
Cerita 80
Perjalanan malam ke Bromo memang menyenangkan, mobil jeep yang awalnya keliatan rusuh karena candaan ke enam makhluk yang gak jelas sekarang jadi hening. mereka tertidur, menyisakan driver yang keliatan masih fit. meskipun posisi mereka duduk, buktinya mereka bisa lelap.
Danis menggeliat pelan, badannya sedikit pegal, perlahan dia membuka mata. Dia yakin sekarang dia lagi rebahan di bahu Anjas, dia mau mengangkat kepalanya, tapi tangan Anjas lebih cepat menahan.
"lanjut tidur aja" bisik Anjas pelan.
Suasana mobil sepi karena semua masih tidur, Danis sekilas ngeliat luar, semuanya gelap seperti gak ada kehidupan. Danis berusaha memejamkan matanya lagi, tapi tetep gak bisa, akhirnya dia nyari posisi yang nyaman dengan menenggelamkan kepalanya di dada Anjas.
Perlahan tangan Anjas meluk badan Danis. Sesekali tanganya mengusap lengan Danis, berharap gadis itu bisa tertidur.
Kepala Danis masih bergerak, secara gak langsung dia nguyel nguyel dada Anjas, bikin yang punya dada geli.
"kenapa?" tanya Anjas pelan sambil ngusap kepala Danis.
"gak bisa tidur lagi" jawab Danis dengan suara seraknya. Anjas senyum, "Kamu sendiri kenapa gak tidur?"
"dada aku geli kena rambut kamu" jawab Anjas, Danis mendongakan kepalanya, Anjas melet.
__ADS_1
"Sory" kata Danis malu, dia mengangkat kepalanya.
"Sandar sini aja, masih jauh" kata Anjas sambil nepuk bahunya.
Danis membenarkan posisi duduknya, dia tidak hanya rebahan, kini dia malah meluk tubuh Anjas.
"Kangen" bisik Danis pelan di telinga Anjas, Anjas senyum, dia membalas pelukan Danis. mereka kembali diam, hanya tubuh mereka yang saling bicara. Anjas makin mengeratkan pelukannya, sesekali dia mengelus lengan Danis, dan nyium pucuk kepala Danis lembut.
Sekitar jam setengah 4 mereka sampai di penanjakan 1 Bromo, sekarang mereka mau ngeliat sunrise. sebelum liat sunrise mereka berenti dulu di warung, sebelum lanjut nanjak.
" Gilak... dingin banget ini mah" gumam Danis. sambil niup-niup telapak tangannya.
"rangkap jaket kamu sama ini" kata Anjas, sambil ngasih jaket ke Danis.
"Dih, Anjas modus terus. pake jaket kembaran segala warnanya." celoteh Raya, jaket mereka emang sama-sama warna item.
Setelah nikmatin popmi panas, mereka jalan kaki menuju view point, untuk ngeliat sunrise. meskipun jalannya lumayan jauh, tapi kalau bareng-bareng gini berasa dekat, meskipun ngos-ngosan.
Dan sekarang mereka lagi berdiri berjajar nikmatin sunrise yang indah banget, perlahan tangan Anjas genggam tangan Danis yang emang berdiri di samping kanannya, mereka saling berpandangan, dan senyum.
__ADS_1
Setelah puas nikmatin sunrise dan foto-foto mereka balik turun ke kendaraan. Setelah drama perjalanan yang penuh liku dan belokan tajam akhirnya mereka sampai di tujuan selanjutnya, mereka milih langsung naik ke kawah Bromo. Meskipun mereka harus naik gunung yang lumayan tinggi, tapi semua terbayarkan dengan potret keindahan yang nampak dari atas.
Perjalanan yang lumayan jauh bagi sekumpulan orang yang gak suka olahraga, kecuali Anjas. dia mah biasa aja. Sebenernya ada jasa kuda yang bisa nganter sampe atas, tapi mereka milih jalan bareng-bareng. meskipun rutenya banyak pasir dan nanjak tapi berhasil disamarkan dengan banyolan unfaedah mereka.
Sekarang mereka ngelanjutin perjalanan ke padang savana dan bukit teletubies. mereka menikmati lukisan alam yang ada di depan mata. dan moment itu tak luput dari candaan juga foto-foto.
Danis beneran suka sama pemandangan ini, bukit yang hijau, padang ilalang, semua terasa indah, tanpa sadar dia seperti kehilangan suara teman-temannya, dia noleh ke kanan kiri. sepi.
'gak lucu nih, baru jalan bentar kenapa semua pada ngilang?' batin Danis
"woy... pada kemana sih? gak lucu becandannya" teriak Danis. dia mulai gugup, dia balik ke tempat tadi dia ngumpul sama yang lain, tetep aja gak ada orang. dia kembali ngeliat sekitar. beneran sepi. gak lucu kalau dia ilang. Angin melambai menerpa badan Danis, Dia merinding. Sama sekali gak ada orang, dia berasa ada di dunia lain.
Setelah cukup lama nyari temen-temenya, dia seperti ngeliat sosok Anjas yang sedang berdiri sambil senyum.
'Kenapa di khayalanku Anjas cakepnya nambah sih? manis banget lagi senyumnya' batin Danis
"Daniiiiis...!!!" Panggil Anjas agak keras.
__ADS_1
"Eh..." Danis nyubit pipinya. Sakit.
***