Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 83


__ADS_3

Cerita 83


Saat ini Danis lagi duduk sendirian di pinggir lapangan futsal, dia lagi nemenin Anjas futsal sama temen-temen SMAnya. Sebenernya Danis sering ikut Anjas latihan Futsal, tapi baru pertama ini dia ikut sebagai ceweknya Anjas. Dia sama sekali gak bosen ngeliat Anjas. Di mata Danis, Anjas yang lagi lari nggiring bola dengan penuh keringat keliatan makin ganteng.


"Mbak pacarnya Anjas ya?" tanya seseorang disebelah Danis, dia noleh, ada seorang cewek berhijab lagi senyum ke dia.


"Iya aku pacarnya Anjas" entah kenapa ada rasa bangga nyebut jadi pacar Anjas, Danis senyum.


"Akhirnya tuh anak bisa move on juga" gumam cewek itu pelan, tapi Danis masih bisa denger.


"Maksutnya?"


Cewek itu senyum,"namaku Yana, aku satu SMA sama Anjas" kata cewek itu kenalan.


"Danis" mereka berjabat tangan.


"maaf Danis, tapi emang baru ini aku ngeliat Anjas bahagia, keliatan lagi jatuh cinta, hehehe" kata Cewek yang bernama Yana.


"Dia mah tiap hari keliatan jatuh cinta terus. titisan playboy mah bebas" kata Danis ngasal.


"Anjas? playboy?" Yana keliatan nahan senyum "dari luar keliatan gitu sih. tapi kan kamu yang lebih paham Anjas."


Deg..


Danis ngerasa kesindir, siapa Yana ini? kenapa dia keliatan ngenal Anjas banget.


'apa dia salah satu mantan Anjas?' batin Danis


Tapi Danis jadi sadar satu hal kalau dia kurang ngenal Anjas. Selama ini Anjas selalu denger cerita tentang Danis, tapi tidak sebaliknya. Danis ngeliat Anjas, ada rasa bersalah di tatapannya.


Beberapa menit kemudian permainan berakhir yang tentunya tim Anjas menang. Cowok ganteng itu berjalan ke arah Anjas, senyum indah selalu menghiasi wajahnya. Danis menyodorkan botol minuman ke Anjas setelah dia duduk disampingnya. tanpa sadar Danis mengelap keringat Anjas dengan handuk ditangannya.


"yaelaah... mentang-mentang pasangan baru, pake di lap aja keringetnya. biasanya juga dianggurin" ejek Nino yang juga ikutan main Futsal, temen-temen Anjas yang lain ikutan ricuh.


"pada berisik aja. cewek aku mah emang perhatian gini, emang ceweknya Nino yang gak pernah peduli" balas Anjas, Raya emang paling gak suka kalau diajak nemenin Nino futsal.


"Kamu mau aku lap juga keringetnya?"Danis nawarin ke Nino.


" boleh boleh" jawab Nino sambil nyodorin badannya ke Danis.


"Njas, kaos kaki kamu copot bentar deh. mau aku buat ngelap muka Nino tuh" kata Danis yang disusul tawa temen-temen Anjas.


"somplak. dikira muka gue apaan" gerutu Nino, sambil noyor lengan Danis. Selanjutnya obrolan mereka lebih menjurus ke hal yang gak jelas.


"bosen ya nungguin?" tanya Anjas ke Danis di sela-sela obrolan temen-temennya.

__ADS_1


"Enggak, aku malah suka nemenin kamu gini. temen kamu juga baik gak ada yang resek" jawab Danis sambil beresin tas Anjas.


Setelah cukup lama ngobrol dan badan mereka udah kembali segar mereka semua pamit pulang. Sebelum pulang Anjas keliatan ngobrol sama Yana. Ada rasa sakit di dada Danis, tapi dia nyoba biasa. Danis dan Anjas jalan beriringan ke parkiran. Danis ngeliat jam. 21.15.


"kenapa?" tanya Anjas lembut sambil ngusap pipi Danis, dia ngeliat Danis keliatan badmood.


"masih pengen jalan sama kamu" kata Danis manja.


"gak kemaleman? besok bisa jalan lagi kan" kata Anjas, dia gak enak aja kalau nganter Danis terlalu malam. Danis manyun.


"manyun, ngambek" goda Anjas sambil ngacak rambut Danis."pengen kemana?"


Danis keliatan senyum, "terserah, yang penting berdua sama kamu"


"aku baru tau kalau kamu manja banget" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis lagi, gadis cantik itu merona. "kamu pengennya cuma ngobrol apa ngobrol plus plus?"


"maksutnya?" tanya Danis


"kalau cuma ngobrol kita bisa ngemper kayak dulu. tapi kalau ngobrol plus plus kita bisa ke ruang baca. di lantai dua kita bisa ngobrol plus peluk, plus cium. hehehe" jelas Anjas sambil senyum.


"mesum" Danis ketus "ngemper aja deh, aman" kata Danis akhirnya.


"aman gimana?"


"kalau ngemper malah digangguin pengamen yank" kata Anjas sambil makein helm Danis, keromantisan sederhana yang slalu Anjas lakuin, bahkan kebiasaan itu di mulai sebelum mereka pacaran.


"bodo amat" kata Danis cuek, sekarang Anjas yang manyun.


"tau gitu gak usah ditawari, lagsung angkut ke TKP aja" gerutu Anjas.


Sepanjang perjalanan Danis meluk Anjas erat, kepalanya dia sandarkan di punggung Anjas. dia paling suka saat kayak gini, rasanya dia gak mau nglepasin tubuh Anjas. Sesekali Anjas megang tangan Danis yang bersarang diperutnya.


"Yank, kamu tau gak kenapa aku lebih suka ngajak kamu naik motor?" tanya Anjas disela-sela perjalanan


"Kenapa?"


"karena aku bisa dapat rejeki nomplok, ketempelan gunung kembar kamu, hahaha" kata Anjas yang dihadiahi cubitan pedas diperutnya.


"mesum banget sih. nyebelin" kata Danis sambil mundurin badannya.


"lah kenapa ngejauh sih, nanggung yank. lagian semua juga pasti gitu kog. gih majuin lagi yank. enak tauk!" goda Anjas, sambil noel-noel tangan Danis.


"Anjas! aku tampol mulut kamu mau. perlu di rukiyah tu pikiran kamu. vulgar banget ngomongnya" omel Danis, Anjas makin ngakak.


"Nampolnya pake bibir ya" kata Anjas

__ADS_1


" Anjas mesum!"


"ini tuh spontanitas tanpa batas yank, aku ngeliat kamu aja bawaannya langsung mesum, apalagi deket kamu gini pengennya langsung nerjang aja" goda Anjas lagi, dia tau kalau Danis paling gak suka becanda kayak gini. pasti sekarang pipinya udah merah.


Sampai ditujuan mereka masih debat masalah kemesuman Anjas. namanya juga cowok, pikirannya gak jauh dari kemesuman, ckckckc...


"Njas... Maaf ya" kata Danis saat mereka udah ngemper dipinggir jalan sambil ngopi.


"Kenapa lagi?" tanya Anjas sambil ngeliat wajah Danis, dia ngerasa Danis lagi nyimpen sesuatu kalau udah kayak gini.


'jangan bilang kamu khilaf nerima aku. bisa mati muda aku' batin Anjas.


"Selama ini kamu selalu tau hampir semua tentang aku. kamu selalu ada buat jadi pendengar aku. tapi aku ngerasa selama ini aku belum ngelakuin itu ke kamu. Kadang aku ngerasa belum ngenal cowok aku ini dengan banyak" kata Danis sambil nunduk.



"Hei... " Anjas narik dagu Danis agar mata mereka bisa ketemu "Nggak usah ngomong gitu. kan kita udah janji buat belajar jalanin hubungan kita bareng-bareng."


"Makasih ya selalu ada buat aku"kata Danis pelan


" jadi terharu... aku nangis boleh?" canda Anjas.


"Haiish... cukup aku aja yang suka nangis di pinggir jalan. kamu jangan!" kata Danis sambil mukul tangan Anjas.


"Sakit yank... bar-barnya masih dipelihara nih" kata Anjas sambil ngusap tangannya.


"Maaf, hehehe" Danis minum cappucino nya, sejenak hening. "Njas, boleh nanya?" Anjas ngangguk. "kamu pernah pacaran berapa kali?"


"Sekali" jawab Anjas enteng sambil minum kopi itemnya.


"serius Njas jawabnya!" protes Danis


"Aku udah jawab serius Danisku sayank..." kata Anjas sambil nyubit pipi kanan Danis. Danis cuma diem ngeliat Anjas, dia keliatan masih gak percaya.



"Beneran cuma sekali, kedua sama kamu sekarang" kata Anjas meyakinkan "kalau masih gak percaya tanya mbak Sisil deh"


"kog bisa?"


"maksutnya cowok urakan kayak aku gini yang kamu bilang playboy tengil, kog bisa cuma punya satu mantan, gitu?" Anjas memperjelas sambil senyum miring.


"iya, tampang kamu itu kayak punya mantan dua lusin Njas!" kata Danis berapi-api.


***

__ADS_1


__ADS_2