
Cerita 33
--Flashback on--
Saat itu Anjas lagi jalan sendirian keluar dari mall, Danis terpaksa dia tinggal sendirian di cafe karena dia buru-buru mau ngasih kado ke seseorang. kasihan juga sih sebenernya, tapi mendadak banget soalnya, dari tadi yang punya kado udah ngomel-ngomel gak jelas.
Saat uda mau sampek parkiran ada cowok yang megang pundak Anjas, dia menoleh. dia seperti pernah liat cowok itu, tapi dia lupa.
"ada apa ya?" tanya Anjas.
"Kamu ada hubungan apa sama Danis?" tanya cowok itu dengan tatapan dingin.
"Danis?" Anjas balik nanya, setelah muter otak bentar dia inget, dia cowok yang jalan sama Danis waktu konser Sheila on 7 dulu itu. brarti dia cowoknya Danis. 'apa dia ngeliat aku jalan sama Danis ya?' batin Arka
"Kamu selingkuhannya?" tanya Arka lagi dengan tatapan yang lebih dingin.
"Owh... sory mas, saya hanya temennya aja kog"
"kamu gak tau dia uda punya pacar?"
"Tau lah... dia sering cerita tentang pacarnya" jawab Anjas ngasal, mana pernah Danis cerita, Anjas aja yang nyimpulin sendiri. 'ketahuan jalan sama pacarnya, sial banget sih. bisa di ajar nih'
"Saya pacarnya"
"iya, kalo gak salah mas namanya Akra kan?" jawab Anjas sambil senyum.
"Nama saya Arka bukan Akra" kata Arka tegas.
'******, salah lagi namanya'. Anjas senyum tipis "Salah dikit mas,"
"kalo udah tau punya pacar kenapa jalan berduaan?"
"tadi minta tolong Danis buat milihin kado" kata Anjas yang udah mulai males ngeladeni Arka.
"Gak punya temen cewek lain? kalo situ udah tau dia uda punya cowok gak usah deh sok sok an ngajakin jalan. jauhi dia" kata Arka agak keras.
'iya iya, sory ya saya buru-buru" kata Anjas sambil lanjut jalan ke motornya.
__ADS_1
Arka masih terus natap Anjas yang mulai naik ke motor. Anjas sendiri masih bisa ngeliat Arka dari spionnya, "tuh cowok matanya minta di col*k kali ya, serem banget liatnya. untung di tempat rame. kalo di tempat sepi udah aku kasih minyak kali biar tambah meledak kepalanya"
--flashback end--
Hari ini Danis pulang kerja di jemput Arka. mereka janjian mau jalan sekalian ngobrolin hubungan mereka. Saat ini mereka lagi duduk di cafe, suasananya cukup sepi jadi mereka bisa leluasa ngobrol.
"Nis... aku masih pengen jalan sama kamu" kata Arka saat mereka uda selesai makan.
"ya ini kan jalan" kata Danis datar.
"kamu uda punya cowok lain ya?" tembak Arka.
Danis ketawa," gak usah konyol deh,"
"Aku sayang sama kamu" kata Arka sambil megang tangan Danis.
"iya aku tau" jawab Danis.
"Nis, aku harus gimana? aku gak mau kehilangan kamu,"
"Kamu juga gak mau kehilangan Mega"
Danis tersenyum tipis "kamu tuh egois Ka, setelah kamu enak-enakan sama dia, trus kamu buang dan kamu milih aku. nanti setelah kamu juga enak-enakan sama aku, trus aku kamu tinggalin juga gitu?"
"gak bakalan Nis, kamu lebih berharga dari dia"
"tapi kamu udah ngambil sesuatu yang berharga dari Mega"Danis menatap Arka tajam.
" Maafin aku Nis"
"harusnya kamu minta maaf ke Mega bukan ke aku" Anjas diam mendengar penjelasan Danis. dia tau Danis sangat kecewa.
"Aku minta maaf karena uda ngecewain kamu" Anjas menatap mata Danis, ada ke putus asaan disana, yang membuat Danis jengah.
"aku mau maafin kamu, tapi ada syaratnya"
"Apapun Nis" kata Arka sambil megang tangan Danis erat.
__ADS_1
"aku gak pengen kenal sama Arka yang brengsek. karena yang aku tau Arkanaku dia cowok yang tanggung jawab, bukan pecundang" Danis mulai berkaca-kaca. Arka nunduk.
"kamu harus nikahin Mega, jangan tinggalin dia. dan jangan pernah sampai ada Mega-mega yang lain"
"tapi aku sayangnya sama kamu Nis"
"kalau sayang ke aku, kamu gak mungkin giniin aku" Danis berdiri " aku mau ke toilet"
Anjas melihat Danis yang pergi ke toilet, dia tau Danis adalah perempuan yang sangat baik. dan dia sudah kehilangan perempuan itu. beberapa menit kemudian Danis balik ke mejanya. wajahnya terlihat lebih segar karena tadi dia sempat cuci muka.
"Kamu mau menuhin syaratku tadi?" tanya Danis yang ngeliat Arka cuma diam.
"jujur aku gak tau Nis"
Danis megang tangan Arka, "kalau kamu masih pengen ngejalani semuanya sama aku, apa salahnya kamu tinggal nepati janji itu?"
Arka menatap Danis " maksud kamu?"
Danis mengangguk, "aku akan tetep disamping kamu, sampai kamu nikah sama Mega. aku rasa itu hukuman yang setimpal buat kamu. karena aku tau kamu sayang sama aku. dan kamu akan ngerasa sakit setiap inget pengorbanan aku"
Arka menggelengkan kepalanya. Danis makin erat megang tangan Arka " tidak ada pilihan, itu yang harus kamu jalani" kata Danis lagi
"tapi itu juga nyakitin kamu"
"dari awal aku uda kamu sakiti, jadi sekalian aja kamu hancurin hati aku. biar aku makin benci sama kamu"
***
Malam ini Danis tidak bisa tidur, dia masih mikir kejadian tadi sama Arka. dia tidak tau benar ato salah langkah yang dia ambil. tapi yang jelas niat Danis sekarang cuma satu. dia pengen Arka menjadi orang yang bertanggung jawab. Mungkin diluaran sana banyak orang yang putus hubungan walaupun mereka sudak s*ks. tapi Danis tidak mau itu terjadi pada Arkananya.
Bagaimanapun juga berzina adalah dosa besar, dia hanya ingin membantu Arka agar dia tidak melakukan dosa itu lagi dengan orang lain. mangkannya dia masih pengen bersama Arka sampai dia menikah. walaupun tidak ada yang bisa menjamin Arka berubah. tapi setidaknya cuma itu yang bisa Danis lakukan untuk orang yang dia cintai.
Danis tau dia akan menyakiti Mega pacar Arka,karena sudah masuk ditengah-tengah hubungan mereka, tapi itulah satu-satunya cara yang ada difikiran Danis, dia sangat mencintai Arka. dia yakin dengan tetap disamping Arka dia secara tidak langsung akan terus merasakan sakit hati, dengan begitu dia bisa berhenti dan melupakan Arka.
"Maafin aku Mega, aku pinjam Arka mu sebentar." kata Danis saat melihat foto Mega dan Arka yang dia curi dari handphone Arka.
__ADS_1
***