Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 75


__ADS_3

Cerita 75


"tungguin dong Pa," kata orang itu.


Danis dan Anjas menoleh ke cewek itu, ya dia Mega tunangan Arka. sedangkan Arka sekarang sedang salting. untuk kedua kalinya dia dihadapkan dengan moment seperti ini. ketemu dengan selingkuhan saat jalan dengan tunangan.


"kamu temennya mas Arka kan?" tanya Mega sambil nunjuk ke Danis, yang ditunjuk ngangguk pelan, sambil senyum kecut.


"duh pas banget, bisa minta tolong gak" kata Mega nyerocos.


"apaan sih Meg, Danis sibuk kamu gak usah gangguin dia" protes Arka.


"apasih Mas, orang cuma mau nanya-nanya doang" kata Mega sambil melirik Arka. "Danis bisa minta waktu bentar gak?"


Danis melirik ke Anjas, yang dibalas dengan senyuman tipis. "ada apa emangnya?"


"cuma mau tanya-tanya"


"gak usah Nis, kamu lanjut aja Mega gak usah digubris" kata Arka meyakinkan Danis.


'mau nanya apa ya? jadi penasaran. jangan-jangan dia mulai curiga sama aku?' batin Danis


"Mas, aku cuma mau nanya doang. mau kan Nis? aku gak punya kenalan soalnya disini" pinta Mega dengan menampakan wajah melas.


"bentar aja ya, soalnya aku mau jalan" kata Danis akhirnya sambil sekilas ngelirik Arka yang tampak geram.


"iya janji bentar" kata Mega sambil senyum.


"ikutan bentar gak apa-apa kan?" tanya Danis dibuat sedikit manja ke Anjas, dia sengaja bikin Arka cemburu. Anjas yang paham kode dari Danis ikutan.


"iya" kata Anjas singkat, sambil ngusap kepala Danis. dia juga penasaran soalnya. Arka makin geram sama tingkah mereka.


***





Mereka berempat milih ngobrol di cafe tempat Danis nunggu Anjas tadi. mereka milih bangku agak pojok, biar lebih nyaman ngobrolnya. takutnya kan nanti ada adegan lempar-lemparan gelas, hehehe...

__ADS_1


"kamu bukannya Anjas ya? pemain bola yang lagi pacaran sama artis itu?" tanya Mega, tempat duduknya yang berhadapan dengan Anjas membuat dia lebih leluasa mengenali wajahnya. sedangkan Danis berhadapan dengan Arka.


Anjas senyum, " iya, tapi dia bukan pacarku. hoax tuh"


"owh hoax. kirain kamu sekarang lagi selingkuh" kata Mega sambil memegangi bibirnya.


"emang ada tampang tukang selingkuh?" tanya Anjas sambil mengangkat kedua alisnya. matanya melirik Arka yang juga lagi ngeliat Anjas.


"iya" jawab Mega santai tapi kemudian senyum "becanda, biasanya kan emang gitu cowok ganteng tuh ceweknya banyak. kecuali mas Arkaku" kata Mega sambil bergelayut manja di bahu Arka. Anjas senyum, Danis hanya diam sambil minum pesanannya.


"mungkin karena cowok kamu jelek" pancing Anjas.


"enak aja. dia yang paling ganteng. tapi gak bakalan selingkuh dia, orang dia cinta banget sama aku" kata Mega Pede. "lagian kalau sampek Mas Arka selingkuh, aku obrak-abrik tuh selingkuhannya"


Danis menelan ludah, Anjas senyum, sedang Arka makin gak betah duduk disana. Perlahan Anjas menggenggam jemari tangan kanan Danis yang dari tadi ada di bawah meja.


"kalau cowok kamu yang ganjen?" Anjas makin gencar mancing kemarahan Arka. Mega ngeliat Arka.


"kalau mas Arka yang ganjen, aku potong tuh juniornya, biar kapok!" kata Mega sambil senyum, walaupun dia keliatan bercanda tapi sukses bikin Danis keselek minuman.


"pelan Dan minumnya" kata Anjas sambil nepuk punggung Danis lembut. "sory, kaget denger si junior dibawa-bawa" jelas Anjas


"Mega gak usah ngobrol ngelantur, mereka juga sibuk" tegur Arka yang juga ngerasa gak nyaman.


"gak papa kog" kata Danis sambil senyum. "emang kamu mau tanya apa?"


"owh iya... gini, nikahanku kan bentar lagi, kamu tau gak WO yang paling bagus di Malang? soalnya bla bla bla..."


Mega mulai membahas rencana pernikahannya yang resepsinya juga bakal digelar di Malang. Danis yang emang kurang paham hanya ngejawab setaunya dia. untungnya Danis nyimpen kontak temennya yang punya usaha WO jadi dia cuma ngasih info kontaknya, selanjutnya dia gak ikutan.


"syukur deh, pusing aku. ngurusin acara sana sani. padahal udah mepet banget ini acaranya. Mas Arka sih terlalu santai jadi gemes akunya" kata Mega yang terlihat antusias, dia gak sadar kalau tiga orang disamping dan depannya mulai bosan dengerin ocehannya.


"semangat deh sampek hari H, moga lancar terus" ucap Danis, yang di aminin Mega juga Anjas. Arka keliatan masa bodo.


"Amin. makasih ya Nis, untung ketemu kamu" kata Mega sambil senyum.


"penganten cowoknya keliatan santai banget, kayaknya juga butuh perawatan deh biar wajahnya seger, gak kucel gitu" sindir Anjas, Arka ngeliat Anjas tajam.


"maklum, dia sibuk banget akhir-akhir ini. mangkannya aku kesini biar bisa bikin dia seneng-seneng" kata Mega sambil ngusap pipi Arka, Danis melengos jengah.


"iya tuh, butuh seneng-seneng dia, biar pikirannya fokus gak jalan kemana-mana" timpal Anjas

__ADS_1


"iya, ngomong-ngomong kalian sendiri kapan nikah?" tanya Mega, kini giliran Arka yang keselek. "pelan Papa" kata Mega. Mendengar panggilan Mega buat Arka, Anjas melongo cengoh. Danis geleng-geleng.


"secepetnya lah, moga aja nikahnya duluan kita" jawab Anjas santai, setelah dia sadar dari kecengohannya.


"lah... nikahanku kurang 2 bulanan, ngaco aja kamu. tapi aku aminin deh" kata Mega lagi.


"makasih" jawab Danis sambil senyum, dia seperti tidak menghiraukan Arka yang daritadi ngelirik dia, bahkan kaki Arka beberapa kali nendang kaki Danis di bawah meja, tapi sama sekali gak ada yang di gubris.


"eh aku jadi kepo, selama aku di Semarang, kalian pernah ngeliat Mas Arka jalan sama cewek gak?" tanya Mega tiba-tiba, bikin ketiga orang itu menoleh ke arahnya.


"selingkuh maksutnya?" pertegas Anjas.


"semacam itulah, soalnya dia suka ngilang, kan nyebelin, jadi mikir macem-macem kadang" kata Mega dengan wajah serius. "kalau bener kamu selingkuh awas aja mas!"


"Mega!" bentak Arka dengan kasar.


"kamu apaan sih Mas bentak-bentak kayak gitu? ditempat umum lagi" Mega kaget, dia ngerasa malu. Arka jadi serba salah juga, dia cuma gak mau Mega ngelanjutin obrolan yang menjurus perselingkuhan.


"aku kan uda bilang, gak usah ngomongin yang gak penting. mereka sibuk" kata Arka nadanya agak pelan, tapi tetap terdengar sinis.


"iya, tapi aku gak suka dibentak kayak gitu" kata Mega gak kalah ketus " lagian kamu kenapa sih? ato bener kamu punya selingkuhan?"


Danis nyenggol lengan Anjas, dia pengen cepet pergi dari tempat ini, Danis pun berinisiatif buat pamit di tengah keributan pasangan yang udah tunangan itu.


"eh sory nih, kayaknya aku sama Anjas balik duluan deh," kata Danis agak ragu " ehm.. Mega kalau perlu bantuan langsung chat aku aja"


"iya Nis, makasih ya. nanti aku hubungin kamu" kata Mega lagi, dari nada bicaranya dia keliatan menahan emosi.


"Arka kita balik duluan" pamit Danis, Arka ngeliat Danis dan Anjas bergantian. Ada rasa kecewa, bersalah, khawatir, marah, semua campur jadi satu di tatapan Arka.


"iya ati-ati" jawab Arka singkat. Anjas hanya diam ngeliat Arka. akhirnya Anjas dan Danis balik duluan, meninggalkan Mega dan Arka yang sepertinya akan melanjutkan diskusi panas mereka.


"bakalan perang kayaknya mereka di dalam Njas" kata Danis sedikit khawatir, mereka sudah sampai di parkiran.


"kenapa? mau balik aja ngelerai?" tanya Anjas sambil make helm.


"Enggak, aku ngerasa bersalah aja" kata Danis pelan sambil nunduk "aku jahat banget ya Njas"


"hey... udah, gak usah mikir macem-macem" kata Anjas sambil makein helm di kepala Danis.


"kita langsung pulang aja ya, aku capek banget Njas" pinta Danis, yang dibalas anggukan Anjas.

__ADS_1


***


__ADS_2