Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 101


__ADS_3

Cerita 101


"Jawab jujur, sekarang hati kamu milik siapa? siapa orang yang kamu cinta?" pertanyaan Anjas bikin Danis diam, dia natap mata Anjas lekat.


"Hati aku cuma milik kamu, aku cuma cinta Anjas Pramudya!" ucap Danis tegas.


Anjas senyum " itu jawabannya sayank." Anjas nyisipin rambut Danis ke belakang telinga "Arka cuma masalalu kamu, kamu gak perlu ngerasa bersalah lagi. karena faktanya kamu udah gak ada rasa sama dia"


"tapi yank..."


Anjas menggeleng "kesalahanmu yang dulu jadiin pelajaran. kamu calon istriku, aku gak mau kamu mikir hal yang gak penting"


"terus gimana sama masalah mereka, aku bakalan tetep ngerasa salah" kata Danis nunduk.


"Kita bantu nyari Arka, kita perjelas semuanya, dan untuk hasilnya kita gak boleh maksain. terserah mereka"


"kamu gak keberatan bantu nyari Arka?"


"Asal kamu gak nangis dan gak ngerasa bersalah lagi aku bakal lakuin itu."


"Makasih sayank" kata Danis lembut sambil meluk Anjas.


'Aku udah janji bikin kamu bahagia Dan' batin Anjas.


***


Sudah dua hari mereka nyari Arka, dan bener kata Mega, Arka memang sengaja ngilang. itu semua bikin Danis emosi, rasa bersalahnya ke Mega bikin dia tertekan. Dan sekarang Danis sakit, sejak semalem dia demam.


Anjas makin geram, apalgi ngeliat Danis yang sekarang keliatan pucat. dia udah nyuruh orang kepercayaannya nyari Arka dan sampai sekarang belum ada kabar.


Sampai hari ke tiga baru orang suruhan Anjas ngasih info. Danis maksa minta ikut nemuin Arka.

__ADS_1


"Danis!" ucap Arka kaget saat dia buka pintu rumah. "kamu kenapa kesini?" Arka ngelirik Anjas yang berdiri tepat di belakang Danis.


Plaaakk...


"Puas kamu?" bentak Danis "Sampai kapan kamu bakal terus nyakitin orang lain?"


Arka sedikit paham kenapa Danis nampar dia, pasti kabar pernikahannya yang batal itu udah dia denger.


"Please Ka, jangan kayak gini. kita udah selesai, beberapa kali aku bilang aku udah gak cinta sama kamu."


Arka masih diam, dia terus ngeliat Danis yang lagi-lagi ngeluarin air mata karena dia.


"Mega udah lama tau tentang kita, apa kamu gak ngerasa salah ke dia? mending kamu pulang Ka, selesain masalah kamu. aku gak mau disalahin terus"


Arka kaget, "Mega nyalahin kamu? dia nyakitin kamu?" tanya Arka khawatir, dia hafal watak Mega.


Danis diam "itu gak penting Ka!" bentak Danis "Jangan jadi pengecut Ka! kamu harus tanggung jawab sama perbuatan kamu. hadapin! ngomong baik-baik sama Mega. dia cinta banget sama kamu Ka, dia juga berhak bahagia"


"Nis... aku..."


"Enggak Nis, kamu tau aku cuma cinta sama kamu!"


"ArKa, kamu gak sadar selama ini kamu selalu mikirin Mega, bahkan saat sama aku selalu dia prioritas kamu."


"Nis...."


"Sadar Ka, selama ini kamu hanya nyaman sama aku karena aku selalu dengerin kamu. tiap kali ketemu kamu bahkan selalu cerita tentang Mega. tanpa kita sadari cinta kita udah pindah ke orang lain Ka" jelas Danis "minta maaf ke dia sebelum terlambat Ka"


Arka hanya diam, dia natap Danis sendu. Arka seperti linglung denger omongan Danis. dia gak tau sama pikirannya.


"Aku bisa ngomong kayak gitu karena aku sendiri juga sadar Ka, daridulu kita saling bilang cinta tapi lama kelamaan itu hanya perasaan saling nyaman."

__ADS_1


Danis noleh ke Anjas dan megang tangannya "rasa yang aku alamin ke kamu beda dengan rasa saat sama Anjas, sama Anjas aku bener-bener ngerasa bahagia. dan aku ngerasa udah gak butuh orang lain lagi buat aku ketawa. karena duniaku penuh dengan Anjas. aku cinta sama Anjas"


Anjas ngusap tangan Danis pelan, dan senyum manis.


"Sory kalau aku ikut campur. tapi menurutku Kamu sama Mega hanya butuh saling terbuka dan komunikasi Ka." ucap Anjas "terserah kalau kamu masih tetep mau batalin pernikahan, itu hak kamu. tapi setidaknya kamu omongin baik-baik sama Mega."


"perbaiki semuanya Ka! jangan sampek kamu nyesel karena nyia-nyiain Mega" kata Danis


Perlahan Danis narik tangan Anjas buat pergi dari hadapan Arka, tujuan mereka hanya ingin ngebuka pikiran Arka. Dan semua keputusan ada di tangan Arka juga Mega.


***


"Kita temuin Mega yank"


"Ngapain?" tanya Anjas, dia gak mau Danisnya sakit hati lagi karena ucapan Mega.


"kita harus ngasih tau dimana Arka, biar mereka bisa nyelesaiin masalahnya"


"gak perlu yank, Mega pasti sekarang udah maki-maki Arka" kata Anjas tenang, sekilas dia ngeliat Danis yang menatap bingung ke arahnya.


"Tadi aku udah ngasih tau Mega duluan, malah mungkin tadi Mega juga ngeliat kita" jelas Anjas lagi, Danis hanya manggut-manggut.


"kira-kira mereka gimana ya yank?" tanya Danis sambil menerawang.


Anjas nyubit lengan Danis, "aku gak suka ya kamu ikut campur masalah mereka lagi. udah cukup!" tegas Anjas.


"iya.. iya... gak usah ngegas juga lah" kata Danis sambil memalingkan wajahnya.


Anjas sengaja gak ngrespon gerutuan Danis. karena sebenarnya masih ada sedikit cemburu di hati Anjas ngeliat Danis yang sibuk ngurusin masalah Arka. dia takut Arka beneran batal nikah dan hati Danis jadi goyah.


mereka berdua sekarang milih pergi nonton bioskop. Waktu kencan mereka memang cuma sedikit mengingat Anjas yang juga sering keluar kota buat tanding bola. dan rasanya mubadzir banget waktu yang singkat itu harus dipenuhi dengan pertengkaran yang gak ada faedahnya.

__ADS_1


***



__ADS_2