Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 114


__ADS_3

Cerita 114


"Kita mau ngapain kesini yank? aku udah pengen mandi, gerah. nanti aja deh kalau mau romantisan liat bintang" cerocos Danis saat Anjas ngajak dia ke atap hotel tempat mereka resepsi.


"kamu lupa kalau di atas sini ada rumah yang mungil kayak kamu" goda Anjas


Acara resepsi udah selesai setengah jam yang lalu, dan daritadi Danis udah ngerengek ke Anjas pengen cepet-cepet balik. dan disinilah mereka sekarang, di atap hotel. Anjas sengaja nyiapin rumah atap ini buat Danis, karena dia tau Danis menyukai tempat yang private dan indah kayak gini.


"Maksutnya kita bakal nginep disini? gak di kamar bawah?" Anjas ngangguk.


"Tapi...." belum sempat Danis nyelesain kata-katanya Anjas udah mendorong tubuh Danis masuk ke dalam rumah.


Saat lampu di nyalakan Danis bener-bener takjub, dia sampai menutup mulutnya. rumah ini keliatan kecil dari luar, tapi saat masuk terasa luas,hangat,


minimalis dan mewah.


"kejutan kecil buat kesayangan" ucap Anjas sambil nyium pipi Danis. cewek itu tersenyum.


"Makasih yank..." kata Danis sambil meluk Anjas.


"Suka? tanya Anjas, dan Danis ngangguk ditambah senyum yang manis.


"Ayo aku bantuin nglepas baju perang kamu, katanya pengen mandi"


"gaun cantik gini dibilang baju perang" gumam Danis sambil mengerucutkan bibirnya.


"iya cantik, tapi pasti ribet kan nglepasnya kayak waktu akad. udah mirip baju perang gitu yank berlapis-lapis"


"iyain ajalah" cicit Danis sambil duduk di depan meja rias.


"Yank, aku ke bawah bentar ya. Mbak Sisil bilang mau ngasih tas kamu" pamit Anjas setelah selesai bantu Danis nglepas gaun ribetnya.


"Iya, baju ganti aku di tas itu" ucap Danis sambil masuk kamar mandi.


"itu dilemari udah aku siapin baju ganti sama peralatan kamu. mandinya jangan lama-lama, nanti masuk angin"


"iya bawel!" teriak Danis.


***


Anjas kaget saat masuk ke dalam rumah atap, pasalnya dia lagi ngeliat Danis yang sedang memakai mukena dan baca Al-qur'an.


"Yank..." panggil Anjas pelan, sambil deketin Danis.


Danis noleh, "Lamat amat sih, ngegosip dulu ya? ck... buruan wudhu kita jamaah isya yank"


Anjas senyum lebar "Siap bu boss!"


Selesai sholat Danis mencium punggung tangan Anjas, sebaliknya Anjas membalas dengan mencium kening Danis lama. Saat Danis beresin peralatan sholat mata Anjas terus ngekorin setiap gerik Danis, yang ditatap pura-pura bodo dan nyelonong ngelewatin Anjas.


"Yank..." manja Anjas


"Apa?"


"udah bisa kan sekarang?" cicit Anjas pelan

__ADS_1


"gak capek? yakin gak ketiduran?"


"kamu mah nyindir terus, sekarang yuk!"


Danis senyum "Aku ke kamar mandi bentar"


"Yank... buruan dong! aku dobrak nih kalau kamu gak keluar-keluar" teriak Anjas didepan pintu kamar mandi, hampir setengah jam Danis di dalam sana.


"Bawel!" ucap Danis saat buka pintu.


Anjas yang lagi berdiri di depan pintu menelan saliva kasar, istrinya sedang berdiri memakai lingeri warna hitam, kontras dengan kulitnya "Yaaaank..."


Tanpa aba-aba Anjas langsung mengangkat tubuh Danis dan menidurkan di ranjang. Anjas menindih tubuh Danis, kedua mata mereka bertemu. Perlahan Anjas ngerapiin rambut Danis yang menutupi sebagian wajahnya.


"Assalamualaikum..." ucap Anjas lembut sambil ngusap kepala Danis.


Nyeesss...


Hati Danis bener-bener meleleh dapat salam dari suami dengan posisi seperti ini, dia seperti terbang. Entah kenapa dia suka dengan sikap Anjas yang begini, Sederhana tapi Danis berasa istimewa.


"Wa- Waalaikumsalam..." cicit Danis pelan.


Keduanya tersenyum malu, perlahan Anjas nyium kedua pipi Danis bergantian, kening dan terakhir bibir. hanya sesaat, dan Anjas kembali mandang wajah Danis.


"Boleh?" tanya Anjas lagi, Danis ngangguk malu.


Dan Malam ini terjadilah hal-hal yang sangat Anjas inginkan, Malam pertama mereka yang tertunda.


Perlahan tapi pasti Anjas mulai menjalankan aksinya, memanjakan dirinya dan juga istri kesayangannya sampai keduanya mencapai puncak. dan setelah itu Anjas terus meminta lagi sampai entah berapa kali.


"Hmmm..." balas Danis antara sadar dan tidak, dia sudah sangat lelah.


***


"Selamat siang istri!" goda Anjas sambil nyium kening Danis.


"siang cowok jahat!"


"kog jahat?" tanya Anjas manyun. "capek ya?"


Danis ngangguk malu, dia kembali memeluk Anjas dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. keduanya masih polosan tanpa pakaian. semalem mereka selesai hampir subuh, dan setelah sholat subuh mereka lanjut main lagi.


"Yank, aku laper tapi males bangun, punya aku masih sakit" cicit Danis pelan.


"Bilang aja nyuruh pesenin makanan" balas Anjas.


"Itu tau, peka dikit dong, kan kamu yang bikin aku sakit"


"Sakit tapi suka kan" goda Anjas sambil nyium pipi Danis. Anjas mesan makanan lewat telphon karena dia sendiri juga malas beranjak dari ranjang.


"Yank... makasih ya semalem, aku suka" ucap Anjas manja.


"Udah ih, aku malu!"


"Tapi kamu akuin aku hebat kan yank sampe bikin kamu kewalahan" goda Anjas lagi.

__ADS_1


"Tauk ah bodo amat!" ucap Danis dengan masih terus nyembunyiin wajahnya, Anjas tau Danis malu bahas beginian mangkannya dia terus menggoda.


***


"Yank... aku udah mutusin buat gantung sepatu" ucap Anjas saat keduanya sedang santai duduk di balkon.


"Hah? kamu serius?"


"Iya, jadi sebenernya kaki aku udah gak bisa kalau dipaksain main bola terus"


"Bukannya kata dokter udah sembuh yank?"


"Sembuh bukan berarti normal kayak awal yank. dan dokter sendiri sebenernya udah ngelarang aku main bola lagi, awalnya aku gak percaya tapi pas final kemaren beberapa kali aku kram dan aku jadi mikir lagi, kalau aku paksain takutnya malah fatal. Maaf ya"


"Kenapa minta maaf ke aku?"


"kamu bilang suka liat aku main bola, katanya seksi"


"Aku ralat, ternyata kamu lebih seksi saat di ranjang" canda Danis.


Anjas ketawa "pasti lah"


Danis tiba-tiba meluk Anjas "kamu gak apa-apa yank? mimpi kamu kan..."


"gak masalah sayank, ngeliat kamu sedih itu lebih menyakitkan" ucap Anjas, dia inget gimana Danis khawatir waktu Anjas cidera dulu.


"sok sweet banget sih kamu!" kata Danis sambil nyubit perut sixpack Anjas, dan ngelepas pelukannya tapi yang dicubit malah ketawa.


"tapi enak yank,sekarang kita sama-sama punya banyak waktu, kamu resign dari kantor aku juga udah gak sibuk latihan jadi kita bisa honeymoon sepuasnya!"


"Honeymoon apaan! inget kita ini berarti pengangguran yank kudu hemat" kata Danis.


"Heleh... kamu lupa aku masih ada hotel dan cafe, aku juga masih ada sisa tabungan, kita habisin dulu lah buat honeymoon, nanti baru ngebut nyari uang lagi"


"Yakin honeymoon?"


"Yakin yank, kita seneng-seneng berdua. kamu mau kemana? uang aku cukup kog buat keluar negeri. kalau kurang kita bisa pinjem mas Randy atau kak Fadhil hehehe"


"Dasar kamu nih" Danis memperbaiki duduknya. "gak usah sok-sokan keluar negeri lah. di indonesia aja"


"Yaudah kamu maunya kemana?"


"gimana kalau kita backpakeran yank?"


"hah?"


"Iya, mumpung kita punya banyak waktu dan juga masih belum ada anak jadi kita keliling indonesia yank, tapi backpakeran biar seru, gak perlu yang mahal-mahal, kita bisa naik kereta api, kapal, bus kayak gitu-gitu yank"


"Yakin kamu?"


"Yakin!"


"oke kita berangkat. tapi sekarang manjain juniorku dulu ya" kata Anjas sambil gendong Danis.


"Yaaaaank...!"

__ADS_1


***TAMAT***


__ADS_2