia masih berstatus pacaran dengan Mega.


Hari ini Danis, Prilly, Mita dan Ricko berencana untuk memberi kejutan kepada Sisil yang lagi ulang tahun. Sebenarnya ulang tahunnya uda 1 minggu yang lalu, cuma mereka pengen aja ngerjain orang yang udah mereka anggap kakak.


Mulai kemaren mereka berempat udah bikin Sisil marah-marah terus, terutama Danis. dia bikin hal yang sepele jadi besar, juga masalah kerjaan yang selalu salah.


"Nis, kamu nih niat kerja gak sih? kalau kayak gini terus mending kamu resign deh. ato aku aja yang resign!" ancam mbak Sisil saat Danis ke ruangannya nunjukin laporan.


"Mbak jangan kayak gitu dong, aku juga udah maksimal ngerjainnya" kata Danis ikutan nyolot sambil terus ngeliat Sisil. daritadi baju yang dikenakan Sisil nyita perhatian Danis, dia seperti kenal banget sama baju plus hijab yang dikenakan Sisil. apalagi bros cantik yang bertengger manis di atas dada Sisil.


Setelah selesai adu argumen dengan beberapa kali teriakan Sisil, Danis keluar ruangan dengan sedikit senyum. dia tau banget sekarang Sisil lagi nyut-nyutan karena tingkah rekannya.


Pulang kerja Danis, Prilly, Mita dan Ricko lebih dulu ke tempat karaoke yang sengaja mereka pesan. Sisil yang lagi jalan sama Fadhil (suaminya) gak ngeh kalo lagi dikerjai. yang dia tau hari ini Fadhil ngajak Sisil buat ke Mall. dia emang agak bingung saat Fadhil tiba-tiba ngajak karaoke. tapi karena emang lagi suntuk dia nurut aja.



( Fadhil suami Sisil)


Saat Sisil buka room, suasana gelap setelah dia dan suami masuk dan nyalain lampu terdengar teriakan bak terompet dari sahabatnya.


"Selamat Ulang tahuuuuun...." terdengar juga lagu jamrud yang emang sengaja mereka pilih. Sisil bengong ngeliat teman-temannya pake topi ulang tahun dengan Danis yang bawa kue.


Seketika Sisil jongkok dan nangis "Pada gila ya" kemudian dia tersenyum.


kemudian lanjut cipika cipika dan sekumpulan adat ulang tahun lainnya serta njoget karaokean bareng. kurang lebih 2 jam mereka kumpul disana yang dilanjut dengan makan malam gratis. Danis pulang duluan karena Arka sudah jemput, dan yang lainnya pun ikut pulang.


"Mbak Sisil" sapa seseorang.


"Hay Raya..." Sisil cipika cipiki dengan Raya sahabat Danis, mereka sering nongkrong bareng juga, malah beberapa kali Raya ikutan Danis nginap di rumah Sisil.

__ADS_1



(Raya sahabat Danis)


"Lama nih gak ketemuan" kata Sisil yang terus megang tangan Raya.


"Iya.. mas Fadhil makin ganteng nih" kata Raya godain. Fadhil yang emang udah biasa sama candaan Raya cuma nyengir.


"mulai deh. tadi ada Danis juga"


"oya. telat dong aku" kata Raya agak manja.


"dia balik duluan, biasa mau kencan sama pacarnya dulu"


"Pacar?" Raya agak melotot. "seriusan Danis punya pacar"


"iya... udah agak lama sih, 6 atau 7 bulanan kalo gak salah"


"mungkin dia mau ngasih kejutan sama kamu" kata Sisil nenangin. " kamu paling juga kenal kog, kan kakak kelas kalian"


"kakak kelas?" Raya makin bingung. " namanya siapa mbak?"


"Arka... Arkana..."


"What??? Arka?" Raya agak heboh dan sedikit ngedumel. Sisil jadi ngerasa serba salah, akhirnya dia milih buat lanjut jalan sama suaminya. Raya sendiri juga udah di panggil sama temanya.


***


Hari ini Raya seperti kebakaran jenggot, Danis yang selama ini deket banget sama dia gak pernah cerita kalau dia pacaran sama Arka. dan itu bikin Raya mikir macem-macem, Danis gak mungkin ngelewatin cerita masalah pacarnya.


"Pasti ada yang dia sembunyiin" kata Raya sambil ngelajuin mobilnya ke rumah Danis.


Kurang lebih 30menit Raya tiba di rumah Danis. dia langsung ngajak Danis jalan, gak mungkin dia mau introgasi Danis dengan komposisi keluarganya yang lengkap dirumah. Setelah makan bakso Raya ngajak Danis berhenti di minimarket dekat rumah Danis.

__ADS_1


"Nis aku mau tanya, Siapa orang yang paling gak bisa kamu bohongin?"


"Raya" jawab Danis singkat tanpa curiga.


"dan siapa orang yang selalu dukung kamu saat keadaan apapun?"


"Salsabila Naraya" kata Danis nyebut nama lengkap Raya dengan senyum.


"terus kenapa kamu nutupin kalau lagi pacaran sama Arka" kata Raya tajam, Danis terlihat kaget "apa karena kamu mikir aku gak bakalan dukung hubungan kamu?mangkannya kamu gak cerita"


"Ray... gak gitu"


"Kalau gak gitu, kamu cerita sekarang!" Raya mulai emosi. dia marah karena mgerasa udah gak dihargain sebagai sahabat sama Danis, dan dia juga marah karena tau Danis pasti udah ngelakuin kesalahan, sehingga Danis gak bisa cerita ke Raya.


"Oke, kamu dengerin, jangan marah dulu." Danis menghela nafas panjang. "iya aku pacaran sama Arka, tepatnya aku selingkuhannya Arka".


Raya bener-bener kaget denger omongan Danis, walaupun sebenernya tadi dia udah nebak, karena dia tau Arka udah punya pacar.


"Mabok kamu ya"


"Iya di mabok cintanya Arka" kata Danis senyum tipis dan langsung nunduk.


"Daniiiis" Raya bentak Danis, dia megang bahu Danis " kamu sadar dong. apa sih hebatnya Arka, sampe bikin kamu kayak gini?" Danis hanya diam.


"Aku harus bikin perhitungan sama pria brengs*k itu. pasti dia udah ngancem kamu kan?"


Danis menggeleng " ini bukan salah Arka, aku yang minta dia buat gak mutusin pacarnya, dan aku juga yang menawarkan diri buat jadi selingkuhan dia"


"gobl*k" kata Raya sambil mukul setirnya keras. Danis ngerasa sakit ngeliat sahabatnya marah kayak gini. karena dia tau kalau Raya pasti ngerasa apa yang Danis rasain.


Obrolan mereka terus berlanjut dengan Raya yang makin emosi, keduanya terlihat cek cok. untuk kali ini Raya gak bakalan ngedukung Danis, walaupun Danis udah ngejelasin semua. Sampai Raya nganter Danis pulang, mereka masih tetep cek cok.


***

__ADS_1


__ADS_2