Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 69


__ADS_3

Cerita 69


Hari ini masih pagi, dan Danis sudah dibikin pusing dengan perintah atasannya, ada beberapa proyek yang harus dia kerjakan ulang. Dulu saat mbak Sisil masih jadi atasan dia bisa ngrayu agar kerjaannya dibagi sama yang lainnya. Tapi sekarang, belum juga ngerayu udah dipelototin. Ditambah masalahnya dengan dua cowok ganteng, bikin hari Danis makin sempurna ambyarnya.


"Nis... udah liat gosip yang lagi viral di tv belum?" kata Mita si ratu gosip.


"gak minat! gak liat nih kerjaan bejibun?" pelotot Danis ke Mita. yang dipelototin senyum ngejek.


"yakin gak minat? tentang yayang Anjas lo" kata Mita sambil pura-pura pergi.


Mendengar nama Anjas disebut, sontak Danis menghentikan kerjanya, dan menatap Mita yang sudah sedikit menjauh. dengan sigap dia menarik lengan Mita.


"kenapa Anjas?" tanya Danis antusias.


"dasar!" kata Mita sambil noyor pelan kepala Danis. "liat sendiri sono di yutub. biar makin greget" kata Mita sambil nerusin jalannya.


Dengan cepat Danis nyari video terbaru tentang Anjas. dia kaget Anjas jadi trending topik, banyak berita tentang Anjas dan hampir semua topiknya sama.


"Anjas sama Tasya pacaran?" gumam Danis. Tasya adalah seorang artis muda yang lagi naik daun, beberapa waktu lalu mereka berdua memang digosipkan lagi deket, tapi Anjas bilang itu cuma gosip. dan sekarang mereka digosipkan pacaran.


Gak bakalan ada asap kalau gak ada api, gak bakalan ada gosip kayak gini kalau gak ada penyebabnya. di salah satu akun gosip ditayangkan kalau Anjas lagi jalan bareng sama Tasya di salah satu mall, dan mereka makan bareng.


Sebenernya itu cuma hal wajar mengingat Anjas memang lagi ada kerja sama dengan Tasya untuk salah satu iklan minuman, dan Danis ingat beberapa waktu lalu Anjas bilang kalau dia jalan sama Tasya buat beli hadiah, dan hadiah itu pun kado ulang tahun Danis. mereka juga gak jalan berdua, rame-rame sama managernya karena Anjas juga ngirim foto.


Tapi yang bikin Danis kaget, ketika Tasya lagi di wawancara dia bilang kalau emang punya hubungan spesial dengan Anjas, dan meminta doa biar hubungan mereka langgeng. Dari situlah gosip mereka pacaran jadi viral.


Danis jadi punya perasaan aneh, baru pertama kali dia ngedapatin hal kayak gini. dia gak tau mana yang bener, akun gosip itu punya sederet bukti kalau Anjas dan Tasya memang deket, dan itu bisa dijadikan bukti kalau mereka pacaran. Media memang hebat, dan mereka memang terlihat serasi, Anjas ganteng dan Tasya cantik, sama-sama publik figur, meskipun profesi mereka beda.


Danis memijit keningnya, 'Anjas, apa aku bisa percaya kamu?' batin Danis.


Danis ngecek ponselnya, ada beberapa panggilan dari Anjas dan Sisil. juga ada beberapa notif chat dari mereka berdua, Raya, Nino, Dimas dan Mamanya. semuanya menanyakan kabar Danis, mereka pasti khawatir sama Danis tentang gosip itu.


"kenapa mereka yang ribet sih, orang aku baik-baik gini" kata Danis sambil coba ngerapiin rambutnya. Danis kalau lagi panik emang lebih suka benerin rambutnya yang sebenarnya lagi baik-baik aja.


Setelah ngebales chat mereka satu-satu, Danis ngebuka chat Anjas.


--ANJASTENGIL--


ANJAS :Dan... nanti makan siang aku jemput

__ADS_1


ANJAS : sibuk bener...


ANJAS : are you ok???


ANJAS : Aku cuma sayang kamu!!!!!!


(semua pesannya dikirim dengan waktu yang berdekatan)


DANIS : gak bisa, kerjaan numpuk, aku makan siang di kantor


ANJAS : aku temenin di kantor deh


DANIS : gak bisa Njas... beneran sibuk


ANJAS : aku bakal kesana


Danis gak balas chat Anjas, entah kenapa rasanya dia begitu marah sama Anjas, selama ini dia pikir mereka saling kebuka dan deket banget. tapi dengan adanya gosip ini, Danis sadar kalau Anjas memang bukan miliknya, dan rasanya buat ketemu sama Anjas saja dia malas.


Danis jadi inget obrolannya dengan mbak Sisil semalem, tapi rasanya dia jadi semakin meragukan Anjas, dia memang dekat dengan si cowok tengil, tapi Danis ngerasa bodoh tentang semua hal yang berhubungan dengan pemain bola ganteng itu.


"Nis... makan siang yok!" ajak Prilly sama Mita yang udah siap buat makan siang diluar.


"yaudah, mau nitip apaan gitu?" tanya prilly, Danis geleng kepala. Sebelum mereka berdua ninggalin Danis, Ricko mendekat.


"Nis... dicariin Anjas tuh" kata Ricko sambil senyum manis, tapi senyumnya dia kasih ke Mita sang pacar.


Danis makin malas, dia menyandarkan badannya di senderan kursi. "bilangin lagi sibuk lah"


"sibuk ngehindar?" tanya seseorang di belakang Ricko, sontak mereka menoleh ke sumber suara. Danis yang kenal sama suara itu memejamkan matanya.


"Beneran lagi sibuk akunya Njas" kata Danis sambil coba buka-buka dokumen di atas mejanya.


"kan lagi jam makan siang, rehat bentar lah, yuk makan" pinta Anjas, sambil megang pundak Danis, tapi Danis malah ngelepasin pegangan itu, acuh.


Mereka berempat sedikit kaget, Danis keliatan lagi gak mood, dia sama sekali gak ngeliat wajah Anjas. belum sempat kaget mereka mereda, kaget mereka ditambah dengan suara bariton dari belakang.


"ini pada rapat apa?" tanya bos Danis dengan suara meninggi, "kamu kan bukan karyawan sini, ngapain disini?" tanya cowok itu dengan menatap tajam ke Anjas. dia tadi memang ngikutin Ricko yang masuk ke dalam ruangan divisinya Danis.


"saya ada perlu sama Danis" jawab Anjas santai.

__ADS_1


"saya gak peduli, yang jelas kamu dilarang masuk sini." kata cowok itu sengak. " keluar sendiri atau saya keluarin?"


Anjas mengernyit menatap bos Danis" gimana?gimana?" tanya Anjas yang mulai bergidik dengan kata-kata cowok itu.


"maksutnya keluar dari kantor ini" Hendra yang mengerti arah pertanyaan Anjas makin emosi, dikira dia gay mau 'ngeluarin' Anjas.


"ambigu sih" seloroh Anjas sambil ketawa, tapi Hendra makin keliatan garang. tanpa pikir panjang Ricko, Mita dan Prilly langsung kabur. sedangkan Anjas dia masih ngeliat Danis, berharap cewek itu ikut keluar bersamanya, tapi terlihat Danis makin sibuk tepatnya pura-pura sibuk dengan berkas di mejanya.


'Danis kayaknya marah beneran' batin Anjas


"aku balik dulu, nanti aku jemput, jangan lupa di makan jutek" kata Anjas meletakan makanan yang dia bawa.


Setelah mengacak rambut Danis, Anjas menoleh ke Hendra dan senyum, terus berlalu keluar kantor Danis.


***


"Ngapain kamu disini?" tanya seseorang dari belakang Anjas, dia menoleh, Anjas pun menghela nafas.



"kamu sendiri ngapain?" tanya Anjas dengan tajam, mood Anjas lagi kacau, ditambah ketemu Arka di depan kantor Danis, makin bikin emosi aja.


"mau ketemu Danis lah," kata Arka sambil menatap Anjas sinis, "mending kamu gak usah deketin Danis lah, urusin tuh pacar artis kamu"


Anjas senyum miring, "kamu sendiri apa kabar? udah mau nikah gak tobat juga!"


"Yang jelas aku gak pernah bohongin Danis, dari awal dia tau kalau aku punya pacar. gak munafik kayak kamu!" kata Arka serius, karena dia sendiri ngerasa gak terima Danis dibohongin sama playboy cap kadal.


Anjas senyum "Gak nyangka, seorang dosen juga doyan ngegosip"



Anjas berlalu ninggalin Arka, Semakin lama Anjas debat sama Arka, yang ada mereka malah baku hantam. Anjas berjalan dengan emosi, entah dia emosi ke siapa. yang jelas dia ingin cepat pergi dari hadapan dosen songong kayak Arka.


Arka hanya ngeliat Anjas yang sudah berlalu dengan motor gedenya, perlahan Arka masuk ke dalam kantor Danis sambil terus mencoba menghubungi seseorang lewat hapenya.


"Pak Arka!" sapa seseorang dari arah berlawanan, Arka menatap orang itu dan tersenyum kikuk.


***

__ADS_1


__ADS_2