
Cerita 63
Malam ini Danis benar-benar dibuat galau dengan kejadian hari ini. biasanya saat kayak gini dia bakal cerita sama Anjas, tapi gimana dia mau cerita ke Anjas ketika cowok ganteng itu juga masuk dalam lingkaran masalah Danis.
Saat ini, orang-orang yang biasa nemenin Danis curhat serasa gak bisa di andelin, karena dia tau semua orang bakal belain Anjas, dan nyuruh Danis ninggalin Arka. Bukannya Danis mau ngebela Arka, tapi dia ngerasa gak adil aja kalau semua orang mojokin Arka. dia harus cerita sama orang yang netral.
Danis keluar kamar, dia liat Mamanya duduk sendirian sambil liat tv. malam ini Dimas lagi ada rapat karang taruna di rumah pak RW, sedang papanya lagi pergi kerumah temannya.
"udah makan mbak?" tanya mama sambil geser tempat duduk, karena Danis milih duduk dempetan di sebelah mamanya.
"entar aja Ma" jawab Danis singkat. Beberapa saat keduanya diam, hanya bunyi suara tv yang mendominasi. Danis sendiri meski lagi duduk manis di depan tv, tapi pikirannya entah kemana.
"Kamu kenapa sih Mbak, daritadi keliatan gelisah gitu?" tanya Mama Danis yang ngeliat anak perawannya seperti anak ayam kehilangan induknya.
Danis sedikit mikir, dulu dia juga sering curhat ke Mamanya, tapi sejak sama Arka dia jadi tertutup gak pernah cerita masalah Arka ke Mama ataupun adiknya. dan untuk kasus saat ini sepertinya mamanya ada di pihak yang netral.
Dan akhirnya Danis nyeritain semuanya, tentang dia yang jadi pelakor sampai kejadian hari ini.
Hampir satu jam lebih Danis curhat sama mamanya, keputusan yang tepat saat Danis milih cerita ke Mamanya. Danis terlihat lebih tenang, walaupun tadi ada sedikit drama tangisan, tapi nasihat dari mamanya membuat wajah Danis kembali cerah.
Setelah papanya pulang, Danis balik ke kamarnya. dia ngambil ponsel yang memang daritadi dia tinggal di meja kamarnya. ada beberapa chat masing-masing dari Anjas, Arka dan Dimas, serta beberapa chat grub. juga ada 2 panggilan dari Anjas, dan 1 panggilan dari Arka.
Danis buka chat dari Anjas lebih dulu.
--ANJASTENGIL--
ANJAS :Assalamualaikum Jutek..
ANJAS :Dan... lg apa?
ANJAS :Danis juteek...
ANJAS :antara sibuk, ato pura-pura sibuk
Danis membalas chat Anjas, Sambil merebahkan badannya di ranjang.
DANIS: maaf, td lg gosip sama Mama. knp?
Setelah balas chat Anjas, Danis buka chat dari Arka.
--ARKANA--
ARKA:Nis... makasih ya,
ARKA:doain semua usahaku ya
ARKA: aku sayank kamu
DANIS: Aku gak tau harus bersikap gimana ke kamu, tp tolong sebelum kamu ngelakuin sesuatu bener2 pikirn. karena keputusan km berdampak bwt bnyak org.
__ADS_1
ARKA:aku tau sayank, apapun yg terjadi nanti aku harap km slalu percaya dan ada d pihak aku.
DANIS:apapun itu yg km maksud, aku gk bs ngasih janji apa2
ARKA:aku tau, makasih sayank
ARKA: yauda kamu istrahat ya. selamat malam sayank
DANIS: Iya, malam
Danis menghela nafas panjang, dia gak tau masih berkomunikasi bahkan memberi kesempatan Arka bener atau salah. dia hanya menuruti kata hatinya seperti yang mamanya sarankan. dia kembali membuka chatroom Anjas, tapi belum ada balasan walaupun uda dibaca. dia melihat jam di kamarnya, pukul 22.10. mungkin Anjas uda tidur.
ANJASTENGIL calling...
DANIS:ya Njas
ANJAS:km ngapain?
DANIS:tiduran
ANJAS:ke balkon atas dong, biar bisa liat kamu
DANIS:maksutnya?
ANJAS:udah buruan, tapi jangan di matiin telphonnya
Danis berjalan keluar kamar dan pergi ke luar balkon rumahnya di lantai 2.
ANJAS:(ketawa) ngomong mulu, liat bawah sini.
Meskipun sedikit heran, Danis ngikutin petunjuk dari Anjas, dia melihat ke bawah, tepat di seberang rumahnya Anjas sedang duduk di atas motornya dan melambai ke arahnya, Danis kaget tapi dia juga senyum.
DANIS:kamu ngapain disitu? bentar aku bukain.(berbalik mau masuk ke dalam rumah)
ANJAS:Eh... gak usah, udah malem juga. ntar malah disuruh nginep sama orang tua kamu, kan aku jadi seneng (mereka sama-sama senyum)
DANIS: kenapa?
ANJAS:Sengaja pengen liat kamu, uda makan?
DANIS: belum, lagi gak pengen
ANJAS: makan dong, ntar mati lo
DANIS : Iya ntar aja
ANJAS:Dan... liat aku,( Anjas dan Danis berpandangan dari jauh), apa yang aku bilang ke kamu tadi aku harap itu gak jadi beban buat kamu. aku pengen kita ngejalanin kayak biasa aja.
DANIS : iya aku tau
__ADS_1
ANJAS:jujur ke aku, kamu ke ganggu kalau aku deketin kamu?
DANIS:enggak kog
ANJAS:syukur deh, apapun yang kamu rasain kamu boleh cerita ke aku Dan, jangan di pendam sendiri. kalaupun kamu gak nyaman deket aku, kamu juga harus bilang.
DANIS: iya
ANJAS: Dan...
DANIS:hmm?
ANJAS: kamu siap-siap gih
DANIS: maksutnya?
ANJAS: siapin hati kamu, karena hatiku uda mulai perang (mata mereka bertemu, Anjas tersenyum sangat manis).
DANIS: Haiiish... aku kudu jawab apaan?
ANJAS:gak usah jawablah, orang aku gak lagi ngegombal. yaudah kamu masuk gih, istirahat sana.
DANIS: kamu ati-ati pulangnya
ANJAS:iya, ni mau ke tempat Nino
DANIS:ngapain?
ANJAS:curhat, hehehe
DANIS: kamu curhat sama dia aku diledekin terus tau sama Nino sama Raya
ANJAS:masa? gak apa-apa lah, biar mereka sekalian bantuin aku dapetin kamu.
DANIS:Ngareeeep....
ANJAS:Bangeeet... yauda malam calon pacar (Danis senyum)
DANIS: geli ih... malem Tengil (kata Danis sambil sedikit melambai ke Anjas) aku masuk ya
ANJAS:iya
Danis menoleh sekilas ke arah Anjas, cowok itu masih setia ngeliat ke arah Danis, senyum manis terus nangkring di wajah ganteng Anjas sampai akhirnya Danis masuk ke dalam rumah, dan Anjas mulai pergi.
'duh... kenapa jadi baper sih, dasar buaya, pinter banget' Danis
**
__ADS_1
dukung Anjas dong gengs... like, koment, vote ... sedih othornya...