Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 38


__ADS_3

Cerita 38


Danis masih setia duduk di sofa ruang tivi. hapenya daritadi hanya diam, tak ada yang menghubungi. masih jam 7 malam. mama papa baru pulang besok, Dimas ada acara di kampus biasanya pulang tengah malam. daritadi dia chat Arka juga belum di balas.


"aaaarrghh... monoton banget sih malem ini" gerutu Danis " mana acara tivi cuma sinetron gak jelas"


ting tong...


"Siapa lagi ah" gumam Danis sambil jalan buka pintu.


"Malam sayank..." sapa Arka saat Danis uda buka pintu.


"Arka?" Danis agak kaget " tadi katanya ada rapat"


"boong dong" kata Arka sambil narik tangan Danis masuk ke dalam rumah.


"kamu nih usil banget sih ngerjain" kata Danis sewot " daritadi aku uda mati gaya tau nungguin chat kamu. mana dirumah sendiri"


Arka senyum dan meluk Danis. "sengaja" katanya lagi. "kangen tau" Danis membalas pelukan Arka.


"Kamu nih ganjen banget, tiap hari kan juga ketemu sok sokan kangen" kata Danis sambil nyubit pinggang Arka. Hampir setiap hari Arka memang menyempatkan waktu buat nemuin Danis, walaupun kadang cuma bisa nganter pulang, atau makan siang bareng. Karena dia udah janji sama dirinya sendiri gak bakal nyia-nyiain kesempatan yang diberikan Danis. dan yang ada sekarang rasa cinta mereka berdua jadi makin membuncah.


"Aaaww... Biarin..." jerit Arka pelan.


"udah yuk duduk"


"bentar... aku masih pengen meluk kamu." Arka memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang.


" capek banget ya sayank?" Arka hanya mengangguk. Danis ngebiarin Arka terus meluk dia. sampai beberapa menit mereka hanya diam, Danis mengusap rambut Arka pelan.


"udah duduk, nanti kamu ketiduran lagi" kata Danis sambil mendorong tubuh Arka. "Jalan yuk yank... laper" kata Danis manja.

__ADS_1


"tunggu bentar" Arka berjalan keluar rumah, beberapa menit kemudian dia datang dengan membawa 1 kotak pizza dan 1kantong kresek yang berisi minuman, coklat dan ice cream.


"kamu mau pesta yank? banyak banget" Danis heran karena ice cream dan coklat yang dibeli Arka bisa buat makan orang 10.


Setelah naruh semua bawaannya di meja, Arka kembali meluk Danis dari belakang. " sengaja aku beliin ini buat kamu, kan kamu doyan banget."


"tapi gak sebanyak itu juga sayank" kata Danis sambil mencoba membalikan badan yang tetap di tahan Arka, dia makin mengeratkan pelukannya.


"Sayank... kamu lagi ada masalah?


beberapa hari ini kamu keliatan murung." Danis hanya diam denger omongan Arka. "kamu harus inget aku selalu ada disamping kamu" kata Arka lembut.


"kan kamu lagi dibelakang aku" protes Danis.


"kamu nih, di ajak serius juga" kata Arka, Danis hanya senyum tipis.


Keduanya langsung melahap beberapa potong pizza, Danis juga memakan 1cup ice cream, sisanya dia masukkan kulkas. Danis senderan di bahu Arka, dan tangan Arka terus membelai rambut Danis.


Meskipun tiada satu orang pun yang tahu


'Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku


Meskipun engkau hanya kekasih gelapku


'Ku tahu 'ku takkan selalu ada untukmu


Di saat engkau merindukan diriku


'Ku tahu 'ku takkan bisa memberikanmu waktu


Yang panjang dalam hidupku

__ADS_1


Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku


Yang 'ku cari selama ini dalam hidupku


Dan hanya padamu 'ku berikan sisa cintaku


Yang panjang dalam hidupku


Haa, hidupku, Haa*...


(Ungu, kekasih Gelapku).


Dengan lembut Arka menyanyikan lagu itu, meskipun bisa dibilang suara cuma pas pasan tapi sukses bikin hati Danis meleleh, baper banget dia dinyanyiin lagu itu sama Arka. Danis tersenyum manis sambil ngeliat Arka.


"pas banget ya lagunya" kata Arka


"kamu nyebelin" kata Danis, sambil nyembunyiin wajah merahnya.


"Sayank... aku harap kamu bener-bener percaya kalau cuma kamu yang ada di hati aku"katanya sambil megang dagu Danis, kedua mata mereka bertemu.


"gombal" kata Danis sambil mencet hidung Arka, keduanya kembali tersenyum.


Cup...


Arka mencium sekilas kening Danis.


"Makasih buat semua moment indahnya sayank..."


Cup..


Arka mencium bibir Danis, ciuman yang murni karena rasa cinta yang tulus, bukan ciuman panas karena nafsu.

__ADS_1


***


__ADS_2