
Cerita 45
Pagi ini Danis masih sangat mengantuk, hampir jam 3 pagi dia baru bisa tidur, semalam seperti mimpi buruk bagi Danis. dia masih mengerjapkan matanya ketika mendengar hapenya bunyi. dia mengambil hapenya.
Mbak Sisil calling....
"duh..." Danis tepok jidat, sekarang dia sudah duduk di atas ranjang. dia melirik jam, jam 6.10...
*hallo mb...
#Daniiiiiiiis....
belum selesai Danis menyapa, Sisil sudah teriak. rasa kantok Danis bener-bener hilang.
#kamu dimana sih? gak ngasih kabar, ngilang gitu aja. omel Sisil
*kan aku udah bilang jalan sama temen aku
#tapi kamu gak bilang kalau nginep!
Sisil gak mau kalah.
*iya maaf mbak...
#kamu dimana sekarang?
*di tempatnya temen aku.
# iya dimana? mau aku jemput ato kamu kesini?
*aku samperin ke hotel deh
#aku uda check out... barang kamu juga udah aku packing. kamu bisa langsung ke hotel Prama deh, deket malioboro juga. aku mau ketemu orang soalnya.
*terus baju ganti aku?
#bodo amat, kamu pinjem temen kamu sana.
tuuut...
telphon di tutup mbak Sisil. Danis cemberut, dia bener-bener harus cepat. jangan sampek macam betina itu ngamuk lagi. Danis membuka pintu kamar, dilihatnya suasana masih sepi, dia juga masih melihat Anjas tidur di sofa. melihat itu Danis jadi gak enak buat bangunin. tapi ini darurat.
"Njas..." Danis mulai menepuk tangan Anjas, kini dia sudah menggoyang tubuh itu pelan. saat Anjas buka mata, Danis tersenyum.
__ADS_1
"morning..." sapanya, Anjas mengucek matanya yang masih ngantuk, dia bisa mencium wangi dari badan Danis, perempuan itu sudah mandi rupanya.
"Maaf bangunin, darurat banget soalnya." perlahan Anjas mulai duduk di samping Danis.
"kenapa?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
"aku udah dicari sama temen, bisa minta tolong anterin gak? aku bener-bener gak paham jalan jogja"
"iya, tapi aku mandi dulu ya, gak enak ketemu temen kamu kucel gini, disangkanya kamu temenan sama preman nanti" kata Anjas, Danis senyum dan mau beranjak ke kamar Anjas ngambil handpon, dia lupa nama hotel yang disebut mbak Sisil tadi. Sebelum berdiri, Anjas narik tangan Danis.
"tapi ada syaratnya" Danis mulai jengah, selalu seperti ini, harusnya dia sadar kalau makhluk di depannya itu selalu perhitungan.
"apa?" tanya Danis agak sewot.
Anjas mengangkat dagu Danis membawanya menatap Anjas. "kamu harus janji, hari ini kamu habisin sisa liburan kamu, tanpa tangisan, dan tanpa si brengsek Arka. hari ini kitan kencan lagi, kamu harus jadi Danis yang bahagia. mau? "
Danis agak kaget denger permintaan Anjas, tapi dia tau Anjas selalu seperti itu, sama seperti waktu mereka ke pantai, dia hanya mau liburan melepas semua masalah, dengan mantap Danis mengangguk" iya mau" dia pun tersenyum.
"Eheeem.... sejak kapan ada cewek di sini?" tanya seseorang di belakag Danis. mereka berdua kaget dan sama sama melihat ke asal suara. Danis makin kaget melihat orang itu.
"Nino????" Danis sedikit teriak, cowok itu pun gak kalah kaget, dia sempat tersentak juga karena teriakan Danis.
"Danis? kamu ngapain disini?" kini pandangan Nino dan Danis ke Anjas.
Nino yang Danis maksud adalah pacar Raya, sahabatnya. "bentar bentar... Njas, jadi sahabat yang kamu maksud ini Nino?" Anjas ngangguk. Danis garuk-garuk kepala.
"kenapa bingung gitu Nis? ketahuan kamu ya. Nakal sekarang, pagi-pagi udah duduk cantik di hotel sama cowok" kata Nino sambil nyentil telinga Danis.
"Aaaww... gak gitu Nin.. ini tuh gak seperti yang kamu pikir. Anjas jelasin dong" kata Danis minta bantuan.
"apaan, orang yang dibilang Nino kan bener"
"wah... dijebak nih sama dua makhluk planet" gerutu Danis, sambil menghela nafas panjang.
Nino ketawa, "Njas kamu apain nih adek imut aku? kamu tuh gak dikawal bentar aja pulang pulang bawa cewek. kebiasaan deh jiwa playboy kamu tuh"
"Sejak kapan kamu punya adek se imut ini?" tanya Anjas ikutan sengak."playboy mana ada yang jomblo kayak aku" kata Anjas yang gak trima dibilang playboy. Danis hanya geleng-geleng denger mereka debat.
"Raya bakal heboh nih, tau aku liburan sama mereka berdua" gumam Danis.
"eits... kenapa bawa-bawa pacar aku juga nih" Nino agak bingung, pasalnya dia bilang ke Raya kalau dia lagi ada kerjaan di Surabaya, tapi gegara Anjas dia jadi ikutan ke jogja,di bohong karena pasti gak diijinin kalau liburan gak ngajak Raya.
"Soalnya nih cowok juga kenal sama Raya" kata Danis sambil nunjuk Anjas.
__ADS_1
"Pacar kamu namanya Raya? bukannya si Salsa? ato udah ganti?" tanya Anjas dengan polos.
"Raya tuh ya Salsa.. namanya Salsabila Naraya" jelas Nino.
"Uda deh, nanti aja debat kusirnya. Anjas buruan mandi. aku buru-buru" rengek Danis.
"iya iya bentar" Kata Anjas berdiri sambil ngacak rambut Danis. Anjas jalan ke kamarnya, Nino yang ngeliat sikap Anjas ke Danis sedikit beda jadi ketawa, manis manis gimana gitu.
"Nis, jangan bilang Raya ya kalau kita ketemu di jogja, aku bilangnya ke Surabaya soalnya" pinta Nino.
"Jangan bilang ke Raya juga kalau aku nginep sama Anjas" balas Danis, Nino ngangguk.
"Eh... tapi semalem kalian gak ngapa-ngapain kan?" Nino penasaran.
"Ya ngapai-ngapain lah" jawab Danis polos.
"Ya ampun Danis, gak ngira aku kalau kamu se nekat itu"
"Apaan sih... maksudnya itu kita gak sengaja ketemu, terus ngobrol, kemaleman, jadi aku nginep sini"
" tapi kalian gak bobog bareng kan?"
"bobog bareng" jawab Danis usil. "tapi Aku dikamar, Anjas disini" kata Danis sambil nunjuk sofa.
"hafuuuuu.... syukur deh. kalau sampek kalian tidur berdua, aku bakal bilangin nih ke orang tua kamu, biar langsung dinikahin. Enak aja, aku aja yang pacaran duluan sama Raya belum pernah, kalian ngeduluin"
Danis ketawa, dia jadi inget semalam dia tidur sebelahan sama Anjas di atap hotel.
"Kalian udah lama pacaran?" tanya Nino lagi
"Enggak"
"Ck... gak mungkin, terus tadi ngapain tuh? morning kiss?" goda Nino
"Apaan sih, berisik" kata Danis sambil nyubit lengan Nino.
tok tok tok....
Saat mereka sedang asik ledek-ledekan suara kamar ada yang ngetuk, dengan malas Nino buka pintu. dia lumayan kaget karena tamunya....
***
hayoooo... siapa ya tamu yang datang pagi-pagi gini? Raya? Arka? atau..... hehehe
__ADS_1
Makasih ya udah ngikutin karya aku, ditunggu like sama komennya.. makasih...