
Cerita 35
Danis bener-bener spaneng ngeliat Raya yang tadi marah-marah, dia sadar kalau salah. tapi Danis terlalu egois, dia selalu membenarkan setiap keputusannya. meskipun Raya sangat dekat dengannya, tapi dia ngerasa Raya gak bisa ngertiin posisi Danis.
Malam ini Danis benar-benar gak bisa tidur, dia butuh teman ngobrol. tapi dia gak tau harus cerita ke siapa. karena dia tau semua orang pasti berpikiran sama seperti Raya, yang pengen Danis segera ninggalin Arka.
Dia terus ngeliat layar Hapenya, dia pengen nyari teman chat, Arka tadi uda pamit tidur. Danis ngeliat kontak hapenya, matanya tertuju dengan nama panjang yang belum sempet dia ganti.
Anjas Ganteng Danis Suka
Danis senyum "Nih kunyuk gimana kabarnya ya? beneran langsung ngilang setelah dari pantai." kata Danis sendiri. dia ngeliat foto profil Anjas. "kayaknya lagi gak di malang dia"
*Njas...bisa bawa aku kabur lagi gak?
iseng Danis ngirim pesan ke Anjas. lama Danis nunggu, gak ada balasan, padahal dia yakin pesan itu udah dibaca.
***
ditempat lain, ada seorang cowok yang terus ngeliat chat di hapenya.
__ADS_1
*Njas...bisa bawa aku kabur lagi gak?
iya cowok itu Anjas, dia bingung harus balas chat itu atau tidak. lagipula dia memang lagi di luar kota.
"Napa Njas?" tanya orang disebelahnya. saat ini Anjas sedang ngopi di salah satu cafe di Jakarta dengan teman-temannya. setelah dari pantai keesokan harinya Anjas memang langsung ke Jakarta, dia ada kerjaan disana. Dan memang dia sangat sibuk, kebetulan hari ini dia off, jadi bisa jalan sama tiga orang temannya.
"Biasa fans" kata Anjas sambil senyum.
"terus kenapa wajah kamu kaget gitu?"
"ceweknya minta lo nikahin Njas?"
"jangan bilang bunt*ng duluan" celetuk salah satu temen Anjas, yang disambut tawa yang lain.
"orang ganteng mah bebas" jawab Anjas lagi.
"bagi satu dong Njas. tega lo ngeliat jomblo kering kayak kita nih"
Anjas lagi jalan sama Dodik, Faris dan Sadam. mereka bertiga kerja di tempat yang sama. dan juga sama-sama jomblo.
"gue sih iklas ngasih ke kalian, masalahnya mereka kayaknya yang gak ikhlas" kata Anjas sambil ngakak.
__ADS_1
"kampr*t lu" kata Sadam.
Begitulah Anjas, banyak yang bilang kalau dia playboy, karena dia punya temen cewek yang banyak. Selain tampangnya yang guanteng dia emang gampang berteman. gak salah banyak cewek yang suka di deket Anjas, apalagi dia juga konyolnya gak ketulungan
"Sebelum minta kenalin cewek, harusnya lu permak dulu tuh muka" kata Dodik yang memang tampangnya cukup manis dibanding dua orang yang lain.
"Wah... udah main fisik nih." Sadam mulai geram " gini-gini banyak juga fans ku"
"iya banyak, tapi cowok semua" kata Faris ikutan bully Sadam. mereka ketawa.
"Asem" gerutu Sadam yang juga ikutan ketawa, begitulah selanjutnya obrolan gak jelas mereka berlanjut. saling ejek, sindir. bagi mereka obrolan gak jelas gini lebih romantis. dasar mblo... mblooo...
Sampai pulang pun Anjas masih kepikiran dengan Danis, setelah kurang lebih 1 bulan mereka sama sekali gak ketemu dan komunikasi dia jadi penasaran.
*jangan bilang kamu nangis di pinggir jalan lagi
balas Anjas, dia ngelirik jam. udah jam 1 malem. dia mikir masa iya Danis masih di jalan kayak dulu. dia jadi nyesel gak langsung jawab pesan Danis tadi.
Anjas liat profil Danis, udah lebih dari 1 jam dia Off. kini Anjas malah senyum-senyum sendiri liat foto Danis.
"Kamu kan udah janji mau bahagia. kenapa pengen kabur lagi?" tanya Anjas pada foto Danis, dengan telunjuknya terus ngusap foto Danis.
__ADS_1
***