
Cerita 88
Anjas keliatan mikir "Beberapa hari yang lalu sih dia wa, tapi gak aku balas" kata Anjas sambil ngasih tau chat yang dikirim Nindi. Danis ngambil ponsel Anjas, dan buka profil Nindi.
Deg...
'iya ini Nindi yang tadi dikenalin Mamanya Anjas. Cantik ' batin Danis
"Yank..." panggil Anjas " Kenapa sih?"
"enggak" jawab Danis singkat "kamu besok berangkat jam berapa?"
"pesawat jam 9" jawab Anjas, tangannya meluk Danis dari samping.
"kamu janji ya sama aku harus jujur apapun yang terjadi" kata Danis sambil megang tangan Anjas, cowok yang lagi asyik senderan di bahu Danis itu hanya ngangguk. "Geli ih, kamu tuh ngapain sih manja gini"
"sama pacar sendiri yaelaaah" Anjas pura-pura ngambek. "kamu gak pernah ketemu Arka?"
"Semalem ketemu" Mendengar jawaban Danis, Anjas langsung duduk dan natap Danis.
Mendapat tatapan horor Danis langsung senyum "gak sengaja ketemu di minimarket depan, dia ngajak ngobrol bentar"
"ngobrol apaan?"
"Biasa si Arka, dia nyuruh aku nungguin karena dia mau batalin pernikahannya"
"Apa????" teriak Anjas, matanya agak melotot, rahangnya mengeras, tangannya juga mengepal.
Danis ngeliat perubahan emosi Anjas, tangannya mengusap pipi Anjas "gak usah marah"
"apa coba maksutnya, mau batalin nikah terus nyuruh kamu nungguin"
"dia emang dari dulu kayak gitu, biarin"
"kog biarin sih yank"
"dia udah ngomong kayak gitu berminggu-minggu yang lalu, malah sebelum kita jadian. gak ada nyatanya kan sekarang"
"kalau dia beneran batal nikah terus ngambil kamu gimana?"
"ya mangkannya cepet iket, biar aku gak dibawa kabur" kata Danis sambil melet.
"Seriusan yank, dia tuh suka banget ngerayu kamu. pengen aku tonjok aja wajahnya yang sok itu"
__ADS_1
Danis senyum, "gak usah dipikir Njas, kalaupun dia batal nikah gak bakal pengaruh sama hubungan kita" kata Danis sambil genggam tangan Anjas.
Anjas menghela nafas kasar, dia melihat wajah gadisnya yang lagi senyum. " jaga hati aku Ya yank"
"Pasti Njas" jawab Danis, mata mereka bertemu perlahan Anjas nyium punggung tangan Danis.
'gimanapun caranya aku bakal hilangin perasaanku ke Arka, meskipun susah banget. ini semua demi kamu Njas' batin Danis
***
Rumah Orang Tua Anjas
"Ma... Maaf ya tadi Anjas gak bisa nemuin Mama"
Pulang dari rumah Danis,Anjas milih nginep dirumah orang tuanya buat bilang hubungannya sama Danis, keberadaan Arka yang terus gangguin Danis bikin Anjas parno sendiri. Dia pengen segera nglamar Danis.
"iya gak apa-apa" kata Mama Anjas sambil duduk di samping Anjas "Padahal Mama tadi sama Nindi"
"Nindi?"
"Iya" Mama Anjas terlihat antusias dan menatap Anjas "Mama baru tau kalau kalian dulu pacaran, jadi Mama udah mutusin, kalau kamu akan tunangan sama Nindi"
uhuuk uhuuuk...
"Iya. Mama juga udah ngobrol sama Nindi dan Mamanya. Nindi anaknya baik kog Njas, mantu idaman lah pokoknya"
"Mama tuh udah kayak aku gak laku aja pake dijodohin"
"emang kamu gak laku kan, buktinya masih jomblo"
"Ngawur. aku udah punya pacar Ma" protes Anjas
"heleh alasan kamu aja itu"
"Beneran, tanya mbak Sisil deh"
"orang Mama tadi di cafe ketemu sama Sisil sama temennya. waktu Mama kenalin Nindi calon tunangan kamu dia juga biasa aja" terang Mamanya, Anjas menoleh cepat.
"Jangan bilang temennya mbak Sisil itu Danis"
"kamu kenal Danis?"
"Dia calon mantu Mama yang beneran. Danis itu pacar Anjas Ma"
"Masa? kog bisa kamu dapetin cewek cantik kayak Danis" Mama Anjas gak percaya
__ADS_1
"ya bisalah Ma, dapetin dia tuh perjuangan banget." kata Anjas sambil mijit pangkat hidungnya "Pantesan tadi Danis nyuekin Anjas, hmmmm..."
"tapi tadi Danis biasa aja kog"
"yaiyalah Ma, masak mau cakar-cakaran sama Nindi di depan Mama" Anjas menghela nafas. "wajahnya biasa, tapi hatinya nangis Ma, tega nih Mama"
"terus gimana dong, Mama gak mungkin batalin gitu aja, gak enak sama Nindi dan Mamanya dong. kamu sih gak bilang ke Mama kalau udah punya pacar"
"tadinya Anjas mau bikin kejutan buat Mama, eh malah Anjas yang terkejut" gerutu Anjas
"Mama juga terkejut ini Njas" Mamanya membela diri
"Tau ah" kata Anjas sambil berlalu ninggalin Mamanya.
***
Hari ini Anjas udah balik ke Malang, tes tahap awal cuma dua hari karena turnamen lokal masih berlangsung dan kebetulan Timnya Anjas masih lolos ke babak selanjutnya jadi dia harus balik ke Malang buat ikut tanding.
Anjas udah duduk manis di depan kantor Danis, dia lagi ngobrol sama Ricko temen Danis. Anjas terlihat asyik ngobrolin bola sampe gak ngeh kalau Arka juga lagi nunggu Danis gak jauh dari situ. Anjas baru sadar saat kedua mata mereka tak sengaja bertemu.
Perlahan Anjas deketin Arka, dia keliatan sedikit emosi. Setelah mereka berhadapan Anjas ngajak Arka buat nyari tempat yang agak sepi. gimanapun juga banyak yang ngenalin wajah Anjas.
"gak usah gangguin Danis lagi" tanya Anjas tanpa basa basi juga dengan wajah sengaknya.
"apa urusan kamu?" tanya Arka gak kalah sengak
Anjas ketawa " Danis cewek gue, apapun yang berhubungan sama dia urusan gue"
Arka keliatan kaget, tapi dia berusaha menyembunyikannya. "gak usah ngarang. Danis tuh cinta nya sama aku, mana mau dia sama cowok urakan kyak kamu gini"
Anjas mengeraskan rahangnya, dia emosi, ucapan Arka udah nyinggung harga dirinya. tapi dia tetap berusaha tenang. "Cinta Danis buat lo udah mati"
Arka menggeleng "gak bakalan. aku paham sih kalau Danis cuma nganggep kamu pelampiasan, jadi gak usah baper"
Anjas serasa ketampar, Arka terus mengacau kepercayaannya ke Danis. tangannya semakin mengepal, dia cuma gak mau gegabah, karena besok dia juga harus tanding.
"Setelah urusan sama Mega selesai, aku bakal ngambil Danis lagi" ucap Arka dengan senyum sinisnya.
"Lo pikir Danis barang? bisa seenaknya perasaannya lo mainin. dasar brengs*k!" Anjas udah gak bisa nahan emosinya, tangannya udah maju mau nonjok Arka.
"Anjas!!!" teriak seorang cewek dari samping, Danis lari setelah dikasih tau Ricko tentang Anjas dan Arka. Anjas menurunkan tangannya yang udah deket sama hidung Arka.
Danis genggam tangan Anjas, mengusap pipi Anjas dan tersenyum, dia menggeleng, Anjas mlengos menahan emosi. secepat kilat Danis balik menatap Arka. dan...
***
__ADS_1