Hidup Tapi Mati

Hidup Tapi Mati
Cerita 103


__ADS_3

Cerita 103


Hari ini Anjas udah dibolehin pulang, seperti janjinya dia ngajak Danis jenguk Arka dan Mega dulu. Anjas duduk di kursi roda mendekat ke ruangan Arka, dengan Danis yang dorong dibelakang.


Anjas nyuruh Danis nemuin Arka sendiri, bukan karena Anjas gak mau jenguk, tapi dia tau Danis butuh waktu berdua dengan Arka walaupun Arka masih belum sadar.


Perlahan Danis masuk sendirian ke ruangan Arka, ketika melihat tubuh Arka yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis lutut Danis serasa lemas, air mata terus mengalir tanpa dia sadari. Danis memegang tangan Arka. tangan yang dulu selalu genggam jemari Danis.


"Arka... kamu bener-bener jahat, aku selalu bilang kamu jangan jadi pengecut! bukan gini caranya Ka, bangun!" kata Danis, dia ngusap pipi Arka lembut


"kamu jadi tambah jelek tau. Ayo bangun, tunjukin pesona kamu itu. kamu bilang mau berusaha bikin aku seneng, bangun Ka." Danis terus nangis.


"Bentar lagi aku mau nikah sama Anjas, kamu harus bangun. aku gak bakalan maafin kamu kalau kamu gak dateng!" Dia tau Arka koma, tapi dia yakin Arka bisa denger.


"Sampai kapanpun kamu tetep cowok Jeleku Ka" kata Danis dengan tersenyum lembut, dia ngusap pipi Arka lagi, hal yang selalu Danis lakuin saat bersama Arka dulu.


Danis ngusap air matanya "Aku balik dulu Jelek" dengan langkah pelan Danis keluar dari ruangan Arka.


Tanpa Danis sadari jemari Arka bergerak pelan, dari sudut matanya keluar cairan bening.


Saat ini Danis dan Anjas lagi di dalam ruang inap Mega. kali ini Anjas gak mau ninggalin Danis, dia takut Mega bakal nyakitin Danis lagi.


"Gimana kondisi kamu?" tanya Danis di samping ranjang Mega.


"Aku udah mendingan" jawab Mega pelan, "kamu udah jenguk Arka? gimana dia? apa dia belum nunjukin sesuatu?" tanya Mega menuntut.


Danis hanya menggeleng "Kita doain yang terbaik buat Arka, yang penting sekarang fokus sama kesehatan kamu dulu aja"


"Ngeliat kondisi Arka sekarang, apa kamu gak kepikiran buat nemenin dia?" tanya Mega dengan tatapan tajam ke Danis.


Danis senyum "aku bakal nemenin dia lewat doa ,karena dia teman aku dan itupun kalau calon suami aku ngizinin."


"Ck... kamu tau kan kondisi Arka gimana. harusnya kamu temenin dia, aku yakin dia akan cepet pulih kalau kamu yang temenin" kata Mega sambil ngelirik Anjas.


Anjas yang denger omongan Mega tersenyum sinis. Anjas tau Mega sengaja bikin hati Danis goyah.

__ADS_1


Danis menghela nafas pelan "Entah kamu percaya atau enggak, Arka itu lebih butuh kamu. dia butuh kamu dengerin dia, dukung dia. aku itu cuma sebagai pelampiasan Arka, asal kamu tau tiap kali jalan sama aku dia selalu ngomongin kamu."


Mega hanya diam menanggapi omongan Danis, dia sadar betul karena selama ini dia terlalu parno akan kehilangan Arka jadi dia berubah lebih posesif, dan nuntut Arka. Padahal dulu dia selalu paling ngertiin Arka dia selalu dahuluin Arka dan hal itu yang bikin Arka akhirnya mau jadi pacar Mega.


***


Satu minggu sejak hari itu Arka dikabarkan sadar dari komanya, Mega yang sudah sembuh selalu merhatiin Arka. Dia mulai kembali jadi Mega yang dulu, dia udah gak peduli apa nanti Arka mau ninggalin dia atau enggak. yang ada di benak Mega sekarang adalah ngerawat Arka supaya dia cepet sembuh.


Anjas masih setia dengan kursi rodanya, dokter belum ngizinin terapi karena dia masih pemulihan pasca operasi ringan di kakinya, dan rencananya minggu depan dia mulai dijadwalkan terapi.


"Yank..." panggil Anjas saat Danis lagi nemuin Anjas di rumahnya


"hmmm..."


"Yaaank"


"Apasih Njas? kamu haus? mau minum?" tanya Danis tanpa menoleh ke Anjas.


"kamu kenapa jadi gak perhatian ke aku gini sih? aku ini lagi sakit lo" protes Anjas.


Anjas nyengir "mulut aku tuh gatel yank, pengennya jahilin kamu mulu"


"emang perlu di lakban kayaknya mulut kamu itu"


"Sadis bener yank" kata Anjas manyun "kamu gak jenguk Arka? katanya dia udah sadar"


"biarin yank, terakhir aku jenguk dia aku udah bilang sama dia gak bakal nemuin dia sampek hari H pernikahan kita"


"Maksudnya kamu bakal ninggalin pernikahan kita buat nemuin dia gitu?" tanya Anjas kaget


"Sembarangan kalau ngomong" sanggah Danis sambil mukul tangan Anjas.


"La kamu tadi bilang gitu"


"Maksutnya itu secara gak langsung aku nyuruh dia cepet bangun dan dateng di nikahan kita yank"

__ADS_1


"Tapi kan dia koma yank waktu itu mana dia tahu"


"Katanya itu orang koma bisa denger suara kita kog, aku sih yakin Arka denger"


"kayaknya sih emang denger dia, buktinya berkat ancaman kamu waktu itu dia langsung sadar" cibir Anjas.


Ya, terakhir kali Danis jenguk Arka dia ngancem bakal ngelupain Arka selamanya. dan dia juga bilang satu-satunya hal yang bisa dilakuin Arka kalau ingin Danis bahagia adalah bangun dan sembuh dari komanya.


Dan entah karena itu atau bukan, tapi Arka mulai menggerakan jarinya pelan, dan satu jam kemudian Arka sadar.


Danis senyum sendiri kalau inget kejadian itu, pasalnya setelah itu Anjas jadi ngambek ke Danis, manjanya jadi berlipat. Danis sangat tahu kalau Anjas cemburu.


"kenapa? masih cemburu?" goda Danis.


"Kesel aja, pengaruh kamu dalam hidup Arka tuh masih gede banget yank." kata Anjas dengan rahang mengeras, egonya sedikit kuat.


Danis genggam tangan Anjas "Kamu percaya deh, itu gak bakal ngerubah apapun buat aku yank. aku ngomong gitu cuma sebagai temen"


"Ya aku tau, tapi kamu juga harus tau rasanya tuh kayak gimana gitu, ada cowok bangun dari komanya karena denger omongan mantan. ketahuan banget kalau kamu itu berarti buat Arka"


"coba deh yank kamu liat dari sudut pandang yang beda, Anggep aja deh Arka sadar gegara omongan aku. bisa jadi rasa bersalahnya dia ke aku itu besar, dan keinginan dia buat minta maaf ke aku itu cuma bisa dengan berusaha bikin aku bahagia, yaitu dia harus sadar dari komanya"


"lagian kamu sih, masak dengen dia sadar dari koma bikin kamu bahagia. entar kalau dia salah paham terus ngira setelah sadar kamu mau balik sama dia gimana?"


"yang penting kan dia udah sadar. masalah dia salah paham biar di pikir sendiri sama dia. aku mah ogah mikir begituan. mikirin calon suami yang manjanya ngalahin bocah aja udah repot"


"jadi aku manja banget gitu, kamu ngerasa direpotin?"


"iya direpotin banget, kenapa? mau marah? ngambek? udah sono ngambek lagi, biar aku bisa cepet selesain list ini" omel Danis sambil mulai sibuk dengan catatan di depannya.


Anjas senyum, "gak jadi ngambek deh, Biarin aja kamu ngerasa direpotin, yang penting aku bisa puas dimanja sama kamu" kata Anjas sambil ngacak rambut Danis pelan.


Danis ngeliat Anjas dan senyum "nyebelin!"


***

__ADS_1



__ADS_2