Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 85


__ADS_3

Cerita 85


Hari ini Danis janjian sama Raya, mereka mau beli baju bareng. Setelah borong baju mereka milih nongkrong di cafe yang ada di dalam Mall.


"Gimana Nis pacaran sama Anjas?" tanya Raya iseng sambil makan.


"Nyesel aku mah" jawab Danis santai


"apaan?"


"Nyesel" kata Danis" nyesel kenapa gak dari dulu pacaran sama Anjas, hahahaha" kata Danis sambil ngakak


"Kampret... udah syok aja aku" gerutu Raya sambil nglempar tisu ke Danis. Selanjutnya obrolan mereka berlanjut dengan cerita Danis sama Anjas.


"girls... dih, makan duluan gak nungguin" kata Nino sambil duduk di sebelah Raya.


"lah.. ni anak kesini juga" kata Danis


"iyalah... Anjas gak ikut?" tanya Nino


"Enggak, dia disuruh ke rumah Araya nemuin Mamanya" kata Danis.


"dia gak ngajak kamu?" tanya Raya yang daritadi lupa mau nanya.


"ngajak sih, cuma aku belum siap aja" kata Danis sambil nunduk.


"lebih cepat lebih baik kan Nis... cepat ato lambat juga kamu bakal ketemu orang tua Anjas kan" protes Raya. Danis hanya menghela nafas kasar.


"oiya No... beneran Anjas tuh cuma sekali doang pacaran?" tanya Danis tiba-tiba. Raya kaget.


"beneran" jawab Nino sambil nyruput minuman Raya. "dia pacaran cuma sekali pas SMA dulu, itu juga cuma 2 bulan kalau gak salah."


"Setelah itu beneran gak pacaran? pas di Inggris?" Danis masih penasaran


"Iya. Anjas tuh susah jatuh cinta, sekalinya cinta dia bakal totalitas" kata Nino lagi.


"aku jadi penasaran sama mantannya Anjas" gumam Danis.


"udah gak penting, mantan doang. mending mikir kalian kedepannya" kata Raya nengahi. "Eh, aku telphon Anjas ya, biar kesini. kita kerjain dia." Raya nyuruh Danis dan Nino diem.


---Anjas---


RAYA :Njas. dimana? kamu kesini deh buruan. aku ngeliat Danis lagi makan sama cowok.


ANJAS :Arka?


RAYA : Bukan Arka deh kayaknya


ANJAS : kan dia janjian sama kamu. kog bisa sama cowok


RAYA : tadi aku telat. uda deh buruan. mending kamu gap.in sendiri. di cafe xx Mall Y ya.


Raya nutup telphonnya. dan senyum. Danis nglempar tisu ke Raya.


"kita liat. gimana hebohnya Anjas." kata Raya sambil ketawa. Danis dan Nino cuma geleng-geleng.


Gak sampai setengah jam Anjas udah sampai di Mall yang disebutin Raya. dengan berlari dia menuju cafe xx. Saat ngeliat Danis lagi ngobrol sama Raya juga Nino dia agak tenang.


"Dasar kalian nih. ngerjain ya!" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis. dia duduk masih dengan ngos-ngosan.


"Nggak ngerjain. kan aku bilang Danis lagi makan sama cowok. tuh si Nino juga cowok kan" terang Raya.


"yakin dia cowok!" kata Anjas ketus, kesel dia sama mereka. dia minum dari gelas Danis.


"paling kamu kan yang ngrencanain?" tanya Anjas sambil ngeliat Danis

__ADS_1


"Aku gak ikutan yank" kata Danis, dia tau Anjas marah.


"Bilang aja kamu kangen. pake acara ngerjain" kata Anjas sambil nyubit hidung Danis. dia malah senyum. "Tapi syukur deh, jadi aku bisa kabur dari rumah"


"heeemhh... dasar. makasih tuh kalian, gegara aku bisa ketemu kan. " kata Raya sambil ketawa. "akhirnya kita double date. traktir dong Njas"


"Makan sepuasanya deh" kata Anjas "dibayarin Nino" kata Anjas sambil noyor lengan Nino.


"Enak aja. giliran susah aku. seneng gak ajak-ajak" protes Nino.


Mereka bertiga ketawa denger protesan ala Nino. Dan akhirnya Anjas yang harus ngeluarin duit buat nraktir mereka. Setelah Makan mereka milih balik. Raya pulang sama Nino, Danis sama Anjas.


"Yank, Mampir cafe bentar ya. aku mau ambil baju sekalian. nanti nginep di mess." saat mereka di jalan.


"besok pagi jadi ke Makassar nya?" tanya Danis, Anjas ngangguk. Setelah itu mereka lebih banyak diem. Beberapa menit kemudian mereka sampai di cafe ruang baca.


Danis bantuin Anjas masukin baju ke dalam ranselnya. Sejak tadi Danis keliatan gak semangat, Anjas ngeliat Danis, dia menghela nafas pelan.


"Sayank..." kata Anjas sambil ngusap pipi Danis lembut. Danis ngeliat Anjas. "Sedih?" Danis ngangguk.


"Aku cuma 4harian disana yank. habis itu langsung balik kog" kata Anjas sambil ngusap pipi Danis lagi. Danis meluk Anjas.


Danis keliatan nangis "awalnya aku biasa saat kamu bilang mau keluar kota lagi. tapi gak tau kenapa aku langsung nyesek gini." kata Danis "Maaf yank, harusnya kan aku dukung karir kamu terus tapi malah manja kayak gini"


"aku ngerti perasaan kamu. aku yang harusnya minta maaf. karena kerjaan aku, aku gak bisa nemenin kamu terus disini"


"aku seneng kamu main bola. aku juga tambah cinta ngeliat kamu main di lapangan. tapi jangan marah ya kalau aku bakal manja gini pas kamu mau keluar kota" rengek Danis masih di dada Anjas.


"makasih ya sayank. aku malah seneng kamu manja gini." kata Anjas sambil mendongakkan wajah Danis. " udah nangisnya. aku gak suka liat kamu nangis, jelek!" Anjas ngehapus air mata di pipi Danis. dan nyium kening Danis lembut.


'aku juga berat ninggalin kamu sayank' batin Anjas.


Danis nyuci mukanya biar lebih fresh, sedangkan Anjas ngambil minuman di cafe. Setelah itu mereka duduk lesehan sambil nonton tivi.


"Mantan kamu?" Danis menatap Anjas tajam. Anjas ngangguk " kog bisa? dimana?"


"Tadi dirumah. jadi ternyata Mama dia temen Mama aku. tadi gak sengaja ketemu waktu Mama dia maen kerumah, kebetulan dia nemenin"


"terus?"


"gak ada terusannya yank, kita cuma ngobrol basa basi, terus aku tinggalin dia nyusul kamu ke Mall tadi" jelas Anjas, Danis masih natap Anjas minta penjelasan lain, Anjas senyum.


"Apa?" tanya Anjas sambil meluk Danis. "Aku milik kamu seutuhnya Danisku Sayank. gak usah mikir hal yang gak penting kayak gitu. Dia cuma mantan, gak lebih"


"aku percaya sama kamu" kata Danis sambil ngeliat Anjas.


"Wajib itu." Mata mereka bertemu,


dengan cepat Anjas nyium bibir Danis, perlahan tangan Anjas memegang tengkuk belakang Danis, sedang Danis meluk pinggang Anjas. mereka ciuman lembut. dan ciuman mereka udah dirasuki sama si nafsu. jadilah ciuman mereka makin dalam.


Sampai akhirnya Anjas nglepas bibirnya. dia tersenyum ke Danis, ngusap bibir Danis pelan. "cuma milik aku" Danis ngangguk, wajahnya merah merona. dia sembunyi di dada Anjas.


"Ngapain sih? geli rambut kamu yank"


"aku malu tauk!"


"dih gaya... kamu malu tapi kalau ndusel kayak gini yang ada aku makin gak tahan yank"


"apaan sih" Danis ngambek.


"kamu gak sadar dari tadi 'adek' aku meronta-ronta" kata Anjas sambil rebahan, Danis masih belum paham, tiba-tiba dia ngelirik bagian bawah Anjas, ada yang menonjol disana.


"Anjas!!!!" Danis mau pergi, tapi tangannya kalah cepat sama tangan Anjas.


"Disini bentar yank. please... gak macem-macem, janji" Anjas narik tubuh Danis kedalam pelukannya. Mereka pelukan cukup lama, tanpa ada obrolan.

__ADS_1


"kamu bikin aku gila yank" kata Anjas nglepas pelukannya, sambil berlalu ke kamar mandi. Danis melotot.


'Maksudnya apa coba! Dasar mesum!' batin Danis


Beberapa menit kemudian Anjas keluar kamar mandi dengan rambut basahnya, Danis yang ngeliat Anjas baru mandi bingung.


"gara-gara kamu nih, bikin aku mandi air dingin" kata Anjas sambil ngacak rambutnya. Danis makin gak paham.


'padahal cuma ciuman, udah bikin


tegangan tinggi kayak tadi. bahaya' batin Anjas


Anjas duduk di samping Danis yang masih sibuk ngerapiin baju ke dalam ransel.


"Udah beres" kata Danis sambil sandaran di bahu Anjas.


"Makasih jutek" kata Anjas "Btw yank, boleh nanya gak?" Danis ngangguk, dia sibuk sama ponselnya.


"Arka masih suka hubungin kamu?" tanya Anjas, Danis ngeliat Anjas. Setelah jadian ini pertama kalinya Anjas tanya tentang Arka.


Danis nyodorin hapenya ke Anjas, "Nih liat" di ponsel Danis terlihat ada lebih dari 100chat dan puluhan panggilan dari Arka yang diabaikan sama Danis, belum dibuka sama sekali. Anjas senyum.


"jadi mulai kamu ngehindar dulu sampe sekarang gak pernah kamu buka?" tanya Anjas memastikan.


"iya"


"Kenapa?"


"Ehm... malas aja." jawab Danis asal.


'apa maksutnya Danis masih suka kepikiran Arka? dia ngehindar karena gak mau kemakan rayuan Arka lagi. apa Danis masih ada rasa sama Arka?' batin Anjas


"kenapa gak sekalian diblokir aja?" tanya Anjas, padahal tangannya udah ngeblokir nomer Arka, dan meng.unchat semua pesan Arka. dia gak mau kecolongan.


"blokirin deh yank, males kalau dsuruh otak atik begituan." kata Danis masih asyik rebahan di bahu Anjas.


"dia gak pernah nemuin kamu?"


"beberapa kali dia kerumah sama ke kantor. tapi gak pernah aku temuin"


"Sayank... aku minta tolong jagain hati kamu cuma buat aku ya" kata Anjas sambil meluk Danis dari samping, dan kemudian nyium kening Danis.


"Iya kamu tenang aja. kamu bisa percaya sama aku" jawab Danis.


'kenapa aku malah ngerasa ragu sama perasaan Danis?' batin Anjas.


"Yank... kalau aku kangen kamu gimana?" tanya Danis manja, dia mulai ngedusel di dada Anjas lagi.


"gampang, panggil namaku 3x"


"terus kamu bakalan muncul?"


"Enggak juga sih. biar kamu makin kangen aja, jadi pas ketemu dibayar sama dobel dobel plus plus deh"


"maksutnya?"


"plus cium plus peluknya jadi dobel dobel. itung sendiri deh" kata Anjas asal.


"apaan sih, cium peluk mulu bahasannya" gerutu Danis.


"dih, orang kamu juga mau. iya kan iya dong? hehehehe..." goda Anjas "sabar ya yank, nanti kalau kita udah nikah makin nambah plus plusnya"


"tau ah... gak jadi kangen-kangenan" kata Danis kesel.


***

__ADS_1


__ADS_2