
Cerita 5
Hari ini Danis tidak punya rencana keluar rumah. Beberapa hari ini kerjaannya di kantor membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. Jadi Danis pengen bales dendam malas-malasan dirumah aja, kebetulan hari ini tanggal merah. Setelah tugas rumahnya selesai dan dia juga udah mandi, Danis merebahkan badannya di sofa ruang keluarga.
Setelah puas ganti-ganti chanel dan gak ada acara yang dia suka, dia beralih ke hapenya. ada beberapa pesan, salah satunya dari Arka. Danis tersenyum tipis. sejak mereka ketemu beberapa hari yang lalu, Arka rajin ngirim chat ke dia. dan Danis sendiri ngerasa enjoy aja chat sama Arka.
"Ngapain?" tanya Arka
"rebahan santai, seperti di pantai" jawab Danis sambil ngasih emot pake kacamata. "kamu?"
"lagi mikir"
"mikir apaan?utang?wkakaka..." balas Danis
"mikirin kamu" Danis ketawa, 'nih anak pinter banget bikin aku ge-er' batin Danis, dan dia sengaja cuma bales emot ketawa.
"mau jalan?" Arka chat lagi.
Alis Danis terangkat. "maksutnya dia ngajak jalan aku apa gimana sih?gak jelas banget" tanya Danis sendiri. semalem Arka emang nanyain hari ini Danis luang apa enggak.
"20 menit lagi aku sampek rumah kamu". Pesan Arka selanjutnya. Danis mendadak bangun. "dadakan banget sih" kata Danis sambil jalan ke kamarnya.
***
20 menit kemudian Arka beneran uda sampai di rumah Danis. sekarang dia lagi ngobrol sama Mamanya Danis. Mereka memang udah kenal. dulu Arka beberapa kali pernah main ke rumah Danis, alasannya sih pinjem bukunya Danis buat tambahan bahan belajar.
__ADS_1
"Udah selesai siap-siapnya?buruan berangkat, Mama bosen kalo liat kamu tiap libur cuma tiduran di rumah " tanya mama Danis yang ngeliat Danis duduk disampingnya.
"Berangkat kemana sih ma?" tanya Danis nyindir Arka, karena daritadi Arka emang gak ngasih kabar mau ngajak Danis kemana.
"Kata Arka kalian mau nonton." jawab Mama Danis, spontan Danis ngeliat ke arah Arka. yang diliat cuma ngangkat kedua alisnya.
Danis nggak bisa nyimpulin apa maksut Arka barusan, karena sekarang pikirannya uda terhipnotis dengan tampang Arka yang keliatan makin ganteng. Hari ini Arka pake kaos yang dia balut dengan jaket warna item, plus celana jeans panjang.
"Berangkat sekarang?" tanya Arka membuyarkan lamunan Danis, yang ditanya cuma bisa ngangguk.
***
"Beneran nonton?" Tanya Danis, setelah mereka berdua di dalam mobil.
"iya" jawab Arka singkat tanpa menoleh ke arah Danis. "Kenapa?" tanya Arka yang ngeliat Danis kurang semangat.
" aku kangen " Kata Arka sambil terus natap ke arah jalan.
"kangen siapa? pacar?" tanya Danis penasaran sambil mainin hapenya.
"Kangen kamu" tegas Arka sambil menoleh tajam ke arah Danis. spontan Danis juga menoleh ke Arka.
Deg.. jantung Danis seakan kesetrum, alih alih nunjukin rasa kagetnya, Danis malah tersenyum.
"Duh... pak Arka, pinter banget bikin aku ge-er". setelah itu keduanya sama-sama diam.
__ADS_1
" Nggak apa apa nih aku jalan sama kamu?" tanya Danis tiba-tiba.
"maksutnya?"
"ya kan secara kamu uda punya cewek, gag di omelin nanti?"
"dia lagi nggak di Malang" balas Arka.
Arka pernah cerita kalau ceweknya lagi kerja di luar kota, dulu mereka satu kampus dan uda pacaran 2 tahun. dia cerita kalau Pacarnya dulu pernah nolongin dia, dan entah gimana ceritanya mereka terus jadian.
"Tapi beneran nggak apa apa nih? aku gag enak aja kalo nanti kamu sampek tengkar gegara kita jalan."
"Nggak apa apa Danis." terang Arka
"eh.. tapi aku penasan nih sama cewek kamu, cerita donk"
"cerita apa?"
"ya cerita tentang gimana cewek kamu, gimana kalian bisa kenal ato apa kek gitu" pancing Danis, sebenernya Danis gag terlalu penasaran sih sama ceweknya
, cuma dia pengen tau aja gimana
Arka kalo pacaran.
"Nggak ada yang perlu diceritaiin, uda deh bahas yang lain aja" Kata Arka, raut mukanya mendadak berubah.
__ADS_1
'mungkin dia lagi tengkar sama pacarnya, dan butuh hiburan' batin Danis. Sepanjang jalan Danis mendominasi percakapan, sambil diselingi candaan yang akhirnya ngebuat Arka lebih sering senyum. Danis yang ngeliat itu jadi ikut nyaman.
***