Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 112


__ADS_3

Cerita 112


Seharian Anjas gak ada kabar, terakhir chat dia cuma ngirim video dan foto dia bersama timnya yang lagi di mobil jeep terbuka bawa tropy juara. Danis daritadi ngerasa gak tenang.


"Kenapa sih Nis?" tanya Raya sambil makan camilan.


"Anjas gak ada kabar daritadi, bikin kesel aja"


"yaelaah... dia kan emang lagi konvoi, mana sempet pegang hape"


"Sebel aku tuh, baru nikah udah ditinggal terus"


"Resiko kali Nis, ini kan bagian dari kerjaannya, tapi habis ini kan masih ada jeda beberapa bulan sampek laga baru, bisa full time sama kamu dong"


"Apaan, orang dia bilang masih sibuk di TIMNAS habis ini, belum lagi sekarang timnya juara bisa ikut tanding tingkat Asia juga katanya"


"****** dah, udah nikah berasa jomblo kalau gini" ejek Raya sambil cekikikan.


"haiiishh... tauk ah"


"Lagian kenapa Anjas gak ngurusin hotel aja sih?"


"Dia lebih nyaman main bola, beberapa kali aku sering nanya gitu ke dia, apalagi habis cedera itu yang ada ujungnya kita malah cek cok" terang Danis. "Jadinya sekarang aku ikutin aja lah pengennya dia, lagian aku juga suka sih liat Anjas main bola"


"Yaudah kalau gitu, terima resikonya, jangan ngeluh"


"Aku tuh curhat, bukan ngeluh"


"Sama aja markonah!" kata Raya sambil nimpuk Danis dengan camilan. "Betewe si Arka udah gak pernah hubungin kamu?"


"terakhir dia chat kemaren, ngucapin selamat, sama ngasih doa"


"Doanya baik kan"


"iyalah"

__ADS_1


"Kirain doain yang lain" cibir Raya "gak nyangka juga ya, Arka yang seorang dosen dengan kecerdasan memukau ternyata punya sisi buruk masalah percintaan, free ****, selingkuh, batal nikah. Sedangkan Anjas si pemain bola yang urakan ternyata bisa memperlakukan wanita dengan sangat baik"


"Iya, bahkan Anjas jauh lebih bisa bikin aku baper dan bahagia banget" ucap Danis sambil senyum, inget tingkah Anjas. "Banyak hal sederhana yang dilakuin Anjas ke aku dan itu malah bikin aku meleleh banget, hehehe"


"Lebay" timpuk Raya lagi " malam pertama kamu bikin meleleh juga gak?"


"Rahasia lah" jawab Danis santai, dia gak mau ngumbar malam pertamanya yang gagal, yang ada dia bisa habis kena ejek Raya, apalagi mulut Raya kayak toa masjid, sekali dia tau dipastikan yang lain juga tahu.


"Pelit..." sinis Raya


"Yeeee... buruan nikah sendiri sono"


"Ck... Nino tuh beda kayak Anjas, aku juga bingung kadang dia serius apa gak sama aku, tiap kali aku ngomongin nikah dia kayak males gitu"


"Yaudah nyari yang lain aja, taaruf gitu biar cepet nikah. gak usah dipikirin Nino" pancing Danis


"pikiran aku tuh udah penuh sama Nino, susah kalau suruh mikir yang lain"


"Gaya..." cibir Danis


Raya hanya ketawa, "nih si Nino juga mana lagi, katanya mau jemput"


"iyalah, diluar rame gitu jalannya, serem tauk!"


"Nginep sini aja deh, udah malam ini" kata Danis, sekarang emang udah jam 10 malam.


"terus aku tidur dimana?" kamar di rumah Danis emang udah penuh, karena ada beberapa saudara yang nginep disitu.


"tidur sama aku aja"


"Terus suami kamu mau dikemanain?"


"Biar tidur sama Dimas, salah sendiri aku seharian dicuekin!" ucap Danis kesal. Raya ketawa.


Beberapa menit kemudian Anjas datang barengan sama Nino. Setelah ngobrol bentar Raya dan Nino pamit pulang. Danis keliatan masih cemberut ke Anjas.

__ADS_1


"Kamu kenapa cemberut gitu sih daritadi?" tanya Anjas yang ngerasa dicuekin Danis. Saat ini Danis lagi tiduran di ranjang, sedangkan Anjas baru selesai sholat.


"Kamu nyebelin!"


Anjas mengerutkan dahinya, dia ikutan naik di ranjang, tidur miring menghadap Danis yang tidur terlentang, dia belai pipi Danis. "Kenapa istriku sayank?"


"kamu tuh yang kenapa? seharian gak ada kabar!"


Anjas senyum, dia makin gemas ngeliat istrinya yang lagi ngambek. "kamu kan tau aku konvoi, mana sempet main hape sayank"


"harusnya kamu sempet-sempetin dong, baru juga nikah, udah ditinggal mulu, dicuekin" kata Danis sambil berkaca-kaca.


'Ngadepin macan betina modelan Danis harus sabar Njas, apalagi yang lagi PMS,' batin Anjas sambil geleng-geleng.


***


Sudah dua hari Anjas dan Danis resmi nikah, rasa cinta keduanya makin membuncah, meskipun masih ada aja hal sepele yang bikin mereka cek cok. kayak malam ini, Anjas yang gak bisa nahan nafsunya saat liat dan berdekatan dengan Danis milih keluar kamar ninggalin istrinya yang lagi tidur.


Setengah sadar Danis meraba ranjang tempat Anjas, seketika matanya terbuka.


'Anjas kemana?'


Dia melirik jam dinding, jam 1 dini hari. pikiran Danis udah macam-macam, dia bangun dan ngecek kamar mandi. kosong. Ponsel Anjas di tinggal di atas meja. Danis mondar-mandir di kamar.


"Awas aja kalau sampek kelayapan gak jelas diluaran sana, abis kamu yank sama aku!" geram Danis.


Perlahan Danis buka pintu kamar menuju dapur, ngomel-ngomel sendiri bikin tenggorokannya kering. Saat mau balik ke kamar, sayup-sayup dia denger suara berisik dari kamar Dimas.


Ceklek...


Mata Danis melotot ngeliat dua orang lelaki yang sama sekali gak terganggu dengan kehadiran Danis, bahkan mungkin mereka gak tau Danis masuk kamar.


"Bagus ya kalian!" umpat Danis sambil berkacak pinggang.


***

__ADS_1




__ADS_2