Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 6


__ADS_3

Cerita 6


Danis dan Arka akhirnya milih nonton film remaja, diliat dari umur, sebenernya mereka uda nggak cocok sih nonton film ini. tapi apalah daya, gag ada pilihan lain. dan mereka berdua toh suka-suka aja karena ceritanya emang bagus apalagi ini salah satu film yang emang lagi digandrungi banyak orang. ikut terbawa suasana juga mereka, hehehe...


"kamu suka filmnya?" Tanya Arka saat mereka berdua udah duduk di foodcourt.


"suka..., aku emang ngikutin novelnya. kebetulan juga belum sempet nonton filmnya yang baru ini. terimakasih ya pak Arka uda di ajakin" kata Danis sambil senyum lebar.Arka pun ikut senyum, sambil makan pesanannya.


"Kamu sendiri kayaknya tadi juga menghayati banget, kamu gag ikutan nangis juga kan tadi?" tanya Danis menggoda Arka.


Arka menggeleng, "kamu yang nangis". Danis yang ketahuan tadi sempet mewek pipinya merah, malu.


Ngeliat Danis menunduk malu, Arka tersenyum dan mencolek hidung Danis pelan. Danis mengangkat mukanya, perlahan dia ngeliat wajah cowok di depannya, Arka yang diliatin uda balik sibuk nyantap makanannya.


Danis menggaruk kepalanya yang gak gatal. 'Apaan sih Arka, bikin aku salting gini.' batinnya.


" Jadi inget jaman SMA dulu" kata Arka kemudian.


Danis senyum, " eh.. kamu inget Mala gak? temenku yang dulu suka barengan kita pas ngangkot" Danis antusias, tapi Arka cuma garuk kepala bingung.


"itu tuh, yang anaknya gemuk, masa gak tau sih?".

__ADS_1


" tau kok, tapi lupa" jawab Arka acuh. mana inget dia temen-temennya Danis. meskipun sering seangkot, dan sekeras apapun Arka coba nginget, masa lalu itu hitam.


"Haiiish.. kamu nih ya, padahal dia dulu pernah nembak kamu lo" Danis mencoba mengingatkan.


"oh ya?" Danis mulai geram. "kenapa emang?" tanya Arka


" dulu tuh dia suka banget ngobrolin kamu. sampek sekarang pun dia suka nanya-nanya kabar kamu gitu ke aku." Danis semangat " dan kamu tau nggak, dia bilg kamu tuh mirip penyanyi Dirl* idol"


Arka mengangkat satu alisnya.


" Padahal mah gag ada mirip-miripnya, saking cintanya dia sama kamu tuh".


"gantengan mana?" tanya Arka serius.


"Yakin?" tanya Arka sambil mendekatkan wajahnya ke Danis, mata mereka berdua bertemu.


Sayang Danis bukan dukun ato cenayang yang bisa baca arti tatapan Arka.


Belum sempat Danis menjawab Arka, hape Arka yang ditaruh di meja bunyi. Dahi Arka mengernyit melihat nama yang tertera.Sekilas Danis melirik si pemilik Nama.


"Bentar" kata Arka sambil berjalan menjauh dari tempat mereka. beberapa menit kemudian Arka balik dan ngajak Danis pergi.

__ADS_1


***


Semenjak menerima telphone Arka hanya diam, dan wajahnya yang daritadi sedikit menghangat kini kembali dingin seperti dulu. Danis jadi takut buat ngajak ngobrol, karena keliatan banget kalo Arka lagi marah. sekarang aja dia nyetir mobil kenceng banget.


'Apa dia habis di marahin sama Mamanya ya?' batin Danis sambil iseng buka-buka hapenya. tiba-tiba Arka mengerem mobilnya dadakan. Danis yang tidak siap sampai hampir jatuh, untung dia pake sabuk pengaman. Tapi barang di tangan Danis yang jadi tumbal, Hapenya Danis jatuh ke bawah.


"Arka ati-ati dong" kata Danis sambil mungut hapenya. ternyata Arka ngerem mendadak karena sekarang mereka kejebak lampu merah. "Aku turun sini aja deh daripada jantungan" ancam Danis sambil benerin rambutnya.


" Maaf Nis. kamu gapapa?" tanya Arka sambil megang pundak Danis.


"Kamu kenapa sih? ada masalah dirumah? ato kamu di marahin Mama kamu?" tanya Danis agak jutek.


Arka bingung, Danis pasti tadi liat nama di hape Arka, mangkannya Danis mengira dia lagi dimarahi Mamanya. nama yang tertulis memang "Mamaku" tapi sebenarnya yang telpon bukan Mamanya, tapi pacarnya.


"Malah diem. kamu lagi ada masalah Ka?"tanya Danis sambil ngeliat Arka, cowok itu pun menoleh ke Danis.


"Cerita yuk" rayu Danis.


Arka memukul kemudinya keras, sambil mengumpat tertahan "Si*l...!!!"


Danis kaget, dia tau Arka daridulu emang orangnya cuek dan dingin. tapi dia baru tau kalo Arka juga bisa murka kayak ini.

__ADS_1


***


__ADS_2