
Cerita 57
"Jalan yok Nis, gak enak ngobrol disini. engap banget udaranya" Ajak Arka sambil megang tangan Danis. Anjas yang ngeliat itu sedikit melotot, tapi dia milih nunggu reaksi Danis.
"Maaf Ka, aku gak bisa ikutan. udah ada janji" tolak Danis sambil nglepas pegangan tangan Arka. Anjas senyum ngejek. dan Arka sedikit kaget.
"sama dia?" tanya Arka sambil terus natap Danis, pelan Danis menggeleng, dan pergi meninggalkan dua cowok itu.
"emang enak di tolak" sindir Anjas.
"ck.. Setidaknya aku tau Danis gak lagi deket sama cowok lain" kata Arka sambil senyum ngejek ke arah Anjas.
"Kamu pikir gelengan Danis itu jawaban semua pertanyaan kamu?" Anjas kembali senyum, "Danis emang belum nerima cowok lain, tapi bukan berarti dia masih ngarepin kamu."
"yakin? tapi aku tau kalau sampe sekarang dia masih cinta sama aku." kata Arka serius.
"ckckck... udah jadi mantan aja masih songong. inget tuh sama calon bini, gak usah ngribetin cewek lain. mending kamu perawatan sono, gak lucu dong calon pengantin keliatan kucel gini" kata Anjas sambil senyum.
Belum sempat Arka jawab omelan Anjas, terdengar suara panggilan di hape Anjas. melihat nama DANIS JUTEK, Anjas langsung senyum.
*Hallo Danis
sapa Anjas sambil ngelirik Arka, sengaja dia menekan nama Danis.
# (--- )
*iya sabar, aku kesitu
jawab Anjas sambil melangkah pergi, tak lupa dia melihat ke tempat Arka berdiri, dan menjulurkan lidah.
Anjas kembali duduk di samping Danis. disusul Arka yang juga berhenti di samping Danis. ketiga orang yang lagi duduk itu sontak melihat ke arah Arka, merasa kedatangannya tidak diharapkan Arka menghela nafas panjang.
"Aku duluan ya Nis" kata Arka sambil senyum, "nanti aku telphon" lanjutnya lalu berlalu pergi keluar resto dengan gaya coolnya. Arka bener-bener ngeluarin pesonanya sendiri, meskipun dia cuma jalan santai tapi sumpah keliatan gantengnya nambah. terbukti dengan banyak mata cewek yang ngeliat ke arahnya.
__ADS_1
"dasar songong" umpat Anjas pelan, Danis melihat ke arah Anjas, Dimas hanya geleng-geleng sambil senyum.
"Apaan? tuh cowok ngeselin tau Dan gayanya. kog bisa sih kamu sama dia" gerutu Anjas sambil balik ngeliat ke arah Danis.
"kamu gak liat emang kalau gantengnya dia tuh bener-bener bikin meleleh" kata Danis sambil senyum.
"aku jitak juga nih cewek" Anjas ngomel.
Danis hanya cengengesan "kamu mau ngapain tadi kesini?"
"astaghfirullah...." Anjas nepok jidatnya. "aku lupa tadi lagi janjian sama cewek" buru-buru Anjas ngecek hapenya dan hubungin seseorang. Danis dan Dimas yang ngeliat Anjas kelabakan jadi ikutan bingung.
"kenapa?" tanya Danis yang ngeliat wajah Anjas di tekuk.
"gak nyambung, diblokir kayaknya" jawab Anjas sambil senderan di kursi. dia emang lagi janjian sama temen ceweknya yang baru beberapa hari dia kenal, dan Anjas udah telat sekitar 2 jam dari waktu janjian.
"Mas Anjas mau kencan?" Tanya Dimas
"rencana awalnya sih gitu" jawab Anjas gak semangat "gara-gara kamu nih" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis pelan.
"gak masalah ding, yang penting hatiku gak pernah kamu blokir" timpal Anjas sambil julurin lidah.
"dasar buaya somplak" Danis dorong badan Anjas ngejauh.
"Mas Anjas katanya jomblo, gagal deh jadi mak comblang kalian" sahut Dimas.
"Dia emang jomblo Dim, tapi gebetannya dimana-mana banyak" Danis terus nyindir Anjas.
"Biasa aja dong cemburunya, gak usah nge gas, hehehe..."kata Anjas sambil senyum. Danis malah manyun. sesaat mereka bertiga diam, hanyut dalam pikiran masing-masing.krik-krik...
" Eh mas Njas, lusa tanding lagi ya?" tanya Dimas memecah kekrik-krikan.
"iya di Lamongan" jawabnya sambil ngeliat Dimas dan mengaduk minumannya.
__ADS_1
"tim yang sekarang strateginya mantep tuh mas, menang terus, padahal maennya keliatan santai gitu. keliatan kompak banget sekarang, gak kayak dulu yang lebih suka bawa bola sendiri-sendiri" kata Dimas panjang lebar
"sapa dulu dong kaptennya?" kata Anjas dengan memainkan kedua alisnya. Anjas selama satu musim ini memang sudah jadi kapten tim, meskipun dia muda tapi kemampuan mengatur timnya memang tidak diragukan lagi. bahkan Dia juga jadi kandidat kapten timnas Indonesia.
Setelah itu obrolan lebih di dominasi Dimas dan Anjas yang lagi bahas bola. Danis yang emang gak terlalu paham (sama kayak othor, hehehe) milih diem sambil terus ngeliat kedua cowok itu bergantian. obrolan terhenti saat Dimas nerima telphon dan milih menjauh.
"Gimana kabar hati kamu setelah ketemu Arka?" tanya Anjas sambil ngeliat lurus ke mata Danis.
Danis mengangkat bahu tanda tidak tahu "Tapi jantungku masih jelas marathon tiap ngeliat dia"
"Haiiish... tuh cowok pake pelet kali ya, sampe kamu kayak gini"
"mulut kamu Suka banget sih nyinyirin Arka, dia aja kalem"
"bela aja terus dia, ck..." Anjas mencebik, kesel dia. beberapa ratus detik kemudian Dimas balik ke meja mereka.
"Mbak, aku ada panggilan mendadak nih, pulangnya ngojol aja ya" kata Dimas cengengesan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"eh adek durjana, tadi aja maksa-maksa sekarang dicampakin" omel Danis gedek, Dimas hanya mengacungkan dua jarinya tanda damai juga tak lupa senyum yang dibikin sok manis.
"ya udah aku pungut deh Dan, aku anterin pulang"
"Nah tuh... jangan langsung pulangin mas, bawa kabur dulu. kasian nih mbak ku lama gak ngerasain malem minggu" mereka bertiga jalan beriringan keluar resto.
"Dasar adek semprul" umpat Danis, Dimas sudah melebarkan langkahnya setengah berlari dia melambaikan tangan. "kamu juga main pungut aja, dikira aku kucing"
Anjas hanya ketawa sambil ngacak rambut Danis pelan. mereka terus berjalan menuju arah parkiran. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang ngeliat gak suka ke arah mereka dan mengikuti langkah mereka.
"Heh kalian..." panggil orang itu sambil nyolek pundak Anjas, keduanya menoleh dan...
***
Kira-kira sapa ya genngs yang manggil mereka berdua? Arka kah?????
__ADS_1
koment dan like dong, sepi banget... sedih nih jadinya.. hiks hiks