
Cerita 16
Sekitar pukul 19.00 Danis dan Arka sampai di lokasi, teman-teman Danis udah banyak yang datang. Setelah memberi selamat, Danis bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
"Hay... serasi banget, udah jadian nih?" tanya mbak Sisil julid. Danis emang belum ngenalin, tapi Mbak Sisil uda pernah liat wajah Arka.
"Mbak Sisil apaan sih" protes Danis.
"Udah, doain langgeng ya" kata Arka tanpa basa-basi. sontak Danis langsung ngeliat Arka.
"Ini juga, apaan sih Ka. jangan diladeni mereka ini" Danis kesal. Arka senyum.
"kalau nggak kamu akui, buat aku deh Nis" kata Mita centil, sambil mengulurkan tangannya "kenalan dong, aku Mita"
Arka menjabat tangan Mita "Arka" jawab Arka, setelah itu bergantian dia salaman dengan Prilly juga mbak Sisil.
"Udah gak usah pada centil donk" kata Danis lagi. sahabatnya ketawa, mereka emang sengaja godain Arka biar Danis ngambek.
" kalo gini udah fix ada aroma cinta nih." ucap Mita sambil menyilangkan tangannya di dada.
"Bodo amat dah kalian jadian apa enggak, pokok harus ada acara makan-makan ini" usul mbak Sisil.
__ADS_1
"Setuju!" jawab Mita dan Prilly bareng.
"Arka setuju?" tanya mbak Sisil
"setuju" jawab Arka
"Sip" kata mbak Sisil, dia menoleh ke Danis "Terserah kamu setuju apa enggak, yang penting Arka udah setuju" kata mbak Sisil lagi, sambil melet. Danis mendengus kesal, tapi juga ikutan senyum ngeliat tingkah heboh sahabatnya.
Danis melihat Arka dan senyum, Arka yang sadar sedang diliat Danis mengangguk dan ikut senyum. Danis gag paham sama apa yang dia rasakan sekarang. dia sendiri juga gak tau kalau sebenarnya mereka uda jadian apa belum. semua masih terasa abu-abu baginya.
Danis memang bahagia bersama Arka, sangat bahagia. tapi ada sedikit yang mengganjal hati Danis. dia masih belum bisa bernafas lega ketika inget Arka masih belum putus. dia juga sama sekali tidak menyangka bisa jadi pelakor.
Setelah hampir 1 jam, Danis, Arka dan juga sahabatnya akhirnya keluar gedung. Sebenernya mereka pengen lanjut nongkrong, tapi mengingat mereka pada pake gaun, akhirnya mereka milih pulang.
"Nis... kamu kenapa?"
Danis menggeleng, dia tidak mungkin menceritakan alasannya ke Arka. dia gak mau terlalu maksa Arka buat mutusin Mega. dia pengen Arka punya inisiatif sendiri.
"Serius?"
"Iya Arka..." jawab Danis sambil tersenyum.
__ADS_1
Arka melihat jam tangannya masih pukul delapan. "Mau jalan dulu?"
"Kita ke ice land yuk. Aku pengen ice cream" jawab Danis manja, Arka senyum.
" Oke" jawab Arka singkat. dia tau Danis sedang memikirkan sesuatu, dan dia serasa bisa menebak arah pikiran Danis. tapi dia gak mau maksa Danis cerita. karena ujungnya nanti Danis nangis lagi.
"Nis, kamu percaya aku?"
"Jawaban jujur apa boong nih?"
"Jujur dong sayang..."
"Kalau boleh jujur, aku masih belum bisa 100% percaya sama kamu. " Danis melihat ke Arka, ada sedikit kekecewaan disana " Maaf, ada beberapa hal yang harus aku pastiin ke kamu. dan itu bisa kejawab sambil kita jalan"
"Iya, aku ngerti"
"Kamu masih Arka yang dulu kan?"tanya Danish sambik ngeliat wajah Arka tajam
" Maksudnya?"Arka balik tanya. Danis cuma menjawab pertanyaan Arka dengan senyuman.
'Kalau Arka yang dulu selalu sabar nunggu, dan sabar ngadepin aku' batin Danis.
__ADS_1
***