Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
cerita 14


__ADS_3

Cerita 14


Arka seakan tidak mau melepas Danis, setelah berciuman tadi, tangannya selalu menggenggam tangan Danis. dia terus berkata dalam hatinya "Memang wanita ini yang kucintai". Baru sekarang dia merasakan bahagia yang memuncak, senyumnya selalu terukir. jantungnya yang dari tadi berdetak kencang seakan mau meledak.


Dua tahun ini dia merasa Hidup tapi Mati, seperti zombi. Dia dipaksa harus berpacaran dengan Mega yang terlalu mengekangnya. dia merasa kalau apa yang dilakukan Mega itu udah sangat keterlaluan. Arka seakan bisa bernafas ketika dia ketrima jadi dosen di Malang, tempat orang tuanya. memang Arka sejak lulus SMA tinggal di jogjakarta, dia kuliah disana sampai S2.


Dulu waktu masih menempuh S1 Arka masih sering pulang ke Malang, karena dia kangen ingin bertemu Danis juga orang tuanya tapi setelah wisuda dan lanjut S2 juga dia mulai berpacaran dengan Mega bisa dhitung jari dia pulang ke Malang. karena Mega selalu menahannya walaupun Arka ingin bertemu orang tuanya. dia selalu memaksa Arka buat ikut liburan ke rumahnya di Semarang, daripada jauh-jauh ke Malang. Arka seakan dibuat tidak bisa menolak permintaan Mega. dia seperti bisa mengendalikan Arka seutuhnya.


Kini dia bisa terbebas sementara dari Mega dan ingin memperbaiki hidupnya yang dirasa sangat kacau. Walaupun dia sekarang semakin sering bertengkar dengan Mega karena memang jarak mereka terlalu jauh, tapi Arka seakan tidak mau ambil pusing dengan Mega dia ingin memperbaiki semuanya, dan terlebih hubungannya dengan Danis.


Awalnya memang dia hanya penasaran dengan kabar Danis, tapi setelah komunikasi mereka yang intens dan pertemuan mereka yang sering membuat Arka yakin kalau Danis masih mendominasi hatinya.


"Nis, Maaf ya... " kata Arka sambil mencium punggung tangan Danis mesra.


"Iya.. uda ah, kamu daritadi minta maaf sambil cium tangan mulu, emangnya aku emak kamu" kata Danis sambil senyum.


"kamu kenapa gak pacaran lagi?" tanya Arka sambil mengelus rambut Danis


"cowok yang aku temuin rata-rata Brengs*k semua" jawab Danis enteng, Arka mengernyit "Termasuk kamu" kata Danis lagi. Arka ketawa.


"kamu masih cinta kan sama aku?" tanya Arka sambil mengangkat dagu Danis, dia ingin melihat kejujuran Danis.


"Enggak!" jawab Danis sambil buang muka, pipinya memerah. Arka tau Danis bohong, dari cara ciumannya tadi Arka tahu kalau Danis melakukannya dengan ketulusan, tak ada terselip hawa nafsu, murni cinta.


"Bohong" sanggah Arka. " kalau kamu masih belum mau jujur aku cium lagi nih" kata Arka sambil mendekatkan wajahnya ke Danis.


"Aarrrgghh... iya iya" kata Danis lagi, dia masih kebayang gimana tadi dia berciuman dengan Arka. Danis menyukainya tapi dia takut, terluka lagi. karena sekarang dia tau kalau Arka masih belum putus.


"iya apa?" goda Arka


" Iya cinta. puas?" kata Danis sambil mendorong wajah Arka menjauh. Danis berdiri, dia tidak ingin Arka melihat kegelisahan di wajahnya.

__ADS_1


"Kamu gak mau anter aku pulang?" tanya Danis sambil melihat jam tangannya, pukul 10.15


Arka senyum, " tadi waktu kamu ke toilet aku kirim pesan ke mama kamu, bilang kalau kamu menginap di rumah temen. dan Mama kamu ngijinin." terang Arka


Spontan Danis menoleh, 'nih cowok ed*n apa?' batin Danis "terus?"


"Kamu nginap disini ya, aku masih pengen sama kamu" kata Arka sambil mencium rambut Danis.


Danis masang wajah cemberut "kamu bukan penculik kan? " tanya Danis polos


" kan aku vampire" kata Arka sambil iseng mau gigit leher Danis.


"Arkaaa..." kata Danis sambil ancang-ancang mau lari. sebelum Danis benar-benar lari Arka sudah meluk tubuh Danis dari belakang.


"Aku cuma pengen ngobrol sama kamu" bisik Arka di telingan Danis.


"Beneran?" tanya Danis masih polos.


"Aku kangen kamu Nis" bisik Arka lagi.


Danis melepaskan pelukan Arka, "tapi kog aku ngerasa terancam ya deket kamu" kata Danis sambil berkacak pinggang.


Arka yang daritadi ngeliat sikap Danis sebenarnya juga ada sesuatu yang bergolak, tidak munafik dia laki-laki normal dan sangat bernafsu dengan tubuh Danis. tapi balik lagi, dia sangat menghormati orang yang dicintainya. kalaupun suatu saat nanti dia harus berhubungan intim dengan Danis, berarti dia sudah menikahinya.


Arka ketawa" aku kan uda kamu jinakan" katanya


"Awas ya kalau kamu macem-macem, aku potong punyamu" kata Danis sambil menunjuk 'senjata' Arka dengan dagunya.


"Iya." Arka tahu betul, Danis bukan cewek sembarangan yang asal-asalan memberikan tubuhnya ke laki-laki. dari dulu dia slalu begitu.


***

__ADS_1


Malam ini Danis benar-benar tidur di kamar Arka, tapi sekarang yang dia peluk guling. karena Arka tidur di kamar sebelah. Arka menelphon Danis segera setelah dia mendengar Danis mengunci pintu kamar.


"Segitu gak percayanya sama aku sampe pintu di kunci?" tanya Arka, dari suaranya terdengar kalau dia marah. tentu saja Arka hanya marah bercanda.


Danis ketawa " Sorry, aku gak mau aja kamu masuk dalam blacklist hidup Danis"


"Karena..." pancing Arka


"Karena kamu Arka" jawab Danis santai.


"Hmmm.. harusnya kamu bilang, karena Arka orang yang Danis cintai, gitu lo" protes Arka, Danis senyum.


Begitulah seterusnya, mereka masih asyik mengobrol berdua, meskipun cuma lewat telphone. sampai entah siapa yang menutup telphon, karena mereka berdua sama-sama terlelap. dengan wajah tersenyum. Arka tengah menikmati kebahagiaan yang membuncah, sampai dia lupa di Semarang ada seorang perempuan yang tengah kesal karena daritadi Arka tidak mengangkat atau membalas chatnya.


Pagi hari saat Arka keluar kamar, dia melihat Danis sudah bangun dan berdiri membelakanginya. rupanya dia sedang menonton gosip. Arka mendekat, tubuh Danis harum, rupanya tadi Danis sudah mandi.


"Morning cantik" peluk Arka dari belakang.


Danis kaget " Morning jelek" balas Danis. mereka sama-sama tersenyum. Danis ingin membalikkan badannya, tapi ditahan Arka.


"aku belum cuci muka, jangan liat sini" kata Arka.


"biarin, aku pengen liat muka jelek kamu lagi" rengek Danis


"Gak mau"


"Yaudah mandi sana"perintah Danis


" 5menit lagi. masih pengen manja ke kamu" kata Arka sambil nyium rambut Danis yang wangi.


***

__ADS_1


__ADS_2