
Cerita 76
"Rumah kamu sepi amat?" tanya Anjas, saat mereka berdua baru nyampek depan rumah Danis.
"iya, Mama Papa lagi nginep dirumah Oma, kalau Dimas palingan lagi kencan" jawab Danis sambil nglepas helmnya.
"aku temenin aja ya sampek Dimas balik, ntar kamu diculik lagi kalau sendirian dirumah" kata Anjas, sambil ngikutin Danis masuk rumah.
"dikiranya aku bocah diculik, kamu pulang aja, besok kan mau ke Bandung"
"ke Bandungnya siang" jawab Anjas santai, sekarang dia lagi sandaran di sofa ruang tamu Danis.
Badan Anjas sebenernya lagi capek banget, tapi dia juga gak mau ninggalin Danis sendirian di rumah. Danis ngambil minuman dingin buat mereka berdua di kulkas. dan dia duduk di samping Anjas, sama-sama sandaran di sofa.
"Dan, kamu kenapa?" tanya Anjas, daritadi dia ngeliat Danis murung.
"mikirin yang tadi?" Danis ngangguk.
"aku kepikiran aja, gimana kalau Mega sampek tau hubungan aku sama Arka? gak bisa bayangin aja akunya"
"yauda gak usah dibayangin, dilupain, udah masa lalu ini" jawab Anjas sambil ngelirik Danis, dia diam "kamu udah selesai kan sama Arka?"
Danis senyum kecut, dia belum bilang ke Anjas tentang Arka yang nyuruh Danis nunggu. dia juga gak bilang ke Anjas kalau selama ini mereka masih komunikasi meskipun jarang.
Anjas ngeliat gelagat Danis, dia ngerasa Danis masih nyimpen sesuatu tentang Arka, dan dia juga yakin kalau Danis masih menyimpan rasa itu buat Arka.
"apa aku gak boleh bahagia Njas?" tanya Danis tiba-tiba, Anjas sedikit kaget denger pertanyaan Danis.
"gak ada aturan cewek Jutek dilarang bahagia"
"Tapi saat aku ngerasa bahagia sama orang, kenapa selalu ada yang ngalangin?"
"biar rasanya nano-nano, kamu pikir lagi hidup di novel? yang pemeran utamanya selalu bahagia?" kata Anjas lagi.
"kadang aku ngerasa pengen hidup di dunia mimpi aja, biar bisa ngerasain bahagia terus, gak ada yang nyakitin"
"tapi dunia mimpi udah dihancurin sama pasukan power rangers. tinggal dunia teletubies. mau pindah sono?"
"ogah, ntar disana ada kamu juga, yang ada tiap hari minta berpelukan, hiiii..." ucap Danis.
"dih... aslinya pengen tuh dapat pelukan, sini sini sama om, udah jinak kog" Anjas merentangkan kedua tangannya, seakan mau meluk Danis, tapi dengan gaya sok manis.
"dih jijik dengernya" kata Danis sambil nglempar bantal sofa ke badan Anjas.
Beberapa menit mereka cuma diem, Anjas sibuk dengan Hapenya, sedang Danis sibuk dengan pikiran tentang Arkanya.
"Dan, besok gak papa kan aku tinggal dulu?"
"ya gak papa lah, kenapa emang?"
"takut aja, ntar kamu kangen, cemburu, nangis-nangis kayak tadi" goda Anjas.
__ADS_1
"dih...enggak ya"
"padahal aku ngarep banget kamu kangen" kata Anjas kesal, Danis senyum ngeliat tingkah Anjas.
"Mangkannya cepet balik"
"dapat hadiah apa kalau aku cepet balik?"
"dapet piring cantik"
"kirain dapet Danis yang cantik" Anjas senyum, Danis melotot, tapi dia sedikit merona ketika Anjas bilang dia cantik.
"pulang dari Bandung kita ke bromo yuk Njas!" ajak Danis
"ngapain? mau prewed disana?"
"dih... mau lomba lari, ya liburan lah"
"berdua doang tapi ya?" pinta Anjas
"gak seru lah, kita ajak Nino,Raya, Mbak Sisil sama Mas Fadhil juga biar rame"
Anjas sedikit mikir, emang lebih seru kalau bareng-bareng sih, meskipun sebenernya dia pengen punya momen cuma berdua sama Danis.
"Oke, tapi kamu inget kan masih punya hutang janji ke aku, buat jalan berdua doang?" tanya Anjas sambil ngeliat tajam ke Danis
"iya iya, kirain kamu udah lupa!"
"enak aja... gak bakalan!" kata Anjas tegas.
Danis lagi tiduran di kamarnya ketika ponselnya bunyi. dia melirik jam, pukul 22.10. agak malas Danis ngambil ponselnya, makin malas ketika ngeliat nama Arka yang nelphon. berkali-kali Arka nelphon, dengan terpaksa Danis akhirnya jawab telphon itu.
--ARKANA---
DANIS : Halo... ngapain sih?"
ARKA : Aku mau ngomong sama kamu
DANIS :Yauda ngomong cepetan
ARKA :aku di depan rumah kamu, keluar ya, aku tunggu di mobil
DANIS :gak mau, kamu gak liat jam berapa sekarang?
ARKA : please sayank, kita harus ngomong. pokoknya aku tunggu sampe kamu keluar, atau aku masuk rumah kamu?
DANIS : (Danis keliatan mikir) tunggu di mobil aja
Telphon di putus, Danis kesal.
"nih anak makin bikin darah tinggi aja" gerutu Danis sambil make jaket, dan bergegas pergi keluar, nemuin Arka.
__ADS_1
Dimas yang lagi nonton tivi heran ngeliat kakaknya mau keluar malem-malem.
"Kemana mbak?"
"keluar bentar sama Arka" jawab Danis santai.
"tuh dosen gak bisa liat waktu apa? gak tau udah malem?" gerutu Dimas yang emang udah mulai gak suka sama Arka.
"Bentar doang, aku yang ngajakin ketemu" kilah Danis, malas harus debat sama Adeknya.
"Mau aku temenin?"
"ngapain? gak usah, kamu cepatan cuci tangan, cuci kaki terus bobog!" perintah Danis
"mbak kira aku masih Tk! jangan lama-lama" pesan Dimas dengan wajah kesal. Danis senyum.
Danis keluar rumah, dan mendapati mobil Arka sudah nangkring di depan rumahnya, perlahan dia masuk mobil Arka.
" Kamu ngapain sih malem-malem kesini? kalau ada satpam keliling dikira kita mau mesum" kata Danis kesal.
"biarin, sapa tau langsung dikawinin" jawab Arka asal.
"ngarep" Danis ketus. Arka senyum.
"buruan ngomong, aku gak bisa lama" kata Danis masih sibuk dengan ponselnya balas chat Dimas yang kepo. Arka ngambil ponsel Danis, dan ditaruh sembarangan. dia genggam tangan Danis.
"maaf ya yang tadi" kata Arka lembut, Danis menghela nafas kasar, tapi akhirnya dia ngangguk. "kamu udah jadian sama cowok itu?"
Danis natap Arka tajam, "kamu ngajakin ketemu cuma mau nanyain itu?"
"aku cuma penasaran sayank, dan aku ngerasa gak tenang aja"
Danis senyum sinis "apa urusan kamu? toh kamu juga mau nikah ini"
"Nis, aku kan bilang sama kamu, aku bakal batalin pernikahan aku, kamu tunggu aku" kata Arka meyakinkan.
"aku udah gak peduli sama pernikahan kamu, kalaupun kamu batalin aku juga gak bakal mau balik sama kamu" kata Danis tegas, walaupun ada sedikit getir di dadanya.
"aku tau kamu kecewa sama aku, tapi tolong jangan bohongin diri kamu." kata Arka lembut. "aku minta sama kamu, apapun yang terjadi nanti kamu harus percaya sama aku. percaya kalau aku cuma sayank kamu, aku bakal berjuang buat kamu"
"stop Ka!" bentak Danis, "aku gak mau dengerin bualan kamu."
"aku serius Nis" kata Arka dengan intonasi tinggi.
' tolong Ka, jangan bikin aku ngarep lebih dari kamu. kamu gak tau gimana sakitnya jadi aku' Danis
"aku gak peduli. udah selesai kan ngomongnya? aku mau masuk!" kata Danis sambil ngambil hapenya dan langsung keluar dari mobil.
Danis masuk ke dalam rumahnya tanpa ngeliat ke belakang. Arka yang ngerasa masih pengen ngobrol sama Danis ngacak rambutnya kasar, dan langsung membenamkan wajahnya di kemudi.
Tiiin tiin...
__ADS_1
Tanpa sadar Arka mencet klakson mobil, dia kaget dan noleh kanan kiri takut disemprot tetangga Danis karena uda berisik, dan langsung ngemudiin mobilnya pergi.
***