Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 18


__ADS_3

Cerita 18


Hari ini Danis nemenin Raya buat beli kado ulang tahun Nino, pacar Raya. Mereka sudah pacaran sejak kuliah, dan Danis sudah kenal baik dengan Nino. Danis yang lagi nunggu jemputan Raya mulai bosan, Raya bilang dia telat.


Danis mencoba chat ke Arka.


"Cowoook... aku mau jalan sama Raya. kamu uda selesai ngajarnya?"


Arka langsung bales, rupanya dia lagi online " nanti masih ada kelas malam. kamu ati-ati ya"


"Siap. jangan lupa makan. nanti mati lo, hehehe" ketik Danis


"hahaha... iya, kamu juga. kangen nih." Danis senyum baca chat Arka.


"sama. besok makan siang bareng deh, usahain."


" oke. maaf ya aku sibuk terus" Danis hanya balas dengan emot cium.


Beberapa minggu ini memang mereka berdua jarang ketemu, makan siang bareng pun harus bener-bener nyempetin. komunikasi mereka memang tetap intens, tiap malam masih nyempetin telphon. tapi buat ketemu ngobrol santai masih belum bisa. Arka kepilih jadi salah satu dosen pengembang karya ilmiah, jadi selain ngajar dia diharuskan buat penelitian. kadang weekend pun Arka masih tetep ngampus. Danis sendiri kadang juga masih harus lembur.


Setelah nunggu beberapa menit, akhirnya Raya nongol di kantor Danis "Sory, macet. kita langsung ke mall aja ya"


"iya" jawab Danis singkat.


Jam pulang kantor gini dimana-mana emang macet, untungnya jarak kantor Danis dengan mall yang mereka tuju cukup deket.


Setelah muter-muter nyari kado, akhirnya Raya milih buat beliin pacarnya tas buat ngantor juga dompet.


"Makan di foodcourt aja ya, uda laper aku" kata Raya


"Traktir ya" jawab Danis sambil cengengesan. Saat lewat di depan toko buku Danis mampir sebentar. Raya yang emang gak doyan baca milih masuk toko aksesoris.


Setelah pesan makan, mereka mengitarkan pandangan nyari kursi kosong. jam makan malam gini emang foodcourt lagi rame-ramenya. Akhirnya mereka duduk di kursi pojok yang baru ditinggal orang.


Danis ngecek hape, ada chat dari Arka 1 jam yang lalu,dia ngasih tau kalau dia mau masuk kelas.


"Maaf baru liat. Smangat. aku mau makan."balas Danis.


" Sapa Nis?" tanya Raya

__ADS_1


"Arka" jawab Danis sambil naruh hapenya di meja.


Raya mengerutkan dahinya "masih lanjut?" Danis hanya senyum, dia memang belum cerita ke Raya, kalau dipancing terus kayaknya Danis bakal bocor.


"Kamu bilang dia uda punya pacar, ati-ati CLBK lo" kata Raya serius. Danis mengkerut, dia mengurungkan buat curhat ke Raya. mungkin nanti kalau Arka uda putus dia baru cerita, karena dia gak bisa bohong ke Raya, mending diem.


"Apaan sih" sanggah Danis.


"Kalian kan dulu sama-sama cinta, cuma lagi gak beruntung aja, sampek akhirnya kalian gak jadian. Iya kan?" Raya memastikan.


" Iya" jawab Danis lesu. Nyawa Danis seakan terselamatkan saat pesanan mereka datang.


Saat makanan mereka tinggal setengah porsi, ada seseorang yang datang ke meja mereka.


"Mbak maaf boleh gabung gak? penuh soalnya" tanya cowok itu.


"Silahkan" Jawab Raya sambil menggeser kursinya. cowok itu duduk di samping Raya yang berhadapan dengan Danis.


"Masnya sendirian?" tanya Raya, Danis tidak melihat cowok itu, dia masih asyik sama hapenya.


"tadi sama temen, pas uda pesen temen mendadak harus balik, yauda terpaksa makan sendiri. mana mejanya penuh. untung ada bidadari baik hati yang mau di ganggu" kata cowok itu sambil nunjuk Raya.


"Saya taulah kalo mbaknya baik hati, beda sama yang depannya mbak itu" katanya sambil ngeliat Danis. Raya menahan tawa dengan munutup mulutnya.


Merasa disindir Danis mendongak


melihat cowok itu. dia mengernyitkan dahi. 'siapa sih, gak kenal ini'.


"Saya?" tanya Danis sambil menatap cowok itu tajam


cowok itu menatap Danis. "Mbaknya masih sama nih, baperan"


"Kamu kenal Nis?" tanya Raya, Danis menggeleng. "Masnya kenal sama temen saya ini?" Raya pindah tanya ke cowok itu.


"Enggak" jawabnya sambil mengangkat bahu. "cuma saya bisa baca tulisan di dahinya aja" kata cowok itu sambil mengusap dahinya dan tersenyum.


Raya heran, Danis apalagi. kalau tidak inget mereka lagi ditempat umum, mungkin Danis uda ninju nih cowok.


Deg... Danis inget pernah liat senyuman kayak gini. dia mengusap dahinya.

__ADS_1


"Owh.. si Bambang itu..." kata Danis sambil menepuk jidatnya.


"Lah... yang diinget malah nama Bapak saya" kata cowok itu, kebetulan memang nama bapaknya Bambang.


Danis senyum tipis, tapi kemudian wajahnya balik judes " enak aja ngatain orang sembarangan"


"saya gak ngatain mbak" bela cowok itu


"La tadi?" protes Danis


"paket komplit. udah baper, GR lagi" kata cowok itu sambil geleng-geleng. Raya ketawa.


"Mbaknya siapa namanya?" tanyanya sambil menoleh ke Raya dan menyodorkan tangan.


"Aku Raya" balas Raya sambil menjabat tangan cowok itu


"Aku Anjas. Mbaknya mau kenalan sama saya juga?" tanya Anjas ke Danis.


"Ogah" jawab Danis ketus.


"Curang nih, mbaknya tau nama saya, tapi saya gak boleh tau" kata Anjas laporan ke Raya.


"Bodo amat" jawab Danis sambil lanjut makan. Danis bener-bener dongkol sama Anjas. dia tau mungkin Anjas cuma iseng, tapi dia ngrasa gak suka aja.


Raya cuma ketawa. jarang ada cowok yang iseng sampe bisa bikin Danis sewot. biasanya Danis yang kayak gitu.


"Pepet terus Njas, masih jomblo dia" kata Raya kompor. Anjas seakan dapat angin segar, beda dengan Danis, dia makin kesel.


"Lah mangkannya Ray, kan tak kenal maka tak sayang ya. udah dua kali ngajak kenalan dicuekin" protes Anjas


"Danis sombong nih" kata Raya ikut godain. Danis hanya menatap kesal ke Raya.


"Owh.. namanya Danis"


Begitulah obrolan mereka seterusnya. Raya dan Anjas seakan kawan lama yang terus sekongkol ngisengin Danis. bukannya Danis seneng, tapi dia makin sewot.


Andai mereka tau kalau Danis sudah milik Arka.


***

__ADS_1


__ADS_2