Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 9


__ADS_3

Cerita 9


"kamu gak sibuk?" tanya Danis memecah keheningan saat mobil Arka uda mulai jalan. Arka hanya menggeleng tanpa menjawab Danis. suasana hening kembali.


"Arka" Panggil Danis, Arka menoleh. tanpa dia sadari jari telunjuk Danis sudah menempel di pipinya.


" Jangan marah lah" pinta Danis sambil tersenyum manis.


Arka menghembuskan nafas pelan, mana bisa dia marah kalau Danis senyum semanis itu. Arka semakin gemas ngeliat Danis.


"mau jalan dulu?" tanya Arka, nadanya sudah mulai lembut. kini Danis yang menghela nafas, padahal dia tadi niatnya pengen langsung pulang biar bisa tidur cepat.


"tapi bentar aja ya. capek soalnya."


kata Danis sambil senderan.


" maaf ya seminggu ini gak ngasih kabar" kata Arka pelan.


"Santai aja kali. dulu kamu ngilang bertahun-tahun kan uda biasa." Danis nyindir, Arka menoleh.


"Kamu gak kangen aku?" tanya Arka sambil menatap lurus kedepan.


" Enggak tuh" jawab Danis enteng


Arka menghela nafas berat, "padahal aku kangen setengah ****** sama kamu" Danis senyum.


"Si 'Mamaku' gimana kabarnya?" kata Danis mengalihkan pembicaraan, dari pada nanti Danis baper.


" Nggak usah nyindir terus donk" kata Arka sambil nyubit pipi Danis pelan.

__ADS_1


***


"Kereeeen..." kata Danis kagum, Arka ngajak Danis ke tempat Paralayang.


"pernah kesini?"tanya Arka


" Pernah sih, tapi siang. kalau malem baru pertama ini" kata Danis sambil moto pemandangan. Memang indah. dari atas gunung ini mereka bisa ngeliat kota yang sekarang ada dibawah. meskipun yang keliatan cuma kilauan lampu karena emang uda malem. tapi tetep aja itu punya daya tarik sendiri.


"Suka?" tanya Arka


Danis menoleh dan tersenyum


" banget".


Bagi Arka senyuman Danis terasa lebih indah. Selanjutnya mereka berdua hanya berdiri menikmati keindahan di depan mereka.


"Mau duduk dibawah?" Danis menawari. Arka ngeliat ke sekeliling mereka, sebenarnya dia agak canggung meskipun banyak orang yang duduk lesehan di bawah.


Arka yang nggak siap jadi hilang keseimbangan, dan duduk menabrak badan Danis. Jarak wajah mereka jadi dekat, kedua mata mereka bertemu, saling tatap. Waktu terasa berhenti.


"Sakit" rintih Danis. seketika Arka sadar dari pikiran kotor yang sempat memenuhi kepalanya.


"Ah... maaf" Arka membetulkan posisinya, beberapa menit sebagian tubuh Danis tertindih Arka.


"Sakit banget?" tanya Arka, Danis menggeleng. Sebenernya Danis juga menikmati momen tadi. tapi dia takut kalau jantungnya tiba-tiba meledak.


Mereka berdua kembali diam hanyut dalam pikiran masing-masing.


"Masalahmu uda selesai?" tanya Danis mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" masih tetap"jawab Arka. "Udalah gak usah bahas itu. aku malas aja kalo ngrusak suasana yang romantis ini" jawab Arka sambil ketawa


'Romantis apaan? yang ada aku horor kalau deket-deket kamu gini' batin Danis sambil mengerutkan keningnya.


"Becanda. aku lagi berusaha gak mikir aja" kata Arka lagi.


"Aku khawatir tau sama kamu" Kata Danis lirih.


"Makasih, aku baik-baik aja kog" kata Arka sambil ngacak rambut Danis.


" Maaf ya, kemaren bikin kamu takut dan ngrepotin" katanya lagi.


"Udah biasa direpotin aku mah" kata Danis sambil senyum.


Arka juga ikutan senyum.


"Besok ada rencana?" tanya Arka ketika mereka berjalan beriringan ke tempat parkir.


" besok? ada." Jawab Danis "Rencananya besok aku mau malas-malasan di rumah" kata Danis sambil menguap.


"Keliatannya capek banget kamu?"


" iya, seminggu ini aku lembur. jadi besok pengen bales dendam, hehehe" terang Danis sambil masuk mobil.


mendadak Arka mendekat ke tubuh Danis, sedang Danis yang kaget perlahan memundurkan badannya, tapi Arka semakin mendekat. kini Danis bisa merasakan hembusan nafas Arka. tangan Arka mulai meraih sabuk pengaman dan memasangnya untuk Danis.


"Pengennya besok ngajak kamu jalan" kata Arka sambil ngatur sandaran kursi Danis kebawah, sekarang posisi Danis jadi tiduran.


"Istirahat dulu gih" kata Arka lagi, dan dia mulai mengarahkan mobilnya meninggalkan tempat parkir dengan perlahan. Danis memalingkan wajahnya ke arah jendela dan perlahan mulai menutup matanya. Tanpa Arka sadari Danis tersenyum, senyuman penuh harap.

__ADS_1


Disisi lain, Arka yang sesekali melihat ke arah Danis mulai merasakan gejolak dalam dirinya yang begitu kuat. Sebuah perasaan yang bertahun-tahun lalu dia pendam kini sudah mulai tidak terbendung lagi. Rasa cinta yang sangat besar, dan selama hidupnya hanya ditujukan kepada satu wanita. Danis.


***


__ADS_2