Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 32


__ADS_3

Cerita 32


Setelah beberapa menit perahu yang ditumpangi Danis dan Anjas mulai melambat. Setelah sampai di bibir pantai perahu berhenti, satu persatu penumpang turun. Anjas membantu Danis turun dan melepaskan rompi pelampungnya.


"Kita masih di pantai bolu-bolu" kata Anjas yang ngeliat Danis mikir. sebelum Danis nanya lagi Anjas sudah menarik lengan tangan Danis dan mengajak berlari.


"Mau main air dulu apa mau berjemur?" tanya Anjas sambil menoleh ke Danis.


"lama nih mikirnya, berjemur dulu deh" kata Anjas lagi sambil lanjut jalan. Danis yang kesel ngeliat sikap Anjas pengen banget ngejitak kepalanya dari belakang.


Anjas ngajak Danis duduk di Atas batu besar yang lumayan rata, agak jauh dari orang-orang, mau naik pun mereka harus manjat batu dulu pelan-pelan.


"Keren gak?" tanya Anjas sambil lurus menatap lautan lepas di depannya. Danis tersenyum dan mengangguk.


"ini namanya pantai bolu-bolu, yang tadi pertama tuh pantai lenggoksono. kita kurang lebih 1,5 jam disini, ntar naik perahu lagi baru ke pantai banyu anjlok"


"sering kesini?" tanya Danis sambil ngambil hapenya.


"lumayan. kalo lagi pengen mantai seringnya kesini. langsung dapat 3 pantai, plus naik perahu, plus snorkeling juga"


"serius?" tanya Danis, Anjas ngangguk.


mereka terdiam cukup lama, masing masing lagi sibuk menikmati dan hanyut dengan fikirannya. setelah puas duduk dan selfi, kini keduanya asyik lari larian sambil main air. bukan Anjas namanya kalau gak terus ngejahilin Danis. tapi sekarang Danis uda mulai ngimbangi kejahilan Anjas. alhasil mereka seperti sepasang kekasih yang lagi kasmaran bangeeeet. so sweet gimana gitu liatnya.


Setelah naik paerahu lagi, kini mereka udah sampai di pantai banyu anjlok. ada seperti air terjun dari atas yang airnya langsung lari ke pantai. Anjas ngajak Danis buat naik ke atas air terjun. mereka harus naik gantian pakai tangga kayu yang lumayan jauh dari banyu anjlok. dengan medan yang sempit dan lumayan licin anjas selalu megangin Danis. dia selalu sigap di belakangnya.



Anjas lumayan takjub dengan Danis, cewek cantik ini gak banyak ngrepotin, dia seperti udah biasa dan gak manja, padahal jalanan udah becek banget karena habis ujan. Sampai di atas, Danis dibuat makin melongo, ada kolam yang cukup besar dan airnya jernih banget, air itu yang turun ke bawah jadi banyu anjlok.

__ADS_1


Mereka berdua berendam disitu, Danis manyun saat Anjas terus ninggalin dia renang. keduanya terus ketawa sambil nikmatin salah satu surga dunia ini.


"kayaknya aku jatuh cinta deh" kata Danis tiba-tiba sambil matanya terus ngeliat ke arah pantai.


"Aku juga cinta kog sama kamu, gak usa sendu gitu mukanya" kata Anjas yang tiba-tiba duduk disamping Danis.


"Aaaw..." teriak Anjas sambil ngusap tangannya yang kena cubit Danis.


"dasar Playboy cap kelinci. uda punya pacar juga masih aja ganjen" kata Danis.


"aku kan bebas" kata Anjas sambil make kacamatanya lagi.


"terus nasib cewek spesial yang kamu kado kemaren gimana?" tanya Danis, Anjas hanya ngeliat ke Danis dan senyum tipis.


"Cemburu? tenang aja, aku bisa adil kog"


Mendengar kata-kata Anjas, sontak Danis langsung keinget dia dan Arka, mukanya yang tadi santai kini jadi masam. Anjas yang ngeliat itu langsung megang tangannya.


"apaan, kan kita uda impas"


"tinggal nge iya in susah amat sih" kata Anjas serius.


"iya iya." jawab Danis ketus.


Anjas megang dagu Danis "Hari ini gak usah mikir yang lainnya, kita seneng-seneng aja berdua. dan muka gak boleh di tekuk. gimana?"


Danis malas nanggepi Anjas, tapi emang bener juga sih, uda mantai gini yang bener ya emang harus seneng. gak usah mikir yang lainnya, Arka juga lagi ketemu sama mak lampirnya. toh daritadi dia juga have fun sama Anjas. Danis tersenyum "Oke".


Mereka berdua turun ke bawah karena di atas udah mulai banyak orang, mereka juga uda lama di atas. dibawah pun mereka masih bisa main air. Anjas narik Danis buat main ombak, Danis yang emang gak bisa renang awalnya gak mau. tapi dia gak bisa nolak karena Anjas terus narik Danis, sampai ombak datang Danis mau kabur tapi Anjas meluk dari belakang, dan akhirnya mereka terpental, begitu berulang-ulang. mereka berdua bener-bener menikmati liburannya, hanya tawa dan sedikit cek cok karena keusilan Anjas.

__ADS_1


Sore hari mereka sampai di rumah Danis, setelah mampir makan mie ayam di jalan. Anjas hanya bertemu dengan ibunya Danis, dan dia langsung pamit karena emang udah mau gelap. Danis pun nganter Anjas ke depan.


" Njas, makasih ya uda ngajakin aku mantai" kata Danis saat Anjas udah naik motornya.


"sama-sama. sesuai janji, setelah ini aku gak bakal ngrecokin kamu"


Danis ketawa "kapan-kapan bisa lah kita ngopi, sekalian aku ajak si Raya nanti"


"pengen banget kita kencan lagi?"


"Apaan sih, gak capek daritadi usil mulu" Danis sewot


"hari ini tuh misi aku sebenernya bikin kamu senyum dan bahagia, tapi tetep mode usil aku tuh gak bisa ilang"Danis senyum denger Anjas ngomong.


" gitu dong senyum, jangan nangis terus kalo lagi sama aku. Makasih juga ya hari ini udah jadi pacar aku seharian" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis, spontan Danis nendang Anjas.


"nih cewek, manis bentar napa sih, orang lagi bikin suasana romantis" kata Anjas sambil megang kakinya.


"gak mempan romantis kamu ke aku" kata Danis sambil menyilangkan tangannya ke dada.


Anjas senyum kecut.


"Awas aja kalo nanti kangen." kata Anjas sambil make helm. " inget, jangan kebiasaan nangis sendirian di pinggir jalan karena aku gak bakalan bisa mungut kamu lagi"


Danis ketawa, "gak bakalan nangis lagi, habis ini aku bahagia terus. puas?"


Anjas senyum tipis "Yauda aku balik, kamu baik-baik ya" sekali lagi Anjas ngacak rambut Danis, perlahan dia melajukan motornya ninggalin Danis.


Anjas terus ngeliat Danis dari spion motornya, sampai akhirnya cewek itu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Smoga kamu bahagia sama cowokmu itu" kata Anjas lirih, kembali dia mengingat kejadian di mall kemaren ketika bertemu dengan seorang cowok.


***


__ADS_2