Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 31


__ADS_3

Cerita 31


Anjas bener-bener datang jemput Danis jam 6 pagi, untung Danis udah siap jadi mereka berdua bisa langsung berangkat. sampai di tengah jalan Anjas milih mampir sarapan nasi pecel di pinggir jalan.


"Njas..." panggil Danis sambil terus makan nasi pecelnya.


"Apa?"


"ni mau ke pantai mana sih?" tanya Danis, dia lupa nanya semalem.


"Pantai banyu anjlok" Danis garuk-garuk kepala, karena selama jadi orang Malang baru ini dia denger ada pantai itu.


"baru tau aku ada pantai itu"


"Ya emang jarang ke sebut sih nih pantai. tapi aku jamin kamu pasti langsung jatuh cinta" jawab Anjas sambil senyum tipis ke Danis.


"Jatuh cinta sama pantainya kan?"


"iyalah. ngarepnya jatuh cinta sama sapa? sama aku?" Anjas ketawa


Danis cemberut, rada syok juga denger kata 'langsung jatuh cinta' mending langsung putar balik pulang daripada jatuh cinta sama nih cowok tengil, horor banget rasanya.


"dih... inget ya, kamu udah janji setelah kita dari pantai kamu gak bakal ngrecoki aku. utang kita impas"


"iya-iya... segitu hinanya ya jalan sama aku" kata Anjas dengan tampang serius. Danis jadi ngerasa salah.


"gak gitu, kamu kan uda pacar, nanti salah paham dan malah bikin perang dunia" jawab Danis alasan, padahal emang dia malas aja kalo jalan sama Anjas, yang ada bikin darah tinggi denger gombalan sama kejahilannya.


"kamu kali yang perang sama cowok kamu"


"cowoku mendadak ke semarang, mangkannya aku ikut kamu"

__ADS_1


"Owh... belum putus dong brarti kamu"


"belum lah... doainnya jelek banget sih" semprot Danis. Anjas hanya ketawa kecil sambil ngeliat tingkah Danis.


Selesai makan keduanya lanjut jalan, berhubung masih pagi mereka gak kejebak macet dan udaranya masih bener-bener fresh. Danis bener-bener menikmati, baru kali ini dia ke pantai berdua sama cowok naik motor, biasanya rame-rame bawa mobil. pernah juga naik mobil truk tentara waktu ada acara kampus. Setelah 2 jam perjalanan mereka nyampek juga di pantai.


"akhirnya vitamin sea..." kata Danis saat mereka udah jalan d pinggir pantai. Danis bener-bener kangen pantai, dia takjub dengan pasir dan pantai yang begitu candu bagi Danis. Anjas hanya geleng-geleng ngeliat tingkah Danis yang kegirangan banget karena uda di pantai.


"Mana banyu anjloknya?" tanya Danis yang mulai sadar dari tadi hanya liat pantai juga beberapa perahu, dia tidak liat sesuatu yang menjurus seperti nama pantainya 'banyu anjlok' (air terjun).


"gak ada lah, sekarang kita masih di pantai lenggoksono" jawab Anjas. Danis mengerutkan dahinya mau nanya lagi.


"udah jangan protes terus, kamu bawa baju ganti kan buat main air. udah ayok" Anjas pergi ninggalin Danis menuju toilet buat ganti baju.


"kayaknya salah aku mantai sama kutu kupret satu nih. hmmmmh... bakalan gak bisa nikmatin surga dunia dengan bahagia" rutuk Danis pelan sambil ngikutin Anjas.


Anjas dan Danis uda sama-sama ganti baju santai. Anjas pakai celana selutut, dan kaos. Danis pakai celana pendek di atas lutut dengan baju atasan warna peach keliatan cantik. mereka sama-sama bawa tas kecil, sedang ransel mereka taruh di tempat penitipan.



"Dih ganggu..." kata Danis ngeliat hasil jepretannya. Anjas ngakak liat wajahnya sendiri.


"udah nanti lagi. yok naik perahu?" Anjas narik tangan Danis.


"Nggak ah... nanti aja, baru nyampek main-main air dulu lah"


"keburu siang nanti rame orang jadi gak romantis" Anjas nyengir


"Naik sono sendiri. lagian aku gak bisa renang. mau tanggung jawab nanti kamu kalo ada apa-apa"


"hus ngomongnya" Anjas nutup mulut Danis "emang kamu hamil harus tanggung jawab segala"

__ADS_1


"ngawur..." Danis noyor lengan Anjas sebel.


"katanya mau liat banyu anjlok, ikut gak"


"Iyalah ikut. males banget disini sendirian" kata Danis sambil ngejar Anjas.


"noh, minta temenin sama om om" kata Anjas sambil nunjuk bapak-bapak yang lagi duduk bergerumbul.


Danis melirik sekilas dan bergidik 'serem banget' batin Danis.


Keduanya sudah duduk bersampingan di atas perahu lengkap dengan menggunakan rompi pelampung. setelah penuh perahu pun jalan. dengan kecepatan sedang perahu itu terus menjauhi bibir pantai.


Anjas yang ngeliat Danis mulai agak gelisah jadi muncul keusilannya. dia mendekatkan badan ke arah Danis.


"bayangin deh, tiba-tiba ada hiu muncul" bisik Anjas, Danis melotot dan menoleh tajam ke Anjas.


" tuh mulut bisa diem aja gak sih" kata Danis tajam. dia emang agak ngeri kalau lagi di tengah-tengah laut, ngeliat ke bawah itu rasanya kayak horor-horor gimana gitu. kebanyakan nonton film horor jadi parno sendiri.


"Nis... pernah nonton film the Meg gak? serem banget kan ya kalau kejadian kayak gitu."


"Anjaaaaas" teriak Danis tertahan. " kamu tuh ya, bisa gak becandanya yang bermutu dikit" Danis makin manyun.


Anjas ketawa, makin geli liatnya. tiba-tiba tangan Anjas genggam tangan Danis "kalau dijagain kayak gini, jangankan hiu, hantu aja tuh pada minder"


"Apaan sih" kata Danis sambil mencoba nglepasin tangannya, tapi Anjas juga makin erat megangnya. tangan satunya ngarahin wajah Danis ke kanannya.


"nikmatin aja, gak usah curi-curi pandang ke air" kata Anjas pelan, tangannya masih setia genggam tangan Danis.


Danis mengitari pandangannya, Benar juga kata Anjas, kalau kita ngebayangin yang aneh-aneh jadinya gak bisa nikmatin. padahal di hadapannya ada lukisan asli yang sangaaaaaaat indah. laut biru, awan cerah, angin yang terus melambai. segernyaaaaaa...


***

__ADS_1


__ADS_2