
Cerita 56
"Daniiis..." sapa seseorang sambil ngacak pucuk rambut Danis. sontak kedua kakak beradik itu menoleh ke pelaku.
"Anjas? ngapain?" tanya Danis ketus sambil ngerapiin rambutnya. kesel banget rambutnya jadi berantakan.
"jutek amat buk, lagi pms?" tanya Anjas sambil duduk di sebelah Danis. dia menoleh ke arah Dimas "mainnya sama brondong nih sekarang?"
Dimas masih diam di tempat, dia membeku. orang yang selama ini dia liat di tivi saat tanding bola kini ada di hadapannya. bukannya Dimas nge fans kayak cewek abg, tapi dia emang bener-bener gak nyangka cowok ini duduk di depannya.
"mulutnya di kondisikan ya pak" kata Danis sambil nonjok lengan Anjas, cowok itu pun ketawa. "Adek aku tuh"
Anjas mengernyitkan dahinya ngeliat Dimas "Adek kamu bukan cowok jadi-jadian kan? segitunya kalo liat aku" tanya Anjas sambil berbisik ke Danis. Dimas emang dari tadi gak berkedip, dan mulutnya sedikit terbuka.
"Sialan, denger woy..." kata Dimas yang mulai sadar.
Danis dan Anjas ketawa "maaf... Anjas" kata Anjas memperkenalkan diri, dia mengacungkan tangannya, mengajak Dimas salaman.
"Udah tau. aku Dimas, brondongnya mbak Danis" balas Dimas sambil jabat tangan Anjas. mereka pun tersenyum.
"kamu naksir aku? segitunya kalau ngeliat, jadi baper nih" kata Anjas ngasal.
Dimas senyum, "kaget aja, ternyata mbak Danis beneran kenal sama Mas Anjas, kirain dulu cuma ngaku-ngaku" kata Dimas.
Anjas senyum "Emang Danis bilangnya gimana? gak ngaku-ngaku jadi pacar aku kan?" goda Anjas sambil ngelirik Danis.
"Sembarangan..." ujar Danis sambil nabok pundak Anjas.
"Mbak kamu bar-bar banget, kdrt mulu kalau ketemu, untung cantik"
seloroh Anjas. Dimas senyum. sedangkan Danis mulai jengah, dia meminum lagi jus mangganya.
"Mas Anjas jomblo gak?" tanya Dimas tiba-tiba.
"Kenapa?" Anjas menyelidik. Danis mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"buruan tuh pepet mbak Danis, biar gak dibodohin cowok lagi" kata Dimas santai.
kali ini Danis nendang kaki Dimas, dan suara tendangannya terdengar horor. "Mulutnya dijaga Dim. kamu tuh lagi ngumpanin mbak ke lobang buaya tau gak!" kata Danis jutek, dia bener-bener gedek sama adiknya.
"pengennya sih mepet terus, tapi sekalinya mepet malah kena tabok, musret deh jadinya" jawab Anjas, tanpa meduliin Danis.
"awalnya suka nabok, tapi lama-lama minta di tabok dia mas" kata Dimas ngasal. Anjas ketawa, Danis manyun.
"aku suka nih. kita bikin kontrak kerja sama yok Dim"
"Apaan?"
"Kerja sama buat ngeluarin Danis dari jerat mantan" kata Anjas sambil ngeliat meja Arka.
Sebenarnya Anjas dari tadi ngelirik Danis yang seperti salah tingkah. tapi dia yakin gadis cantik itu bukan salah tingkah gegara guyonan Dimas dan Anjas. Setelah beberapa kali ngikutin arah mata Danis, Anjas baru sadar kalau ada Arka.
Danis memang daritadi pikirannya lagi kemana-mana. setelah kedatangan Anjas, dia gak sengaja ngeliat Arka, cowok itu pun ngeliat ke arah Danis. Senyum yang daritadi ada di wajah Arka berubah jadi masam. Danis takut Arka salah paham dengan datangnya Anjas. dia gak mau Arka mikir Danis janjian sama Anjas dan ngira kalau mereka terlibat hubungan spesial, karena nyatanya emang mereka gak sengaja ketemu dan gak punya hubungan.
Dimas ngikutin pandangan Anjas, dia baru ngeh kalau Anjas tau hubungan mbaknya dengan Arka. "Oke deal. kerja sama di terima" jawab Dimas.
"terusin deh rapatnya, aku ke toilet bentar" kata Danis sambil beranjak dari duduknya.
Saat keluar dari toilet Danis dikejutkan dengan sosok Anjas yang bersender di dinding depan toilet cewek. tangannya dilipat di depan dada. terlihat kakinya menendang angin.
"Ngapain? mau ke toilet juga?salah masuk woy..." tanya Danis, sambil ngerapiin bajunya.
"aku tuh lagi nyelametin kamu dari penculik" jawab Anjas sambil ngelirik Danis.
"sapa juga yang bakal nyulik?" tanya Danis sambil berdiri di depan Anjas.
"tuh si mantan songong." Anjas menunjuk Arka dengan dagunya, Danis ngikutin petunjuk Anjas, dia ngeliat Arka berjalan ke arahnya.
"Hay Nis..." sapa Arka
--flashback on--
"terusin deh rapatnya, aku ke toilet bentar" kata Danis sambil beranjak dari duduknya. Anjas ngeliat Danis jalan, sampai matanya berhenti di Arka. cowok itu juga lagi ngeliat Danis.
__ADS_1
"Mas Anjas udah lama kenal mbak Danis?" tanya Dimas basa-basi.
"Lumayan" jawab Anjas dengan masih terus ngeliat Arka. Dimas yang ngerasa Anjas lagi bete karena Arka sedikit tersenyum.
"Biasa aja kali liatnya, ntar lama-lama naksir lagi sama tuh cowok"
Anjas kembali ngeliat Dimas "gak doyan sama cowok pengecut"
Dimas kembali ketawa ngeledek.
"Mereka tadi ngobrol?" tanya Anjas ke Dimas.
"tadi enggak ngobrol sih, tapi gak tau ntar pas mbak Danis keluar toilet, mungkin bukan cuma ngobrol tapi mbak Danis mungkin bakal di culik sama mas Arka" pancing Dimas sambil ngelirik Arka. Anjas juga ngeliat ke arah yang sama.
Terlihat Arka mulai menjabat tangan orang di depannya, mereka seperti sedang berpamitan. Anjas yang melihat itu jadi gusar, mungkin yang di katakan Dimas ada benernya.
"Dasar Kompor" kata Anjas sambil nabok lengan Dimas, dia lalu berdiri dan nyusul Danis ke toilet. melihat itu Dimas makin cengengesan, mungkin tebakannya benar, kalau Anjas menaruh perhatian lebih ke Danis.
--Flashback off---
Dan disinilah Anjas sekarang, di depan toilet cewek, bersama Danis yang lagi ngobrol dengan Arka.
Anjas gak ngelarang Danis buat bersay Hay dengan Arka, toh itu emang bukan tujuannya. dia cuma mau mastiin kalau Danis gak pergi dengan Arka.
"Gimana kabar kamu Nis?" tanya Arka.
"Ya seperti yang kamu liat" jawab Danis santai. dia berdiri di samping Anjas, dan bertatapan langsung dengan Arka.
"Kamu gak nanya kabar aku?" tanya Arka.beberpa detik Danis tetap diam, sampai Arka bilang, "Kabar aku bener-bener buruk tanpa kamu Nis"
Danis masih diam, dia bingung harus merespon gimana. di satu sisi dia senang denger pengakuan Arka, setidaknya dia tau kalau Danis masih ada di hati Arka. tapi di sisi lain Danis sebel karena dia gak bisa membalas pengakuan Arka, apalagi daritadi Anjas slalu masang muka garang.
Tanpa mereka sadari, terdengar suara orang menahan tawa, Arka dan Danis ngeliat ke orang itu, dan Anjas dengan tanpa rasa salah masih menahan tawanya.
"Apa? udah lanjutin reuniannya. Anggap aja aku cuma penjaga toilet" kata Anjas sambil mengibaskan tangannya.
Arka terlihat kesal, 'kenapa juga dia harus terlihat mengenaskan di depan cowok ini.' rutuknya dalam hati.
"Jalan yok Nis, gak enak ngobrol disini. engap banget udaranya" kata Arka sambil megang tangan Danis.
__ADS_1
***