Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 11


__ADS_3

Cerita 11


Empat sahabat itu sekarang lagi duduk manis, sambil nunggu pesanan mereka. dimeja juga uda ada 2 novel yang dipilih Danis dan Prilly, meskipun kayaknya sampek mereka pulang juga gak bakal kebaca.


Pesanan mereka pun akhirnya dateng, pelayan mulai menaruh satu-satu piring dan gelas di meja.


"bos kamu belum kesini?" tanya mbak Sisil ke pelayan itu


"baru aja pergi mbak, katanya mau latihan" jawab pelayan itu sambil melihat mbak Sisil.


" Owh... dia nggak titip pesen apa-apa?" tanya mbak Sisil lagi.


" enggak mbak"


" Yauda makasih ya" kata mbak Sisil. tadi dia udah chat sepupunya, ngabari kalau dia mau mampir kesini biar bisa sekalian ketemu.


"Ini tempat adek sepupu aku, kebetulan aku yang nyari tempat, jadi sengaja aku nyari deket kantor biar sewaktu-waktu aku bisa kabur kesini " jelas mbak Sisil


ketiga sahabatnya mengangguk "Mbak jadi ownernya juga?" tanya Danis. Sapa tau mbak Sisil emang dulu nyuri idenya Danis, lumayan dia bisa minta saham.


"Enggak, semua modal juga ide adek sepupuku yang punya. aku cuma bantu nyari lokasi sama kalau dia lagi sibuk aku yang pegang semua manajemennya"


"adeknya mbak umur berapa uda punya cafe gini?" tanya Mita sambil minum pesanannya.


"kalo gak salah sih 26 tahun dia."


" Busyet, masih muda uda sukses aja." Danis kaget

__ADS_1


Mbak Sisil ketawa " Dia pemain bola, jaga-jaga aja, jadi kalo nanti gantung sepatu dia uda punya bisnis lain"


"Sepupu mbak cowok? masih singgel nggak? kenalin donk" rengek Mita yang matanya mulai bersinar.


" inget woy sama Ricko. aku kepret juga nih anak" kata Danis sambil mukul Mita pelan


Mbak Sisil ketawa " masih jomblo sih, tapi yang antri banyak. dan semuanya harus lulus uji mental sama Sisil dulu" kata Mbak Sisil sambil ngangkat kedua alisnya.


Mengingat horornya mbak Sisil, ketiga cewek itu jadi sama-sama mundur. 'Mending jauh-jauh deh' batin mereka


***


1.Danis




3.Mita



4.Prilly



***

__ADS_1


"uda pulang?" tanya Arka di WA. Baru sekarang Arka chat ke Danis setelah dia bilang mau ke tempat pacarnya, kalau dihitung-hitung udah 4 hari. Danis yang udah kesinggung sama sikap Arka jadi males nanggepi, dan naruh hapenya di atas meja, setelah itu dia berdiri dan berjalan ke ruangan mbak Sisil.


10 Panggilan tak terjawab


Danis mulai mengecek lagi hapenya setelah urusannya dengan mbak Sisil selesai. Semua panggilan itu dari Arka.


"Belum" bales Danis akhirnya, dia pikir daripada Arka nelpon lagi mending dia turuti apa mau Arka.


"Pulang jam berapa?" bales Arka cepat


"lembur" ketik Danis lalu menonaktifkan hapenya.


Ego Danis udah sedikit tergores, dan sampek sekarang luka itu masih membekas. Dia tidak mau aja kepikiran masalah Arka , apalagi sekarang dia diharuskan fokus sama kerjaannya. dan lagi, dari awal yang mulai menghubungi dan ngajak jalan adalah Arka, Danis hanya menyambut karena dia pikir mereka berteman dan Arka butuh teman curhat.


"cowok sableng... dia pikir aku bakalan ngejar-ngejar dia gitu?" kata Danis lirih


" Ngedumel apaan sih Nis?" tanya Mita tiba-tiba.


Danis kaget ada Mita dibelakangnya "nih anak, seneng banget temennya jantungan" kata Danis sewot


"Habisnya kamu ngomong sendiri, lagi korslet buk otaknya?" tanya Mita sambil ngerapiin mejanya.


"tuh liat, suruh revisi semua. bisa mati muda aku" omel Danis pura-pura. Kerjaannya emang bikin pusing, tapi yang paling bikin dia migrain sebenarnya si Arka.


***


**sesuai nggak gengs para castnya sama bayangan kalian?? komen donk, kepo nih, hehehe

__ADS_1


jangan lupa like n jadiin favorite juga ya, makaseeee**


__ADS_2